Meskipun motor baru, karena merupakan alat transportasi, maka tetap saja memerlukan serangkaian pengecekan. Sekurangnya terdapat 11 pengujian yang harus dilakukan setidaknya sepekan sekali melalui kegiatan sederhana.

Cek jumlah dan kekentalan oli
Setelah membuka stik kontrol, amati posisi oli pada strip. Pastikan tidak kurang dari garis bawah. Colek oli dan rasakan kekentalannya. Pada kegiatan ini juga akan ketahuan bila oli mengerak.
Suara dan putaran mesin
Biarkan mesin motor hidup sekira lima menit. Dengarkan bunyi mesinnya. Pastikan tidak muncul bunyi aneh, seperti ketukan keras atau tidak beraturan. Pastikan pula putaran mesin sekitar 1.500 rpm. Pada motor bebek dapat diperkirakan dengan suara mesin yang berjalan langsam.

Kondisi batere
Lakukan pengecekan air aki secara berkala. Garis batas bawah merupakan minimal air yang harus ada. Amati juga kondisi timah di dalamnya. Untuk aki yang dindingnya tidak transparan, pengecekan dapat dilakukan dari bagian atas dengan membuka semua penutupnya. Timah yang merenggang menjadikan aki tak lagi maksimal menyimpan listrik. Ada baiknya pengecekan voltase aki dilakukan dua bulan sekali di bengkel khusus aki.
Rem depan dan belakang
Rem pada bagian depan umumnya berupa cakram, periksa oli rem yang di reservoir, jangan sampai kurang dari garis bawah. Atur jarak tuas/pedal rem agar benar-benar pas. Perhatikan juga ketebalan kampas remnya pada cakram di depan. Sesekali lakukan pengujian kepakeman rem dengan melakukan pengereman mendadak.
Jeruji dan ukuran angin
Jeruji pada roda sangat berpengaruh pada kestabilan saat motor bergerak. Jika banyak yang kendor, ban akan terasa oleng. Lakukan pengujian dengan memukul perlahan jari-jari dengan menggunakan obeng. Jika suara terdengar sember berarti kendor. Kekencangan yang baik ditandai suara yang jernih (cling–cling). Secara berkala lakukan pula pengecekan tekanan angin pada ban. Roda depan ukuran 17, belakang 18.

Lampu dan sinyal
Ini adalah fungsi yang sangat penting bagi keselamatan. Pastikan semua lampu dan sinyal bekerja dengan baik. Perhatikan juga indikator pada speedometer seperti fuel meter, indikator oli samping juga sinyal sein.
Shockbreaker depan dan belakang
Peredam kejut atau shockbreaker depan menyerap getaran yang diterima roda depan. Bila kondisinya bagus, stang terasa stabil dan tidak melelahkan. Sementara peredam kejut belakang lebih berpengaruh pada kenyamanan berkendara. Cara mudah mengecek kondisi peredam kejut adalah dengan menggoyang motor dalam kondisi kedua rem ditekan. Ayunan yang baik tidak menyisakan suara dan bergerak teratur secara berpasangan.
Stang
Periksa kelurusan stang dan kekencangannya. Coba sedikit ditarik paksa untuk memastikan kemudi motor dalam keadaan baik.
Rantai
Kekencangan rantai harus distel. Bebas geraknya diatur sebesar 1~2 cm. Amati secara berkala dan bila terasa mengendur, segera bawa ke bengkel.
Aliran oli
Pelumas atau oli motor berfungsi mendinginkan, melumasi, sekaligus menjadi bantalan bagi komponen-komponen dalam mesin. Karenanya sirkulasi oli motor harus bekerja dengan baik. Pemeriksaan oli mengalir maksimal dapat diakali dengan membuka lubang oli lalu lakukan stater manual (kick starter). Bila oli terlihat memercik berarti pelumas mengalir dengan baik.
Filter udara
Filter udara harus dibersihkan dari kotoran agar udara yang masuk dalam kondisi bersih sehingga saat tercampur dengan bahan bakar akan terjadi pengapian maksimal. Bila semua pengujian ini dilakukan berkala, rasanya motor akan terjaga dalam kondisi prima. Jangan menunda perbaikan, bila ketika menguji didapati beberapa keanehan. ■ bid

Wallahu a’lam
***Disadur dari sebuah tulisan di Harian Republika Edisi Sabtu, 15 Agustus 2009, halaman 18
kembali ke atas | indeks pilihan | download










![[Haji 2026] Dikelola Resmi, Pembayaran Dam Jemaah Haji Indonesia Jadi Catatan Sejarah](https://infokito.blog/wp-content/uploads/2025/12/wp-17651238078967579517144181915436.jpg)









Tinggalkan Balasan