Kepala Badan Ketahanan Pangan Sumsel Qulyubi Nawawi memastikan stok beras Sumsel cukup hingga Februari-Maret 2008. Dia optimistis karena stok beras di gudang Bulog mencapai 60.000- 70.000 ton dan stok yang dimiliki masyarakat di lumbung sebanyak 100.000-150.000 ton.
“Semoga stok itu cukup untuk melewati masa paceklik. Diharapkan ke depan tak ada musibah sehingga bisa terhindar dari paceklik,” kata Qulyubi di Palembang, Selasa (20/11).
Menurut Qulyubi, target produksi beras Sumsel tahun 2007 sebesar 1,8 juta ton atau sekitar 2 juta ton gabah kering giling. Dengan luas sawah di Sumsel mencapai 700.000 hektar, target tersebut bisa tercapai asalkan petani bisa melakukan dua kali tanam dalam setahun.
“Sayangnya hanya sawah beririgasi teknis yang bisa melakukan dua kali tanam setahun. Sawah lebak atau pasang surut tidak bisa karena mengandalkan air hujan,” ujarnya.
Qulyubi mengatakan, jumlah sawah irigasi di Sumsel masih kecil, hanya 70.000 hektar, di Ogan Komering Ulu Timur.
Ditanya mengenai benih palsu, Qulyubi mengatakan, kasus tersebut tidak akan memengaruhi produksi padi Sumsel. Menurut dia, dari setiap lima ton benih dapat digunakan di sawah seluas 3.000 hektar.
“Untung ketahuan sejak awal, kecuali kalau ketahuan menjelang panen. Jumlah benih palsu yang dipakai juga tidak banyak. Jadi tak berpengaruh,” kata Qulyubi. (WAD/kmps)




















Tinggalkan Balasan