Proyek pembangunan jembatan Musi III dipastikan tak dapat dimulai tahun 2008. Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Sumatera Selatan Darna Dachlan, Selasa (20/11), kepada pers menegaskan, pembangunan jembatan Musi III baru dapat terlaksana tahun 2009.
Sebelumnya, pembangunan proyek jembatan itu diharapkan sudah dapat dimulai tahun 2008. Pemerintah Kota Palembang juga telah menyiapkan tiga alternatif lokasi untuk pembangunan jembatan Musi III.
Darna menuturkan, pemerintah pusat sedang mengurangi keterlibatan pihak asing dalam proyek pemerintah sehingga proyek Musi III yang sebagian didanai investor China tersebut belum bisa terlaksana tahun 2008.
“Pada prinsipnya kami terus berusaha, di antaranya langsung pergi ke China. Meskipun kalau dananya diperoleh, harus melalui Departemen Pekerjaan Umum. Kalau China bisa mengucurkan dananya tahun 2008 juga tidak masalah,” ujar Darna.
Menurut dia, pembangunan jembatan Musi III belum bisa dikatakan gagal karena memang belum terlaksana. Untuk saat ini investor yang sudah tertarik dalam proyek tersebut hanya China. Pembangunan jembatan Musi III tidak bisa sepenuhnya menggunakan APBD Sumsel karena harus dialokasikan untuk membiayai proyek lainnya.
Mengenai studi kelayakan jembatan Musi III, Darna membenarkan bahwa Departemen Pekerjaan Umum meminta studi kelayakan proyek tersebut ditinjau lagi. Alasannya, studi kelayakan terakhir kali dilakukan tahun 2003.
“Studi kelayakan sudah dilakukan, tetapi diminta dilakukan lagi karena ada pergantian dirjen di Departemen Pekerjaan Umum. Jadi cuma meninjau kembali tingkat keekonomiannya, sedangkan dari segi teknis tidak perlu dilakukan studi kelayakan lagi,” kata Darna.
Berdasarkan catatan dari harian Kompas, pembangunan Jembatan Musi III membutuhkan biaya Rp 650 miliar dari APBD Sumsel, APBN, dan investor China. APBD Sumsel digunakan secara bertahap (multiyear) tahun 2008-2009. Setiap tahun APBD bisa disisihkan Rp 300 miliar sehingga dalam waktu dua tahun sudah bisa terkumpul. Tahun 2007 APBD yang sudah disisihkan berjumlah Rp 278 miliar.
Kalangan akademisi menilai, untuk meningkatkan perekonomian lebih penting memperbaiki jalan-jalan rusak daripada membangun jembatan melewati Sungai Musi. Selama ini akibat kondisi jalan yang buruk, pengangkutan barang-barang produksi selalu terkendala.
Jembatan Musi II dan jembatan Ampera masih sanggup menampung jumlah kendaraan di Kota Palembang. Persoalannya hanya kemacetan yang sering terjadi di kedua jembatan tersebut.
Menurut Darna, kondisi jembatan Ampera terus dipantau meskipun pihaknya hanya memantau secara visual. Pemantauan khusus belum bisa dilakukan karena Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga tidak memiliki alatnya.
“Pengaruh akibat ditabrak kapal tidak ada. Kita perlu satu jembatan lagi supaya beban Ampera ringan,” kata Darna. (WAD/kmps)










![[Haji 2026] Dikelola Resmi, Pembayaran Dam Jemaah Haji Indonesia Jadi Catatan Sejarah](https://infokito.blog/wp-content/uploads/2025/12/wp-17651238078967579517144181915436.jpg)









Tinggalkan Balasan