infokito

jembatan informasi kito


Waktu di Indonesia: WIB

Fatwa MUI tentang Perayaan Natal Bersama

Indeks • Download • Galeri • Promosi • Pranala • Cari

Bismillah …

KEPUTUSAN KOMISI FATWA MAJELIS ULAMA INDONESIA TENTANG PERAYAAN NATAL BERSAMA

Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia, setelah :

Memperhatikan

  1. Perayaan Natal bersama pada akhir-akhir ini disalah artikan oleh sebagian ummat Islam dan disangka dengan ummat Islam merayakan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW.
  2. Karena salah pengertian tersebut ada sebagian orang Islam yang ikut dalam perayaan Natal dan duduk dalam kepanitiaan Natal.
  3. Perayaan Natal bagi orang-orang Kristen adalah merupakan ibadah.

Menimbang :

  1. Ummat Islam perlu mendapat petunjuk yang jelas tentang Perayaan Natal Bersama.
  2. Ummat Islam agar tidak mencampur adukkan aqiqah dan ibadahnya dengan aqiqah dan ibadah agama lain.
  3. Ummat Islam harus berusaha untuk menambah Iman dan Taqwanya kepada Allah SWT.
  4. Tanpa mengurangi usaha ummat Islam dalam Kerukunan Antar Ummat Beragama di Indonesia.

Meneliti kembali :
Ajaran-ajaran agama Islam, antara lain:

  1. Bahwa ummat Islam diperbolehkan untuk bekerja sama dan bergaul dengan ummat agama-agama lain dalam masalah-masalah yang berhubungan dengan masalah keduniaan, berdasarkan atas:
    1. Al Qur`an surat Al-Hujurat ayat 13: “Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan Kamu sekattan dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan Kami menjadikan kamu sekalian berbangsa-bangsa dan bersuku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah adalah orang yang bertaqwa (kepada Allah), sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.”
    2. Al Qur`an surat Luqman ayat 15:“Dan jika kedua orang tuamu memaksamu untuk mempersekutukan dengan aku sesuatu yang kamu tidak ada pengetahuan tentang itu, maka janganlah kamu mengikutinya, dan pergaulilah keduanya di dunia ini dengan baik. Dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian kepada-Ku lah kembalimu, maka akan Ku-berikan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
    3. Al Qur`an surat Mumtahanah ayat 8: “Allah tidak melarang kamu (ummat Islam) untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang (beragama lain) yang tidak memerangi kamu karena agama dan tidak pula mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.”
  2. Bahwa ummat Islam tidak boleh mencampuradukkan aqiqah dan peribadatan agamanya dengan aqiqah dan peribadatan agama lain berdasarkan :
    1. Al Qur`an surat Al-Kafirun ayat 1-6:“Katakanlah hai orang-orang kafir, aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah. Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu tidak pernah pula menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah. Untukmulah agamamu dan untukkulah agamaku.”
    2. Al Qur`an surat Al Baqarah ayat 42: “Dan jika kedua orang tuamu memaksamu untuk mempersatukan dengan aku sesuatu yang kamu tidak ada pengetahuan tentang itu, maka janganlah kamu mengikutinya dan pergaulilah keduanya di dunia ini dengan baik Dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Kita, kemudian kepada-Kulah kembalimu, maka akan Ku-beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
  3. Bahwa ummat Islam harus mengakui kenabian dan kerasulan Isa Al Masih bin Maryam sebagaimana pengakuan mereka kepada para Nabi dan Rasul yang lain, berdasarkan atas:
    1. Al Qur`an surat Maryam ayat 30-32: “Berkata Isa: Sesungguhnya aku ini hamba Allah. Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi. Dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkahi di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku mendirikan shalat dan menunaikan zakat selama aku hidup. (Dan Dia memerintahkan aku) berbakti kepada ibumu (Maryam) dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka.”
    2. Al Qur`an surat Al Maidah ayat 75: “Al Masih putera Maryam itu hanyalah seorang Rosul yang sesungguhnya telah lahir sebelumnya beberapa Rosul dan ibunya seorang yang sangat benar. Kedua-duanya biasa memakan makanan(sebagai manusia). Perhatikanlah bagaimana Kami menjelaskan kepada mereka (ahli Kitab) tanda-tanda kekuasaan (Kami), kemudian perhatikanlah bagaimana mereka berpaling (dari memperhatikan ayat-ayat Kami itu).”
    3. Al Qur`an surat Al Baqarah ayat 285 : “Rasul (Muhammad telah beriman kepada Al Qur`an yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman) semuanya beriman kepada Allah, Malaikat-malaikat-Nya, Kitab-kitab-Nya dan Rasul-Nya. (Mereka mengatakan) : Kami tidak membeda-bedakan antara seseorang pun (dengan yang lain) dari Rasul-rasulnya dan mereka mengatakan : Kami dengar dan kami taat. (Mereka berdoa) Ampunilah Ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali.”
  4. Bahwa barangsiapa berkeyakinan bahwa Tuhan itu lebih daripada satu, Tuhan itu mempunyai anak Isa Al Masih itu anaknya, bahwa orang itu kafir dan musyrik, berdasarkan atas :
    1. Al Qur`an surat Al Maidah ayat 72 : “Sesungguhnya telah kafir orang-orang yang berkata : Sesungguhnya Allah itu ialah Al Masih putera Maryam. Padahal Al Masih sendiri berkata : Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu. Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga dan tempatnya ialah neraka, tidak adalah bagi orang zhalim itu seorang penolong pun.”
    2. Al Qur`an surat Al Maidah ayat 73 : “Sesungguhnya kafir orang-orang yang mengatakan : Bahwa Allah itu adalah salah satu dari yang tiga (Tuhan itu ada tiga), padahal sekali-kali tidak ada Tuhan selain Tuhan yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu pasti orang-orang kafir itu akan disentuh siksaan yang pedih.”
    3. Al Qur`an surat At Taubah ayat 30 : “Orang-orang Yahudi berkata Uzair itu anak Allah, dan orang-orang Nasrani berkata Al Masih itu anak Allah. Demikianlah itulah ucapan dengan mulut mereka, mereka meniru ucapan/perkataan orang-orang kafir yang terdahulu, dilaknati Allah-lah mereka bagaimana mereka sampai berpaling.”
  5. Bahwa Allah pada hari kiamat nanti akan menanyakan Isa, apakan dia pada waktu di dunia menyuruh kaumnya, agar mereka mengakui Isa dan Ibunya (Maryam) sebagai Tuhan. Isa menjawab “Tidak” : Hal itu berdasarkan atas :
    Al Qur`an surat Al Maidah ayat 116-118 :
    “Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman: Hai Isa putera Maryam adakah kamu mengatakan kepada manusia (kaummu): Jadikanlah aku dan ibuku dua orang Tuhan selain Allah, Isa menjawab : Maha Suci Engkau (Allah), tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). Jika aku pernah mengatakannya tentu Engkau telah mengetahuinya, Engkau mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang ghaib. Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang engkau perintahkan kepadaku (mengatakannya), yaitu : sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu dan aku menjadi saksi terhadapa mereka selama aku berada di antara mereka. Tetapi setelah Engkau wafatkan aku, Engkau sendirilah yang menjadi pengawas mereka. Engkaulah pengawas dan saksi atas segala sesuatu. Jika Engkau menyiksa mereka, maka sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba-Mu dan Jika Engkau mengampunkan mereka, maka sesungguhnya Engkau Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana.”
  6. Islam mengajarkan Bahwa Allah SWT itu hanya satu, berdasarkan atas Al Qur`an surat Al Ikhlas :
    “Katakanlah : Dia Allah yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang segala sesuatu bergantung kepada-Nya. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada seorang pun / sesuatu pun yang setara dengan Dia.”
  7. Islam mengajarkan kepada ummatnya untuk menjauhkan diri dari hal-hal yang syubhat dan dari larangan Allah SWT serta untuk mendahulukan menolak kerusakan daripada menarik kemaslahatan, berdasarkan atas :
    1. Hadits Nabi dari Nu`man bin Basyir : “Sesungguhnya apa apa yang halal itu telah jelas dan apa apa yang haram itu pun telah jelas, akan tetapi diantara keduanya itu banyak yang syubhat (seperti halal, seperti haram) kebanyakan orang tidak mengetahui yang syubhat itu. Barang siapa memelihara diri dari yang syubhat itu, maka bersihlah agamanya dan kehormatannya, tetapi barang siapa jatuh pada yang syubhat maka berarti ia telah jatuh kepada yang haram, semacam orang yang mengembalakan binatang makan di daerah larangan itu. Ketahuilah bahwa setiap raja mempunyai larangan dan ketahuilah bahwa larangan Allah ialah apa-apa yang diharamkan-Nya (oleh karena itu hanya haram jangan didekati).”
    2. Kaidah Ushul Fiqih
      “Menolak kerusakan-kerusakan itu didahulukan daripada menarik kemaslahatan-kemaslahatan (jika tidak demikian sangat mungkin mafasidnya yang diperoleh, sedangkan masholihnya tidak dihasilkan).”

    Memutuskan

    Memfatwakan

    1. Perayaan Natal di Indonesia meskipun tujuannya merayakan dan menghormati Nabi Isa AS, akan tetapi Natal itu tidak dapat dipisahkan dari soal-soal yang diterangkan diatas.
    2. Mengikuti upacara Natal bersama bagi ummat Islam hukumnya haram.
    3. Agar ummat Islam tidak terjerumus kepada syubhat dan larangan Allah SWT dianjurkan untuk tidak mengikuti kegiatan-kegiatan Natal.

    Jakarta, 1 Jumadil Awal 1401 H
    7 Maret 1981

    Komisi Fatwa
    Majelis Ulama Indonesia

    Ketua Sekretaris

    K.H.M SYUKRI. G Drs. H. MAS`UDI

    CATATAN: Halaman ini di buat sebagaimana mestinya dalam bentuk yang bisa di sajikan di halaman situs dengan isi yang sama dengan dokumen asli.

rujukan
http://www.mui.or.id/mui_in/fatwa.php?id=71

•••

331 hit

harga emas • world monitor • almanak 2026


Flash SIM Card Arab Saudi untuk Haji & Umrah | Kuota Internet
GPS Tracking untuk Android dan iPhone
MiTag Androind & iPhone | GPS Tracking
Air Zam Zam Kemasan 1 Liter

0600137782


Upah Minimum Provinsi (UMP) Sumatera Selatan Tahun 2026 [ detail ]

Rp3.942.963

Upah Minimum Kota (UMK) Palembang Tahun 2026 [ detail ]

Rp4.192.837

BI RATE


PERTALITE
Rp10.000

PERTAMAX
Rp16.300

PERTAMAX TURBO
Rp20.000

BIO SOLAR
Rp6.800

DEXLITE
Rp24.200

DEX
Rp25.750

BRIGHT GAS 12 KG
Rp232.000

BRIGHT GAS 5,5 KG
Rp111.000

Golongan Daya Listrik Tarif (Rp/kWh)
R-1 (Subsidi) 450 VA Rp415/kWh
R-1 (Subsidi) 900 VA Rp605/kWh
R-1 (Non-Subsidi) 900 VA Rp1.352/kWh
R-1 (Non-Subsidi) 1.300 VA – 2.200 VA Rp1.444,70/kWh
R-2 3.500 VA – 5.500 VA Rp1.699,53/kWh
R-3 ≥ 6.600 VA Rp1.699,53/kWh

12 responses to “Fatwa MUI tentang Perayaan Natal Bersama”

  1. Avatar Ridwan Azari
    Ridwan Azari

    Saat ini, Indonesia mengalami krisis multi-dimensi. Sedangkan sebagian besar dari krisis ini disebabkan oleh agama.
    Agama Islam adalah agama dari rumpun Abrahamik seperti halnya Kristen dan Yahudi. Ketiga agama ini menanamkan kebencian, permusuhan dan kekerasan sepanjang massa.
    Penduduk Indonesia adalah 60% berada di Jawa. Jadi kekuatan ada di Jawa. Kalau orang jawa segera meninggalkan agama rumpun abrahamik dan kembali kepada Kepercayaan asli, maka sebagian besar dari krisis ini akan hilang dan Indonesia akan seketika sembuh dari krisis ini.
    Indonesia adalah negara besar, kaya dengan sumber alam. Indonesia tidak berhak mempunyai nasib yang sepuruk ini.

  2. Avatar Rais Ramli
    Rais Ramli

    Saya menemukan artikel yang sangan menarik tentang: Doktrin-Doktrin Yang Kurang Perlu dalam Islam. Ini link-nya: http://islamlib.com/id/index.php?page=article&id=1312

    Selamat membaca.

  3. Avatar infokito

    @Ridwan Azari
    Wah, kok bisa ya Pak ente bilang “Ketiga agama ini menanamkan kebencian, permusuhan dan kekerasan sepanjang massa”.

    Kalo ente seorang muslim, coba deh tanya sama ulama ato kyai yang paham agama, apakah ISLAM betul menanamkan kebencian, permusuhan dan kekerasan sepanjang massa???????????????? ❓
    Agama tidak untuk menanamkan kebencian, permusuhan dan kekerasan.

    Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam. (QS/ al Anbiya : 107)

    Di luar ISLAM, ane nggak faham.

    Ingat kekuatan terbesar ada pada ALLAH SWT. Indonesia bukan hanya JAWA?????????

  4. Avatar infokito

    @Rais Ramli
    Buat pak Rais Ramli yang kami hormati dan mulyakan, bila Bapak betul-betul ingin mempelajari ISLAM, saya sekedar mengusulkan saja supaya mencoba mencari sumber yang shohih. Masih ada kok di pelosok Indinesia tercinta ini yang mengajarkan tentang ISLAM, but in my point of view, not from Islam Liberal – JIL (islamlib) 🙂

    Try this link – buat nambag wawasan

    -Proyek Liberalisasi Islam di Indonesia-
    http://swaramuslim.net/more.php?id=5721_0_1_0_M

    -Enam tahun JIL menebar sesat-
    http://swaramuslim.net/more.php?id=5539_0_1_0_M
    http://swaramuslim.net/more.php?id=5667_0_1_0_M

    Yang Sembrono dari Ulil Abshar
    http://swaramuslim.net/more.php?id=5784_0_1_0_M

    Awas Musuh Dalam Selimut !
    http://swaramuslim.net/more.php?id=328_0_1_0_M

    Waspadai Pangeran Liberal
    http://swaramuslim.net/more.php?id=1169_0_1_0_M

    Musuh Islam Berlabel Islam
    http://swaramuslim.net/more.php?id=1038_0_1_0_M

    Paham Liberal: Menjual Islam demi Dolar
    http://swaramuslim.net/more.php?id=1256_0_1_0_M

    Islam Liberal, Pemurtadan Berlebel Islam
    http://swaramuslim.net/more.php?id=1531_0_1_0_M

    http://swaramuslim.net/weblog.php?id=C0_30_1

    Wallahua’lam

    Terima kasih

  5. Avatar ahmad zulfan
    ahmad zulfan

    Saya mengerti kebingungan yang dialami infokito dalam menanggapi komentar sdr Ridwan Azari, sehingga sedikit emosi dengan menggunakan istilah ‘ente’. Dalam sejarah dunia selama 1000 tahun terakhir ada 2000 perang yang terjadi atas nama agama. Di Indonesia sendiri kita tahu bersama ada sekian banyak konflik/kerusuhan/teror berlandaskan agama, termasuk apabila kita meneliti sejarah sejak zaman kerajaan di nusantara ini. Nah, dari semua perang dan konflik itu,agama-agama yang terlibat sayangnya sebagian terbesar adalah ketiga agama Abrahamik itu. Memang semua agama mengajarkan kebaikan, namun agama ‘sebagaimana dipahami’ sebagian pemimpin atau tokoh agama telah menjadikan agama begitu menyeramkan. Jadi bukan ajaran agama, tapi pemahaman atau tafsirnyalah yang dipelintir oleh para tokohnya sendiri yang membuat agama berwajah keras, yang bertujuan untuk kepentingan-kepentingan tertentu. Merekalah yang menanamkan kebencian itu. Mereka mengkafirkan, memberi label sesat, menghalalkan darah, terhadap manusia-manusia lain yang mereka nilai berbeda dan dapat menjadi penghalang tujuan-tujuan mereka. Perbedaan seharusnya menjadi rahmat, namun tidak bagi mereka. Mereka memicu orang merusak tempat ibadah orang lain, mereka mencipta monster utk membunuh banyak orang dengan bom, mereka meghasut orang untuk membenci agama lain. Agama seharusnya damai dan mendamaikan. Agama seharusnya mendatangkan kebahagiaan bagi penganutnya dan bagi lingkungannya. Agama seharusnya mengajak orang untuk saling sayang-menyayangi, saling cinta mencintai antar sesama manusia. Mari kita jaga agama kita agar tetap menjadi agama yang damai dari tangan mereka yang tidak mencintai kedamaian dan hanya menanamkan kebencian ditengah-tengah masyarakat.

  6. Avatar leelly
    leelly

    wah saya yakin bung ridwan azhari ini bukan penganut ketiga agama yang dia sebut diatas…. setahu mana saya mana ada ketiga agama diatas mengajarkan kebencian, permusuhan dan kekerasan sepanjang masa.???

    pasti salah satu penganut ajaran yang di fatwa sesat oleh MUI
    jadi dia mengecam agama yang ada di indonesia saat ini seperti itu.

    padahal jika dirunut, justru di Pulau jawa itulah sumber dari segala munculnya aliran aliran yang berbau sybhat. karena masih banyak kebudayaan-kebudayaan yang dicampuradukkan dengan ajaran agama. alhasil jadilah ajaran yang sybuhat.

    wah wah wah.. saya ikutan jadi komentar SARA ….!!!

    yang pasti saya sama infokito “Bahwa kekuatan terbesar hanya ada dan bersumber dari ALLAH Azawazala… lain…. NO WAY…

    apalagi seperti yang BUng Ridwan Bilang kekuatan terbesar ada di pulau jawa??? musti diperjelas tuh kekuatan seperti apa>>?? jangan memancing isu SARA dunk…. apalagi ini bukan website JOWO PUNYO.. tapi WONG KITO PUNYO… tengok Bae JUdulnyo.. INFOKITO… dak pacak baco apo…??????

    Nah kau.. lah temelok2 pulok kan aku jadinyo…….
    tapi dak pacak gatal jariku ni klo da komentar di sini…

  7. Avatar Mimi
    Mimi

    Udahlah akuin aja.. Org2 “waras” yg fanatik islam emang paling maknyoooss,,, Kasian negara kita, mau dibawa kemana nantinya? Saya benar2 berharap ada pemimpin yg mau bertindak tegas soal agama. Dan ngomong2, menanggapi penjabaran “meneliti kembali” dari fatwa di atas, yang saya tangkap kok kayanya isi Al-Quran itu dangkal sekali yah? Maaf, tp itu yg saya tangkap dr penjabaran diatas. Banyak hal2 yg bersifat lebih “kedalam” dan lebih penting dan lebih masuk akal dan lebih lebih lebih lebih .. yg semestinya sebuah kitab suci bisa menjelaskan atau memberi jawaban. Namun tidak utk sepenggal penjelasan diatas. Forgive me for saying bad things, tp jujur, inilah pendapat saya dr kacamata org awam.

  8. Avatar rocky
    rocky

    Kalau Presiden Iran Ahmad Dinejad , Presiden Palestina Mahmoud Abbas dan hehehe… Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Gus Dur mengucapkan Natal, dimana kredibilitas Fatwa MUI Haram mengucapkan Natal ??? yang mana yang bodoh dalam membangun persatuan bangsa Indonesia???

  9. Avatar slankers
    slankers

    Inilah salah satu bentuk kehati2an Islam dalam menjaga aqidah. Dan setiap urusan yang menyangkut aqidah tidak ada toleransi sama sekali.
    La kum dii nuukum wa liyadiiin …
    Bagimu agamamu dan bagiku agamaku ..

    Dan ini tidak ada keterkaitan dengan ‘lelucon’ membangun persatuan bangsa 😀

    Presiden Iran, Presiden Palestina, Presiden indonesia atau pun siapa saja itu pilihan mereka untuk mengucapkan selamat, mereka mungkin bagian dari umat Islam tetapi mereka bukan panutan dalam aqidah Islam.

  10. Avatar rocky
    rocky

    Mana yang pandai antara anda ‘ Slankers’ dengan Presiden Iran, Presiden Palestina, Presiden indonesia ?????

    Apakah keyakinan untuk beragama ini tidak ada keterkaitan dengan membangun persatuan bangsa ??

    Hehehe…Bukan manusia untuk agama tapi agama untuk manusia. Jadi agama seharusnya membuat manusia bersatu, bekerja sama, hidup berdampingan?

    Slankers…
    Dari mana anda bisa menggunakan komputer, internet…dll…dlll dan masih banyak lagi yang kita adopsi dari orang yang katanya bernama”kafir” itu?????

  11. Avatar moko
    moko

    beginilah kalo ada forum membahas yg nggak dikuasai, ya jadinya menuruti hawa nafsu sendiri-2.
    jika kita hendak bertanya soal islam, tanyalah kepada ulama.
    tapi beginilah indonesia, ulama sudah berkata, sudah berfatwa, tetap saja didebat, tetap saja dicela, tetap saja dikatakan ini-lah itu-lah, tetap saja berbantah-bantahan.
    naudzubillah..tsummaa naudzubillah…
    ya walaupun tidak semua perkataan ulama benar adanya, tapi kok hati ini rasanya gimana gitu (miris, menangis) melihat kondisi seperti itu.

    yah..mudah2 an Allah azza wa jalla tetap melimpahkan hidayah-NYA

  12. Avatar aminullah
    aminullah

    THREE ABRAHAMIC FAITHS

    Pembahasan ini menjelaskan perkembangan agama yang disebut three Abaramic Faiths yaitu tiga agama yang berkembang sama alirannya dari langit atau ajaran dari Tuhan. Pada awalnya disebut agama Hanif. Agama hanif yaitu agama untuk mengesakan Tuhan. Dalam ilmu perbandingan agama, agama Abrahamik — yang sering pula disebut sebagai agama samawi — adalah setiap agama yang muncul dari suatu tradisi Semit kuno dan ditelusuri oleh para pemeluknya kepada Abraham atau Ibrahim (“Bapak/Pemimpin banyak orang” Bahasa Ibrani “Avraham” Bahasa Arab “Ibrahim”, seorang leluhur yang kisah hidupnya diceritakan di dalam Alkitab Ibrani/Perjanjian Lama dan al-Qur`an.
    Ketiga agama ini merupakan kelompok besar dari agama-agama monoteistik, yaitu Kristen, Yahudi dan Islam. Agama-agama Abrahamik mewakili lebih dari setengah dari seluruh pemeluk agama di dunia. Namun demikian, banyak dari para pemeluk agama ini yang menolak pengelompokan agama atau kepercayaan mereka seperti ini dengan alasan bahwa agama mereka pada intinya dan dasarnya mengandung gagasan-gagasan yang berbeda atau bahkan berlawanan dengan gagasan-gagasan agama yang lainnya mengenai Abraham dan Tuhan atau Allah.
    Adapun menurut tradisi Yahudi, Abraham adalah orang pertama yang menolak penyembahan berhala oleh karena itu ia secara simbolis muncul sebagai tokoh fundamental untuk agama monoteistik. Dalam pengertian ini, agama Abrahamik dapat disebut secara sederhana sebagai agama monoteistik, tetapi tidak semua agama monoteistik tergolong agama Abrahamik. Dalam Islam ia dianggap sebagai pemeluk monoteis yang pertama di dunia, ketika monoteisme telah lenyap (Abraham adalah nabi yang berada dalam rangkaian nabi-nabi, mulai dari Adam) dan karenanya sering dirujuk sebagai Ibrahim al-Hanif atau Abraham sang Monoteis.
    Ketiga agama Ibrahim dinamakan dengan Agama samawi atau disebut juga agama langit, hal ini disebabkan agama yang dipercaya oleh para pengikutnya dibangun berdasarkan wahyu Allah. Ada beberapa pendapat disimpulkan bahwa yang disebut agama Samawi atau agama Ibrahim jika dalam sebuah agama tersebut mempunyai tiga kategiri yaitu; pertama, Mempunyai definisi Tuhan yang jelas yakni mempunyai konsep tentang Tuhannya jangkuat dan bisa dipertanggung jawab. Bukan berbentuk rekayasa. Kedua, Mempunyai penyampai risalah (Nabi/Rasul) yakni mempunyai utusan dari Tuhan untuk menyebarkan agamanya serta terbukti kebenarannya; dan ketiga, Mempunyai kumpulan wahyu dari Tuhan yang diwujudkan dalam Kitab Suci yakni mepunyai pedoman dalam melakukan ajarannya benar-benar dari Tuhan, bukan ciptaan manusia, bahkan dapat dijadikan pedoman hidup yang tentram dan damai.
    Kebalikan dari agama samawi adalah Agama Ardhi. Baha’i juga sering dianggap sebagai agama Abrahamik. Agama Baha’i memberikan tekanan khusus untuk tidak melakukan proselitisme. Malah hal ini dilarang. Orang-orang Baha’i memang menerima orang-orang yang pindah dari latar belakang segala agama dan etnis dan secara aktif mendukung orang-orang yang secara pribadi melakukan penelaahan tentang kepercayaan ini.
    Umat Baha’i mempunyai “perintis-perintis” dan “guru-guru keliling” khusus yang pindah ke wilayah-wilayah yang komunitas Baha’inya kecil untuk menolong memperkuat dan memperluasnya.. Para pemeluk agama lain sangat dihormati dan dalam banyak hal dipandang sebagai orang-orang yang secara spiritual atau rohani sejajar. Sementara umat Baha’is memandang hukum-hukum dan wahyu Baha’i unik, mereka tidak menghalangi para pemeluk agama lain dalam upaya spiritual mereka. Mereka juga menjadi pemimpin dalam berbagai upaya antar-iman.
    Namun dari semua pembahasan tersebut agama-agama besar yang dianggap agama samawi atau agama Ibrahim kebanyakan berpendapat yaitu Yahudi, Kristen, Islam.

Tinggalkan Balasan



kembali ke atas

jembatan informasi kito


Embed Weather on Website with cuacalab.id

Jadwal Sholat Kota Palembang


Let's connect