infokito

jembatan informasi kito


Waktu di Indonesia: WIB

Anjuran Mengawali Sesuatu dengan Basmalah

IndeksDownloadGaleriPromosiPranalaCari

Syeh Salim bin Sumair al-Hadromi berkata, ”بسم الله الرحمن الرحيم” artinya dengan perantara setiap nama dari nama-nama Dzat Yang Maha Tinggi, yang bersifatan dengan kesempurnaan perbuatan-perbuatan atau yang bersifatan dengan menghendaki perbuataan-perbuatan, aku menyusun [kitab] seraya mengharap barokah atau meminta pertolongan. Tafsiran basmalah ini adalah tafsiran yang dijelaskan oleh Syaikhuna ad-Dimyati dalam Khasyiah Ushul Fiqihnya.

Mushonnif, yaitu Syeh Salim bin Sumair al-Hadromi mengawali kitabnya dengan basmalah karena mengikuti al-Quran yang mulia, yang mana al-Quran juga diawali dengan basmalah, maksudnya, al-Quran diawali dengan basmalah saat al-Quran itu masih ada di Lauh Mahfdudz, atau setelah dikumpulkan dan diurutkan dalam mushaf. Adapun riwayat yang menyebutkan, “Yang pertama kali ditulis oleh al-qolam adalah kalimat, ‘Aku adalah Allah Yang Maha menerima taubat dan Aku akan menerima taubat hamba yang bertaubat,’” maka tulisan tersebut terdapat di tiang ‘Arsy.

Selain itu, Syeh Salim bin Sumair mengawali kitabnya dengan basmalah karena mengikuti dan mentaati perintah Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallama dalam sabdanya, “Sesungguhnya yang pertama kali ditulis oleh al-qolam adalah ‘بِسْمِ ٱللَّٰهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ’. Oleh karena itu, ketika kalian menulis sebuah buku maka tulislah basmalah di awalnya. Basmalah adalah kunci atau pembuka setiap kitab yang diwahyukan. Ketika Jibril turun menemuiku membawa wahyu basmalah, ia membacanya tiga kali dan berkata, ‘Basmalah adalah untukmu dan umatmu. Perintahkanlah mereka untuk tidak meninggalkan basmalah dalam semua urusan mereka, karena sesungguhnya aku tidak pernah meninggalkannya sekedip matapun semenjak basmalah diturunkan kepada bapakmu, Adam ‘alaihi assalaam. Begitu juga para malaikat tidak pernah meninggalkannya.’”

Dalam sebuah riwayat disebutkan, “Ketika kalian menulis sebuah kitab atau buku, maka tulislah basmalah pada permulaannya. Kemudian ketika kalian sudah menulisnya maka bacalah basmalah itu.”

Diriwayatkan dari Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallama bahwa beliau bersabda, “Berbuatlah seperti perbuatan Allah!” Tidak diragukan lagi bahwa kebiasaan perbuatan Allah adalah mengawali setiap Surat dalam al-Quran dengan basmalah kecuali Surat at-Taubat. Oleh karena itu, kita diperintahkan untuk mengawali melakukan perbuatan yang baik menurut syariat dengan basmalah.

Begitu juga, Syeh Salim bin Sumair mengawali kitabnya dengan basmalah karena mengamalkan hadis yang diriwayatkan oleh Abu Daud dan lainnya, yaitu:

Artinya: Setiap perkara yang baik menurut syariat yang karenanya tidak diawali dengan بِسْمِ ٱللَّٰهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ , maka perkara tersebut adalah abtar, atau aqtok, atau ajdzam.

Kata “بَال” dalam hadis di atas berarti kemuliaan, keagungan, keadaan, dan keadaan yang dinilai penting oleh Syariat. Sedangkan pengertian “dinilai penting oleh Syariat” adalah perkara yang dianjurkan atau diperbolehkan oleh syariat, sekiranya perkara itu tidak diharamkan karena dzatnya dan tidak dimakruhkan karena dzatnya. Oleh karena itu, basmalah tidak dianjurkan dalam perkara-perkara yang remeh atau hina, seperti menyapu kotoran hewan, dan tidak dianjurkan dalam dzikir yang murni (mahdoh), seperti dzikir Laa Ilaha Illa Allah.

Syeh Umairah berkata, lafadz ’البال’ juga bisa berarti ‘القلب’ atau hati. Oleh karena itu, seolah-olah perkara tersebut, karena kemuliaan dan keagungannya, telah menguasai hati orang yang melakukan perkara tersebut karena hatinya tengah dihadapkan dengan dan difokuskan pada perkara itu.

Lafadz ’فى’ dalam sabda Rasulullah ’فيه’ di atas memiliki arti sababiah berdasarkan pengqiasan dengan sabda beliau:

“Seorang wanita masuk ke dalam neraka sebab kucing [yang ia kekang dan tidak diberinya makan].” Wanita tersebut berasal dari Bani Israil.

Lafadz ’الأبتر’ berarti yang terpotong ekornya. Lafadz ’الأقطع’ berarti orang yang terpotong kedua tangannya atau salah satu dari keduanya. Lafadz ’الأجذم’ dengan huruf /ذ/ yang bertitik satu berarti yang terpotong tangannya. Ada yang mengatakan lafadz ’الأجذم’ berarti yang hilang jari-jarinya. Al-Barowi berkata, “Ajdzam adalah sebuah penyakit tertentu yang sudah terkenal.” Dalam hadis Kullu Amrin …dst di atas mengandung susunan tasybih al-baligh.

Arti hadis di atas adalah “Setiap perkara yang memiliki kemuliaan atau keagungan, atau setiap perkara yang dianjurkan dilakukan atau yang diperbolehkan dilakukan atau setiap perkara yang memiliki hati, yang sebab perkara tersebut tidak diawali dengan ’بسم االله الرحمن الرحيم’ maka perkara tersebut adalah seperti hewan yang terpotong ekornya, atau seperti manusia yang terpotong keduatangannya, atau seperti manusia yang hilang jari-jarinya, atau seperti manusia yang mengidap penyakit kusta, dalam artian bahwa perkara tersebut memiliki kekurangan dan cacat menurut syariat meskipun secara dzohir atau nampaknya, perkara tersebut telah terselesaikan.

Masalah basmalah telah diperselisihkan oleh ulama tentang apakah basmalah termasuk salah satu ayat dari al-Fatihah dan apakah termasuk salah satu ayat dari setiap Surat dalam al-Quran?

  • Menurut Imam Malik, basmalah tidak termasuk salah satu ayat dari al-Fatihah dan juga tidak termasuk salah satu ayat dari setiap Surat dalam al-Quran.
  • Menurut Abdullah bin Mubarok, basmalah termasuk salah satu ayat dari setiap Surat dalam al-Quran.
  • Menurut Imam Syafii, basmalah termasuk salah satu ayat dari al-Fatihah dan masih belum jelas dalam hal apakah termasuk ayat dari setiap Surat dalam al-Quran atau bukan termasuk darinya.

Sedangkan ulama tidak berselisih pendapat mengenai basmalah dalam Surat an-Naml. Mereka bersepakat bahwa basmalah dalam Surat an-Naml termasuk dari al-Quran.

Termasuk salah satu keistimewaan basmalah adalah ketika seseorang membacanya saat hendak tidur sebanyak 21 kali maka pada malam itu ia aman dari gangguan setan dan rumahnya aman dari pencurian, dan ia selamat dari mati secara mengagetkan dan mara bahaya lainnya. Demikian ini disebutkan oleh Ahmad Showi.

Wallahu a’lam

***Disadur dari Terjemah Kitab Kasyifah as-Saja Fi Syarhi Safinah an-Naja, Jilid 1; Ibnu Zuhri; Pondok Pesantren al-Yaasin; halaman 5-9

kembali ke atas | indeks pilihan | download


•••

4 hit

harga emasworld monitoralmanak 2026


Flash SIM Card Arab Saudi untuk Haji & Umrah | Kuota Internet
GPS Tracking untuk Android dan iPhone
MiTag Androind & iPhone | GPS Tracking
Air Zam Zam Kemasan 1 Liter

0600137768


Upah Minimum Provinsi (UMP) Sumatera Selatan Tahun 2026 [ detail ]

Rp3.942.963

Upah Minimum Kota (UMK) Palembang Tahun 2026 [ detail ]

Rp4.192.837

BI RATE


PERTALITE
Rp10.000

PERTAMAX
Rp16.300

PERTAMAX TURBO
Rp20.000

BIO SOLAR
Rp6.800

DEXLITE
Rp24.200

DEX
Rp25.750

BRIGHT GAS 12 KG
Rp220.000

BRIGHT GAS 5,5 KG
Rp106.000

Golongan Daya Listrik Tarif (Rp/kWh)
R-1 (Subsidi) 450 VA Rp415/kWh
R-1 (Subsidi) 900 VA Rp605/kWh
R-1 (Non-Subsidi) 900 VA Rp1.352/kWh
R-1 (Non-Subsidi) 1.300 VA – 2.200 VA Rp1.444,70/kWh
R-2 3.500 VA – 5.500 VA Rp1.699,53/kWh
R-3 ≥ 6.600 VA Rp1.699,53/kWh

Tinggalkan Balasan



kembali ke atas

jembatan informasi kito


Embed Weather on Website with cuacalab.id

Jadwal Sholat Kota Palembang


Let's connect

Tulisan Terbaru

Tulisan Teratas

■■■ [dompet dhuafa] Satukan Solidaritas Bantu Palestina ■■■


Kenali Produk PT Pusri Palembang

Eksplorasi konten lain dari infokito

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca