infokito

jembatan informasi kito


Waktu di Indonesia: WIB

Sistem Deteksi Longsor Temuan UGM Dicuri

Indeks • Download • Galeri • Promosi • Pranala • Cari

Sistem deteksi bencana longsor temuan tim Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta yang sedang dalam proses paten dijiplak atau dicuri negara besar di kawasan Asia. Bahkan, negara tersebut langsung membuat alat, mematenkan, dan menjualnya pada awal tahun 2008.

Proses paten di Indonesia yang sangat lama menjadi salah satu penyebabnya. “Sering kali proses paten suatu temuan lebih sulit dibandingkan penelitian yang dilaksanakan. Padahal, paten menjadi sangat penting agar hasil penelitian bisa terlindungi dari pencurian,” kata dosen dan peneliti dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Faisal Fathani, Sabtu (19/7).

Faisal mengatakan, sistem deteksi dini bencana longsor tersebut merupakan hasil temuan tim peneliti dari Jurusan Teknik Sipil, Geologi, Fisika, dan Elektro UGM. Alat ini pun sudah dipasang di 12 lokasi rawan longsor di Pulau Jawa.

Tahun ini, UGM akan memasang enam unit alat tersebut di daerah rawan longsor Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, serta di daerah rawan longsor Sumatera Utara, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Banten.

Dipamerkan

September 2007, kata Faisal, ketika sejumlah peneliti dari suatu negara di kawasan Asia datang ke Indonesia, alat yang sedang dalam proses paten tersebut dipamerkan. Namun, Januari 2008, tiba-tiba saja alat tersebut sudah diproduksi negara itu dengan ukuran yang lebih kecil. Bahkan, alat tersebut sudah dipatenkan sehingga UGM tidak bisa menggugat karya mereka.

“Rupanya di negara tersebut proses paten berlangsung cepat, sedangkan di Indonesia butuh waktu tiga tahun,” ujar Faisal. Pencurian ide tersebut, lanjut Faisal, juga membuktikan betapa erat hubungan antara perguruan tinggi dan industri di luar negeri. Adapun di Indonesia, aneka alat canggih hasil penelitian perguruan tinggi hanya bisa bekerja sama dengan industri rumah tangga.

Peneliti UGM, Dwikorita, menambahkan, alat ini sudah teruji efektif pada November 2005 di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Alat dipasang melintang di antara rekahan dan terhubung dengan sirene yang akan meraung ketika curah hujan melebihi ambang batas aman. “Sebelum longsoran terjadi, alat sudah meraung sehingga 40 keluarga terselamatkan,” kata Dwikorita.

Menurut Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional Fasli Jalal, lamanya proses paten diperlukan agar hasil penelitian bisa terlindungi. Peneliti Indonesia juga menghadapi kendala lain berupa rendahnya produktivitas jurnal atau artikel penelitian ilmiah di tingkat internasional.

Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo mengatakan, para peneliti harus mulai mempertimbangkan publikasi internasional terhadap materi-materi penelitian yang khas Indonesia. (WKM/Kompas.com)

•••

18 hit

harga emas • world monitor • almanak 2026


Flash SIM Card Arab Saudi untuk Haji & Umrah | Kuota Internet
GPS Tracking untuk Android dan iPhone
MiTag Androind & iPhone | GPS Tracking
Air Zam Zam Kemasan 1 Liter

0600137782


Upah Minimum Provinsi (UMP) Sumatera Selatan Tahun 2026 [ detail ]

Rp3.942.963

Upah Minimum Kota (UMK) Palembang Tahun 2026 [ detail ]

Rp4.192.837

BI RATE


PERTALITE
Rp10.000

PERTAMAX
Rp16.300

PERTAMAX TURBO
Rp20.000

BIO SOLAR
Rp6.800

DEXLITE
Rp24.200

DEX
Rp25.750

BRIGHT GAS 12 KG
Rp232.000

BRIGHT GAS 5,5 KG
Rp111.000

Golongan Daya Listrik Tarif (Rp/kWh)
R-1 (Subsidi) 450 VA Rp415/kWh
R-1 (Subsidi) 900 VA Rp605/kWh
R-1 (Non-Subsidi) 900 VA Rp1.352/kWh
R-1 (Non-Subsidi) 1.300 VA – 2.200 VA Rp1.444,70/kWh
R-2 3.500 VA – 5.500 VA Rp1.699,53/kWh
R-3 ≥ 6.600 VA Rp1.699,53/kWh

Tinggalkan Balasan



kembali ke atas

jembatan informasi kito


Embed Weather on Website with cuacalab.id

Jadwal Sholat Kota Palembang


Let's connect