Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) bekerja sama dengan Pemkab Ogan Ilir (OI) membangun OI dengan pengembangan padi organik dan perumahan 1.000 unit.”Untuk pelaksanaan program tersebut, Dekopin OI akan menggandeng dunia perbankan untuk permodalan. Pemkab OI akan memfasilitasi penyediaan lahan persawahan, petani, pembiayaan program pengembangan padi organik, dan memfasilitasi pengadaan lahan untuk perumahan,” kata Ketua Dekopin Kab Ogan Ilir Sudarta Salman, di sela-sela acara sosialisasi program aksi Dekopin di Gedung Serbaguna Caram Seguguk, Indralaya, Kamis (1/11) kemarin.
Dia menjelaskan, pelaksanaan kerja sama tersebut merupakan bagian program aksi Dekopin bersama pemerintah daerah, gerakan koperasi, dan instansi terkait, untuk membantu peningkatan kesejahteraan masyarakat kecil. Pelaksanaan program aksi pengembangan padi organik akan dilaksanakan di atas lahan seluas 2.000 hektare pada 2008, melalui sistem pemupukan semprot dengan biaya sekitar Rp1 juta per hektare, yang tersebar di Kab OI.
Kegiatan tersebut bekerja sama dengan petugas penyuluh lapangan (PPL) dan petani melalui instansi terkait, dan program aksi pembangunan perumahan inti tipe 21 sebanyak 1.000 unit di lokasi bekas Tentara Masuk Desa (TMD) Pemulutan di seberang Daerah Milik Jalan (DMJ) batas Ogan Ilir dan Palembang sepanjang 6,5 km.
Sementara itu, Ketua Dekopin Pusat Adi Sasono mengharapkan, melalui program yang dilaksanakan tersebut, kesejahteraan masyarakat dapat meningkat, seperti melalui program pengembangan padi organik. ”Pengembangan program padi organik akan memacu produktivitas gabah kering panen, dari 3,5 ton per hektare menjadi 10 ton per hektare, yang otomatis meningkatkan pendapatan petani,” katanya.
Dia menambahkan, pemerintah juga harus dapat menstabilkan harga agar harga jual beras tidak jatuh, sehingga petani untung. Pengembangan perumahan, juga penting karena masyarakat membutuhkan perumahan. ”Pengembangan perumahan harus dilakukan dengan baik dan efisien, jangan seenaknya pemborong. Bahan bangunan batako dapat diefisienkan dengan membuat batako sendiri, dan perizinan perumahan agar dipermudah,” ungkapnya.
Sekretaris Daerah Kab OI Vikri Bastary mewakili Bupati OI menyambut gembira program Dekopin, dan diharapkan akan menjadi partner dalam memajukan daerah.
Kendala yang dihadapi pemerintah daerah sekarang dalam pembangunan, khususnya pengembangan koperasi, antara lain rendahnya SDM (sumber daya manusia), produktivitas dan daya saing, serta sarana akses dan partisipasi masyarakat.
Dalam kegiatan ini, dilakukan penandatanganan nota kesepakatan kesepahaman antara Ketua Dekopin daerah Ogan Ilir Sudarta Salman dan Bupati Ogan Ilir Mawardi Yahya,yang diwakili Sekda Ogan Ilir HM Vickri Bastary. (muhlis/sindo)











![[2026] Proyek Perluasan dan Pendalaman Kolam Retensi Simpang Polda](https://infokito.blog/wp-content/uploads/2018/07/logoagplg.jpg)









Tinggalkan Balasan