Cadangan pangan, dalam hal ini beras, di Provinsi Sumsel dinyatakan aman. Paling tidak jumlah cadangan yang ada saat ini bisa untuk stok hingga bulan April 2009.
Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Provinsi Sumsel Qulyubi Nawawi, Kamis (29/1), disela-sela Seminar Perubahan UU Pangan yang berlangsung di Graha Bina Praja, Pemprov Sumsel.
Menurut Qulyubi, pada bulan Februari 2009 mendatang Provinsi Sumsel sudah mengalami panen. Dengan demikian stok cadangan beras akan bertambah dari yang saat ini tersimpan sekitar 30-35 ribu ton beras. “Jadi untuk cadangan beras di Provinsi Sumsel yang tersimpan di Bulog, aman,” ungkapnya.
Untuk panen bulan Februari mendatang, dari luasan panen diperkirakan akan menghasilkan 200-300 ribu ton gabah. Hal tersebut menurut Qulyubi berdasarkan peta luasan panen.
Mengenai banyaknya hasil panen dari Sumsel yang dibawa keluar, khususnya ke Lampung, Qulyubi mengatakan semata-mata karena faktor kedekatan secara geografis saja. selain itu belum ada aturan yang membatasi pemasaran pangan.
“Jadi mekanisme pasarnya bebas untuk pangan. Belum ada pengaturan bahwa petani Sumsel tidak boleh jual ke Lampung. Itu tidak ada dan tidak mungkin diusulkan dalam UU supaya ada pembatasan,” jelas Qulyubi.(sh/sripo)










![[Haji 2026] Dikelola Resmi, Pembayaran Dam Jemaah Haji Indonesia Jadi Catatan Sejarah](https://infokito.blog/wp-content/uploads/2025/12/wp-17651238078967579517144181915436.jpg)









Tinggalkan Balasan