Memasuki H-2, kondisi arus mudik mulai padat dan mendekati puncaknya. Puncak arus mudik di bandara SMB II Palembang terjadi pada H-2 kemarin (11/10). Dari pantauan di pintu keberangkatan dan kedatangan bandara SMB II penuh sesak dipadati kerumunan orang sejak pagi. Menurut General Manager PT Angkasa Pura II Palembang Resmi Wandi, arus mudik di bandara mencapai puncaknya pada H-2. Dia memperkirakan sedikitnya 6.000 orang pergi dan tiba di bandara SMB II. Dia memerinci jumlah kursi yang tersedia pada pintu kedatangan membludak mencapai 3.336 seat atau terisi rata-rata 99%.
”Pada hari ini (kemarin) kita telah menyiapkan 27 penerbangan, 25 penerbangan terjadwal dan dua pesawat tambahan. Pada arus mudik ini,semua kursi telah terisi,” kata Resmi, Kamis (11/10), kemarin. Dia menerangkan, Palembang sebagai tujuan arus mudik dari luar kota seperti dari Pulau Jawa sehingga arus kedatangan lebih banyak dibandingkan arus keberangkatan.
Menurut dia, dari pintu keberangkatan hingga H-2 penumpang mencapai 2.673 orang. ”Kursi yang terisi mencapai 80% dari jumlah yang tersedia 3.488 seat,” jelas dia. Saat ini pihaknya, memberikan kelonggaran penambahan jam terbang dari pagi hingga malam hari. Dia berharap, dengan adanya jadwal hingga penambahan malam hari tersebut, tentu juga pihaknya memberikan luas kepada airline yang beroperasi di SMB II.
Artinya mereka dapat menggunakan penambahan penerbangan dari pagi, siang, sore serta malam hari. Sebagai perbandingan, pada hari biasa penumpang bandara SMB II berkisar 2.300–2.500 orang. Untuk pemesanan tiket pada keberangkatan H-4 sudah penuh dikarenakan masyarakat telah mengantisipasi jauh-jauh hari.
”Pada tahun ini kita siapkan 28 personel dan pegawai tambahan pegawai biasa untuk dapat memonitor perkembangan lebaran. Selain itu disiapkan 5 posko mudik dari angkasa pura seperti di Kantor Angkasa Pura, kantor pemprov dan kantor pemkot,” jelas dia.
Sementara, di Jalan protokol di dalam Kota Palembang kondisi arus kian padat. Jumlah mobil pribadi, sepeda motor dan angkutan umum terjadi penumpukan terutama di sentra-sentra bisnis seperti mal, pasar, pusat perbelanjaan. Belum lagi arus kendaraan yang melewati simpang polda mengalami macet hingga puluhan meter akibat ada penyempitan jalan akibat proyek flyover yang telah ditinggal mudik sebagian besar kontraktornya.
Untuk di jalan Sudirman, Kapten A Rivai, Jalan Angkatan 45, Jalan Radial, Jalan kol Atmo, Jalan Veteran, Pasar 16 Ilir, Pusat perbelanjaan Mega Ria/JM Departement Store dan di perempat jalan dengan traffic light kondisi cukup macet terutama pada pagi dan sore hari. Bahkan siang hari arus lalu lintas kian padat.
Suasana di Dermaga Getek dan Speedboat di bawah jembatan Ampera pada H- 2, kemarin sudah dipadati penumpang yang hendak pergi ke kawasan Jalur Transmigrasi. Kepala Pengurus Dermaga Junaidi mengatakan, telah terjadi peningkatan yang tajam setelah memasuki H–3 lalu, dan kemarin merupakan puncaknya arus mudik melalui dermaga tersebut. Dermaga bawah jembatan Ampera ini melayani keberangkatan tujuan Makarti, Sugihan, Jalur 8 dan Pulau Gundul.
Dari pantauan suasana lalu lintas di perairan Sungai Musi Palembang sudah sangat ramai. Getek, Speedboat dan Kapal Motor Sungai dengan berbagai jenis meramaikan lalu lintas di Sungai Musi. Tidak hanya membawa penumpang, para Motor Sungai khusus yang memiliki lambung kapal lebih besar tampaknya penuh membawa bebagai kebutuhan di kawasan Jalur Transmigrasi.
Setiap hari puluhan Kapal Motor Sungai berangkat ke kawasan tersebut dengan membawa puluhan ton sembako dan kebutuhan lainnya. Untuk kelancaran dan kelancaran jalur lalu lintas perairan di Sungai Musi, Dinas Perhubungan Kota Palembang telah mengantisipasi dengan menyiagakan petugas untuk melakukan patroli.
Kasubdin ASDP dan Perkeretapian Dinas Dinas Perhubungan Kota Palembang Said Albar menyebutkan, Dishub juga telah memberikan jaket pelampung kepada pengemudi Speedboat. Selain itu, kata Said,pihaknya juga telah menempatkan beberapa rambu-rambu lalu lintas.
Memasuki H-2 kemarin, penumpang Kereta Api (KA) pun mengalami lonjakan yang diperkirakan mencapai 33% lebih dari jumlah penumpang hari sebelumnya (H-3) sebanyak 2.442 penumpang. Berdasarkan data kumulatif jumlah penumpang dari H-10 hingga H-3 total jumlah penumpang yang berhasil diberangkatkan melalui stasiun Kertapati mencapai 13.845 penumpang.
Pengawas Operasional dan Pemasaran (Wasi Ops Sar) Stasiun Kertapati Palembang Surya Mohammad mengatakan, kenaikan sebesar 50% lebih tersebut berdasarkan perhitungan hingga kemarin (H- 2) jumlah penumpang yang berhasil diberangkatkan mengalami kenaikan hingga mencapai 3.500 lebih dan diperkirakan akan terus bertambah pada malam harinya.
Direktur Lalu Lintas (Dir Lantas) Polda Sumatera Selatan (Sumsel) Kombes Didik Purnomo ditemui di sela-sela kesibukannya memantau sejumlah poskotis yang ada di Palembang mengatakan, hingga H-2 kemarin suasana lalu lintas di jalur utama Jalan Lintas Tengah (Jalinteng) dan Jalan Lintas Timur (Jalintim) masih lengang. Volume kendaraan yang melintas juga tidak mengalami peningkatan yang signifikan dibandingkan harihari biasa.
”Kita bersama Bapak Kapolda Irjen Pol Ito Sumardi baru saja melakukan pemantauan dari udara. Hasil pantauan itu tidak terlihat adanya kemacetan yang panjang terutama di jalur-jalur utama Jalinteng dan Jalintim. Volume kendaraan tidak jauh berbeda dengan hari biasa meskipun memang ada kenaikan jumlah kendaraan yang melintas. Sebenarnya justru yang terjadi kemacetan di jalan-jalan protokol yang ada di Palembang,” katanya. Kemacetan di dalam Kota Palembang dampak dari semakin tingginya volume kendaraan yang masuk dan melintas di jalan-jalan utama.
Kecamatan juga dipicu oleh banyak masyarakat yang memarkir kendaraan di badan sehingga memperkecil ruas jalan yang ada. Dia menjelaskan, situasi arus lalu lintas di Jalintim dan Jalinteng sangat lancar sehingga tidak mengganggu arus perjalanan mudik masyarakat, lancarnya situasi lalu lintas itu karena kondisi ruas jalan yang mulus dan cukup bagus.
”Namun demikian masyarakat diharapkan tetap waspada dan berhati-hati karena jika lalai akan mengakibatkan kecelakaan, terangnya. ”Saya ingin meralat apa yang disampaikan Pak Wakapolda Brigjen Pol Marsudhi Hanafi yang menyatakan hingga H-4 sudah terjadi 20 kasus kecelakaan dengan 17 orang tewas.Data yang benar,hingga H-4 telah terjadi 17 kasus dengan 9 korban tewas dan 4 luka berat,” ujarnya. (sindo)









![[Asy Syamailul Muhammadiyyah] Uban dan Semir Rambut Rasulullah SAW](https://infokito.blog/wp-content/uploads/2025/12/wp-1765125866195614023860891978010.jpg)
![[Asy Syamailul Muhammadiyyah] Cara Bersisir Rasulullah SAW](https://infokito.blog/wp-content/uploads/2026/08/be6149a6-8ba4-4cc1-980b-d9d2c0148971_169.jpeg)
![[Asy Syamailul Muhammadiyyah] Rambut Rasulullah SAW](https://infokito.blog/wp-content/uploads/2022/12/wp-1670064751787.jpg)








Tinggalkan Balasan