Menteri Agama Muhammad Maftuh Basyuni menjamin penyelenggaraan ibadah haji khususnya pemberian katering selama puncak haji di Arafah dan Mina lebih baik dibandingkan tahun lalu. ”Mengenai katering yang akan diberikan kepada para jamaah haji selama di Arafah dan Mina yang pertama harus dipahami bahwa langkah yang saya lakukan ini semata-mata untuk membayar kegagalan katering tahun yang lalu. Ini yang penting,” ujar Menag kepada Republika di rumah dinasnya Sabtu (24/11). Menag menegaskan, pihaknya sama sekali tidak mengingingkan peristiwa tahun lalu, terulang kembali. Menurut dia, perubahan pola makan karena ia telah mengamati sistem prasmanan pada jamaah haji plus. ”Biaya pun sama, jadi kualitasnya pun sama. Baik jamaah plus maupun jamaah biasa sama-sama membayar 250 riyal untuk makan di Armina.”
Dia menjelaskan bahwa prasamanan yang dimaksud berbeda dengan sistem serupa pada resepsi pernikahan. ”Nasinya jamaah bebas mengambil sedangkan lauknya diambilkan petugas.” Ini, kata dia, mirip pola di pesantren atau tentara. Dengan begitu tak butuh waktu sampai berjam-jam. Dengan pola itu, dia menjamin bahwa pola ini lebih baik dibanding memberikan nasi kotak karena khawatir basi. ”Nasi kotak biasanya lauk sudah ditutup selagi masih panas sehingga berpotensi basi,” kata Maftuh lagi.
Sementara itu, tim Pengawas Pelaksanaan Haji dari Komisi VIII DPR menilai, sejauh ini, penyelenggaraan awal-awal pelaksanaan haji Indonesia di tahun 1428 hijrian berjalan lancar. Hanya, ada beberapa hal yang perlu dibenahi lagi untuk penyelenggaraan di tahun depan, terutama masalah pemondokan, katering, kesehatan, dan penerbangan. Masalah-masalah inilah yang akan dibahas dalam Panitia Kerja (Panja) DPR Desember 2007 untuk pelaksanaan Ibadah Haji untuk tahun 1429 hijriah.
”Hal-hal itulah yang menjadi perhatian kita dari tim pengawas DPR. Meski sekarang berjalan lancar, kita tetap perlu melihat penerapan program yang ada. Ternyata, memang masih banyak yang perlu dibenahi untuk tahun depan,” kata Ketua Tim Pengawas Pelaksanaan Haji DPR, Said Abdullah di Madinah, Ahad (25/11).
Menurutnya, masalah-masalah itulah yang paling menyedot energi paling besar dalam pelaksanaan ibadah haji setiap tahunnya. Dia menegaskan, dengan anggaran pelaksanaan haji tahun ini sebesar Rp 68 miliar untuk Departemen Agama, dan Rp 102 miliar untuk Departemen Kesehatan, seharusnya semua program bisa lebih baik dari tahun lalu. Hanya, dalam pelaksanaan, ternyata malah timbul lagi masalah-masalah.
Untuk pemondokan dan penerbangan, tim pengawas menyarankan agar pemerintah melakukan peninjauan ulang terhadap beberapa kontrak yang sudah dilakukan, terutama ditujukan untuk tahun-tahun mendatang. ”Diharapkan, kita sudah mendapatkan kepastian kontrak pemondokan dan penerbangan untuk tiga tahun ke depan,” sambung Said. Sementara itu dilaporkan sudah 57 ribu jamaah Indonesia tiba di Tanah Suci dengan 142 kloter. Lima di antara jamaah itu meninggal di Tanah Suci. (dam/wed/mch/republika)










![[Haji 2026] Dikelola Resmi, Pembayaran Dam Jemaah Haji Indonesia Jadi Catatan Sejarah](https://infokito.blog/wp-content/uploads/2025/12/wp-17651238078967579517144181915436.jpg)









Tinggalkan Balasan