Kepala Bidang Layanan Publik Perusahaan Umum (Perum) Badan Urusan Logistik (Bulog) Divre Sumsel dan Babel Sardjono mengungkapkan, pada November ini, pembagian beras masyarakat miskin (raskin) akan berakhir, menyusul penyesuaian pagu alokasi dari pusat yang berkurang.Dia menambahkan, pembagian raskin pada 2007 ini tidak cukup sampai Desember mendatang. Sedangkan, besarnya alokasi raskin pada November nanti, kata Sardjono, masih menunggu proporsi dari pusat. November ini merupakan batas terakhir pembagian raskin karena pengurangan pagu dari pemerintah pusat,” tegasnya.
Dia memaparkan, mengacu pada Surat Keputusan Dirjen Pemberdayaan Masyarakat dan Desa tentang Penyesuaian Pagu Raskin tahun 2007 No 412.6/2046.PMD tertanggal 10 Oktober 2007, diputuskan jatah raskin untuk Sumsel dikurangi menjadi 5.596 ton/tahun, dari sebelumnya sebanyak 66.712 ton/tahun untuk 552.565 RTM.
Sedangkan secara total, raskin yang telah disalurkan Bulog sejak awal 2007 hingga 23 Oktober kemarin, sebanyak 55.256.500 kg atau sekitar 55.256 ton. Sardjono menambahkan, berdasarkan perhitungan di atas, diketahui saat ini raskin yang tersisa di gudang Bulog tinggal 5.445,4 ton.
“Sementara hingga 23 Oktober kemarin, raskin yang telah disalurkan untuk 15 kabupaten dan kota di Sumsel sebanyak 1.700 ton untuk 170.000 kepala keluarga,” tandasnya. Mengenai harga, Sardjono mengaku masih menunggu keputusan pusat, karena Bulog selama ini bertugas sebagai regulator dan menjalankan kebijakan pemerintah.
Mengenai jumlah stok beras yang dimiliki Sumsel saat ini sebanyak 60.139 ton, dia yakin sebanyak 30.000 tonnya siap digelontorkan di pasaran melalui delapan distributor yang merupakan mitra Bulog selama ini untuk menekan harga beras di pasar.
“Selain itu, Bulog juga sudah mulai melakukan pembelian beras lokal sebanyak 300 ton untuk menambahi stok yang ada guna memenuhi kebutuhan raskin dan stabilisasi harga menghadapi musim paceklik,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumsel Abdul Shobur menegaskan, kebutuhan beras di Sumsel menjelang beberapa hari besar keagamaan yang waktunya berdekatan, tidak perlu dikhawatirkan.
Dia menegaskan, data Disperindag mengenai stok beras di Sumsel mencapai 20.000 ton lebih, dengan asumsi kebutuhan masyarakat Sumsel 74.314,90 ton per bulan. (komalasari/sindo)










![[Haji 2026] Dikelola Resmi, Pembayaran Dam Jemaah Haji Indonesia Jadi Catatan Sejarah](https://infokito.blog/wp-content/uploads/2025/12/wp-17651238078967579517144181915436.jpg)









Tinggalkan Balasan