infokito

jembatan informasi kito


Waktu di Indonesia: WIB

Kebesaran Bangsa Yunani, Yahudi, dan Masehi Hanyalah Mitos

IndeksDownloadGaleriPromosiPranalaCari

https://www.worldhistory.org/img/r/p/1000x1200/3372.jpg.webp?v=1693714566Banyak penulis tentang Barat menyatakan, bahwa kebesaran kebudayaan Barat adalah karena pengaruh Yunani dan Romawi. Dengan demikian, seolah dua bangsa itu mempunyai nilai besar dalam membentuk peradaban dunia Barat saat ini. Betulkah demikian? Menurut Roger Garaudy, kebesaran bangsa Yunani hanyalah hanyalah cerita sejarah yang dibuat karena ketidakpahaman. Hal yang sama juga tentang keunggulan bangsa Yahudi.

“Mitos keistimewaan Yunani hanya dapat terjadi karena kebodohan yang disengaja atau penolakan terhadap asal-usul dan sejarah kota Athena pada zaman Pericles. Mitos keistimewaan bangsa Yahudi juga disuburkan oleh kebodohan yang disengaja serta penolakan yang sama, ” tegas Garuady. (Roger Garaudy, Promesses de ‘Islam, Paris: 1981). 

Dalam Al-Qur’an memang Allah Swt menyebutkan, bahwa bangsa Israel- sebagai asal-usul bangsa Yahudi- telah dilebihkan atas segala umat (QS. 2: 47). Ayat ini tidak menunjukkan bahwa bangsa Yahudi menjadi bangsa yang lebih luhur dibanding bangsa lain selama-lamanya. Mereka yang dipuji Allah punya keluhuran adalah bangsa Yahudi pada masa Nabi Musa ‘alaihi al-salam (as).

Bangsa Yahudi menjadi unggul ketika mereka taat dan mengikuti ajaran Nabi Musa setelah dikejar dan dintimidasi oleh Fir’aun. Tapi, setelah mereka membangkang dan melakukan penyimpangan (tahrif), mereka dikutuk Allah. “Jadilah kamu kera yang hina, ” demikian firman-Nya pada Al-Baqarah: 65.

Inilah afirmasi Allah yang paling tegas kepada para pengkaji sejarah dan peradaban, bahwa bangsa Yahudi pasca Nabi Musa menjadi banga yang terhina, dicaci, dimusuhi dan diusir karena sikap dan perbuatannya yang menolak kebenaran dan rasis. Bangsa ini pada masa Hitler juga menjadi sasaran empuk.

Mitos yang dibesar-besarkan juga terjadi pada agama Kristen (Masehi), agama yang dianut hampir di semua negara benua Eropa, kendati benua ini tidak pernah melahirkan agama besar. Agama ini bermula di Antokia, Turki (Asia), kemudia menyebar di Isdkandaria, Mesir (Afrika).

Garaudy mengungkapkan, agama Masehi mengambil bahan dan tradisi Yahudi dan Yunani, negara tetangga terdekat Turki- dari hubungannya bangsa Timur. Selain itu, agama ini juga dipengaruhi oleh biksu-biksu Budha yang dikirim oleh Ashoka, seorang Maharaja India dari Dinasti Maurya (261 SM) sebelum lahirnya Nabi Isa as.

”Keturunan para biksu itu terdapat masyarakat Essena, dan mereka itu mempunyai pandangan-pandangan dan perilaku tang sangat mirip dengan panadangan serta perilkau masyarakat Gua Qumran atau masyarakat Injil Thomas yang ditemukan di Mesir, ” papar Garaudy, intelektual Muslim asal Perancis, yang pernah jadi atheis.

Sangat wajar bila kemudian Islam mengkritik peradaban, moral, dan keyakinan Yahudi, Kristen, dan tentunya Barat. Sebab, dalam pandangan Islam, kedua agama yang turut melahirkan peradaban Barat selama ini salah dan telah diselewengkan oleh para penganutnya.

* * * * *

Kendati kritik dan kebenaran Islam disampaikan ribuan tahun yang lalu oleh Nabi Muhammad dan para sahabatnya, lalu dilanjutkan generasi sesudahnya, tetap saja mereka tidak terima.

Seorang pentolan orientalis William Montogomerry Watt dalam bukunya “Islamic Fundamentalism and Modernity, menyatakan, ayat-ayat Al-Qur’an yang menuduh bangsa Yahudi melakukan perubahan kitab sucinya merupakan tuduhan paling serius. ”Namun tidak ada kejelas dan apakah yang dimaksud perubahan di sini adalah perubahan pada teks atau hanya pada makna, ” papar Watt.

Tapi, lanjut dia, ketidakpastian ini tetap tidak mengurangi kemanjuran dan kebenaran teori Al-Qur’an itu dalam menghadang Yahudi dan Kristen berdebat atau berdialog dengan umat Islam mengenai dasar Bibel.

Sungguh aneh dan tidak ilmiah bila di kemudian hari mereka tetap megaku sebagai agama yang benar. Karena mengetahui agama mereka salah, maka agar mendapat pengakuan kebenaran dari yang lain (Islam) merekapun menyebarkan paham semua agama benar (plularisme agama). (dina)

Banyak penulis tentang Barat menyatakan, bahwa kebesaran kebudayaan Barat adalah karena pengaruh Yunani dan Romawi. Dengan demikian, seolah dua bangsa itu mempunyai nilai besar dalam membentuk peradaban dunia Barat saat ini. Betulkah demikian? Menurut Roger Garaudy, kebesaran bangsa Yunani hanyalah hanyalah cerita sejarah yang dibuat karena ketidakpahaman. Hal yang sama juga tentang keunggulan bangsa Yahudi.

“Mitos keistimewaan Yunani hanya dapat terjadi karena kebodohan yang disengaja atau penolakan terhadap asal-usul dan sejarah kota Athena pada zaman Pericles. Mitos keistimewaan bangsa Yahudi juga disuburkan oleh kebodohan yang disengaja serta penolakan yang sama, ” tegas Garuady. (Roger Garaudy, Promesses de ‘Islam, Paris: 1981). 

Dalam Al-Qur’an memang Allah Swt menyebutkan, bahwa bangsa Israel- sebagai asal-usul bangsa Yahudi- telah dilebihkan atas segala umat (QS. 2: 47). Ayat ini tidak menunjukkan bahwa bangsa Yahudi menjadi bangsa yang lebih luhur dibanding bangsa lain selama-lamanya. Mereka yang dipuji Allah punya keluhuran adalah bangsa Yahudi pada masa Nabi Musa ‘alaihi al-salam (as).

Bangsa Yahudi menjadi unggul ketika mereka taat dan mengikuti ajaran Nabi Musa setelah dikejar dan dintimidasi oleh Fir’aun. Tapi, setelah mereka membangkang dan melakukan penyimpangan (tahrif), mereka dikutuk Allah. “Jadilah kamu kera yang hina, ” demikian firman-Nya pada Al-Baqarah: 65.

Inilah afirmasi Allah yang paling tegas kepada para pengkaji sejarah dan peradaban, bahwa bangsa Yahudi pasca Nabi Musa menjadi banga yang terhina, dicaci, dimusuhi dan diusir karena sikap dan perbuatannya yang menolak kebenaran dan rasis. Bangsa ini pada masa Hitler juga menjadi sasaran empuk.

Mitos yang dibesar-besarkan juga terjadi pada agama Kristen (Masehi), agama yang dianut hampir di semua negara benua Eropa, kendati benua ini tidak pernah melahirkan agama besar. Agama ini bermula di Antokia, Turki (Asia), kemudia menyebar di Isdkandaria, Mesir (Afrika).

Garaudy mengungkapkan, agama Masehi mengambil bahan dan tradisi Yahudi dan Yunani, negara tetangga terdekat Turki- dari hubungannya bangsa Timur. Selain itu, agama ini juga dipengaruhi oleh biksu-biksu Budha yang dikirim oleh Ashoka, seorang Maharaja India dari Dinasti Maurya (261 SM) sebelum lahirnya Nabi Isa as.

”Keturunan para biksu itu terdapat masyarakat Essena, dan mereka itu mempunyai pandangan-pandangan dan perilaku tang sangat mirip dengan panadangan serta perilkau masyarakat Gua Qumran atau masyarakat Injil Thomas yang ditemukan di Mesir, ” papar Garaudy, intelektual Muslim asal Perancis, yang pernah jadi atheis.

Sangat wajar bila kemudian Islam mengkritik peradaban, moral, dan keyakinan Yahudi, Kristen, dan tentunya Barat. Sebab, dalam pandangan Islam, kedua agama yang turut melahirkan peradaban Barat selama ini salah dan telah diselewengkan oleh para penganutnya.

* * * * *

Kendati kritik dan kebenaran Islam disampaikan ribuan tahun yang lalu oleh Nabi Muhammad dan para sahabatnya, lalu dilanjutkan generasi sesudahnya, tetap saja mereka tidak terima.

Seorang pentolan orientalis William Montogomerry Watt dalam bukunya “Islamic Fundamentalism and Modernity, menyatakan, ayat-ayat Al-Qur’an yang menuduh bangsa Yahudi melakukan perubahan kitab sucinya merupakan tuduhan paling serius. ”Namun tidak ada kejelas dan apakah yang dimaksud perubahan di sini adalah perubahan pada teks atau hanya pada makna, ” papar Watt.

Tapi, lanjut dia, ketidakpastian ini tetap tidak mengurangi kemanjuran dan kebenaran teori Al-Qur’an itu dalam menghadang Yahudi dan Kristen berdebat atau berdialog dengan umat Islam mengenai dasar Bibel.

Sungguh aneh dan tidak ilmiah bila di kemudian hari mereka tetap megaku sebagai agama yang benar. Karena mengetahui agama mereka salah, maka agar mendapat pengakuan kebenaran dari yang lain (Islam) merekapun menyebarkan paham semua agama benar (plularisme agama). (dina)

•••

686 hit

harga emasworld monitoralmanak 2026


Flash SIM Card Arab Saudi untuk Haji & Umrah | Kuota Internet
GPS Tracking untuk Android dan iPhone
MiTag Androind & iPhone | GPS Tracking
Air Zam Zam Kemasan 1 Liter

0600143947


Upah Minimum Provinsi (UMP) Sumatera Selatan Tahun 2026 [ detail ]

Rp3.942.963

Upah Minimum Kota (UMK) Palembang Tahun 2026 [ detail ]

Rp4.192.837

BI RATE


PERTALITE
Rp10.000

PERTAMAX
Rp16.650

PERTAMAX TURBO
Rp21.200

BIO SOLAR
Rp6.800

DEXLITE
Rp23.500

DEX
Rp25.350

BRIGHT GAS 12 KG
Rp230.000

BRIGHT GAS 5,5 KG
Rp111.000

Golongan Daya Listrik Tarif (Rp/kWh)
R-1 (Subsidi) 450 VA Rp415/kWh
R-1 (Subsidi) 900 VA Rp605/kWh
R-1 (Non-Subsidi) 900 VA Rp1.352/kWh
R-1 (Non-Subsidi) 1.300 VA – 2.200 VA Rp1.444,70/kWh
R-2 3.500 VA – 5.500 VA Rp1.699,53/kWh
R-3 ≥ 6.600 VA Rp1.699,53/kWh

5 responses to “Kebesaran Bangsa Yunani, Yahudi, dan Masehi Hanyalah Mitos”

  1. Avatar Wibisono Sastrodiwiryo

    Salam kenal Mas/Uda.

    Tulisan yang menarik. Sekedar ingin share tentang apa yang saya ketahui tentang kemajuan Barat adalah diawali pada masa renaisance. Renaisance bisa terjadi karena khazanah ilmu yang berasal dari ilmu filsafat dan logika Yunani klasik. Romawi hanyalah anak bawang ilmu pengetahuan karena sesunguhnnya Yunani yang memelopori semua konsep dasar.

    Justru berkembangnya Kristen di Eropa yang berpusat di Roma menyebabkan harta karun keilmuan bangsa Yunani tidak terungkap.

    Adalah kemudian Islam yang memiliki hasrat besar pada ilmu pengetahuan membuka semuanya. Berawal dari perpustakaan besar di Iskandariah Mesir kemudian semua perpustakaan di Roma dan Yunani di terjemahkan ke dalam bahasa Arab.

    Lantas bangsawan Eropa yang bodoh itu belajar ke universitas Islam di Spanyol pada masa kejayaan Islam di Spanyol. Kemudian oleh cendikiawan Islam seperti Ibnu Rusdi dan Ibnu Sina ilmu logika dasar dikembangkan dan dipakai oleh mahasiswa Eropa terus menuju Renaisance.

    Tradisi berilmu terus berkembang semenjak Renaisance di Eropa tapi malah surut di Islam. Jadi peran Islam sangat besar terhadap kemajuan kebudayaan Barat, tapi kelihatannya mereka enggan mengakuinya. Kini adalah tugas kita untuk mengejar ketertinggalan itu… bukan begitu mas?

  2. Avatar indera keenam

    Jika kita membicarakan budaya, kebudayaan, ataupun peradaban maka kita harus menganalisa komponen-komponen kebudayaan itu. Ada banyak indikator di dalamnya, seperti sosial, politik, hukum, ekonomi, pendidikan, kesehatan, militer, agaman, kesenian, dan sebagainya. Sehingga analisis mengenai kebudayaan sangat luas tidak hanya sekedar agama, karena agama hanya salah satu indikator saja diantara sekian banyak indikator.

    Jika ingin membanding-bandingkan satu kebudayaan dengan kebudayaan yang lain, maka sekup analisa menjadi sangat luas. Mungkin saudaraku berusaha untuk mengeneralisasi dari hanya satu komponen saja yaitu Keistimewaan Islam yang sebanding atau lebih unggul dibandingkan dengan seluruh komponen kebudayaan yang dimiliki Yunani, Romawi, Yahudi, Barat, dan lain sebagainya.
    Lantas bagaimana dengan kebudayaan Cina atau Jepang yang kebetulan saja indikator memiliki keagamaan tidak se “Ultranasional” seperti Islam atau Yahudi.

    Kebudayaan Yunani begitu besar, jauh sebelum ada kebudayaan Islam. Kebudayaan Mesir juga sangat besar, jauh sebelum kebudayaan Yunani. Kita semestinya “open Mind” (tanpa baju, tanpa status, tanpa prasangka ketika melakukan suatu analisis.

    Hormat saya

  3. Avatar Handsome

    Tulisan bodoh…..

  4. Avatar al-qobratul ahnaqonda
    al-qobratul ahnaqonda

    Ini blog sampah udik. Jika Yunani saja merupakan peradaban dongeng maka apalagi bangsa lain dan arab muslim yg msh baru? konyol lah kau.

  5. Avatar bonita
    bonita

    Tulisan ini merupakan tulisan dari orang yang tidak mengerti sejarah dunia sama sekali. Mitos yang benar dan sah itu kejayaan islam di Spanyol, nah itu baru kejayaan yang dikarang-karang para muslim untuk menyenangkan hati sendiri.

Tinggalkan Balasan



kembali ke atas

jembatan informasi kito


Embed Weather on Website with cuacalab.id

Jadwal Sholat Kota Palembang


Let's connect

Tulisan Terbaru

Tulisan Teratas

■■■ [dompet dhuafa] Satukan Solidaritas Bantu Palestina ■■■


Kenali Produk PT Pusri Palembang

Eksplorasi konten lain dari infokito

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca