Para petugas satuan penanggulangan bencana alam/kebakaran (PBK) Kabupaten Musi Banyuasin mengeluhkan kurang lengkapnya sarana dan prasarana penunjang tugas mereka. Tak heran jika masalah itu sangat mengganggu kinerja petugas saat menanggulangi bencana khususnya kebakaran.
Kepala Subdinas Linmas & PBK M Afui Abubakar mengatakan, tugas dari Posko Penanggulangan Bencana Alam/Kebakaran Kabupaten Muba cukup berat karena mencakup 11 kecamatan di Muba yang jaraknya berjauhan. Bahkan sebelumnya kendaraan pemadam kebakaran yang dimiliki Posko PBAK sangat terbatas jumlahnya. Demikian dilaporkan harian SINDO.
”Tahun 2001 kita cuma punya satu mobil pemadam kebakaran, barulah di tahun 2007 kemarin ada penambahan yang signifikan hingga sekarang kita punya tujuh unit mobil pemadam,” katanya saat ditemui SINDO di kantornya Minggu (20/1) kemarin.
Selain keterbatasan kendaraan, kurangnya beberapa fasilitas lain juga menjadi kendala tersendiri dalam operasional mereka seperti belum adanya radio kontrol, perahu karet, dan baju anti api yang merupakan seragam wajib bagi para petugas pemadam kebakaran.
Afui menjelaskan, usulan mereka yang paling mendesak adalah tersedianya Posko penanggulangan bencana kebakaran di masing-masing kecamatan di Muba. Hal itu mutlak dibutuhkan, karena saat ini Posko yang dipusatkan di Sekayu akan sangat sulit menjangkau lokasi kebakaran yang berada jauh di wilayah kecamatan. ”Karena jarak antar kecamatan di Muba ini sangat jauh maka terkadang, ketika pasukan kita sampai di lokasi eh kebakarannya sudah padam,” ujarnya.
Selain itu kasus kebakaran di wilayah Muba menurut Afui didominasi oleh kebakaran hutan dan lahan. Dari Januari hingga Desember 2007 tercatat 86 peristiwa kebakaran dan 90% diantaranya adalah kebakaran lahan dan hutan.
”Kalau jelang musim tanam para petani atau pihak perkebunan biasa melakukan pembakaran lahan yang menyebabkan kebakaran, dan itu sangat menyulitkan kita,” keluhnya.
Sementara itu Kepala Dinas Kesbang dan Politik Rudi Syaiful Yasin sebagai lembaga yang menaungi Posko Penanggulangan Bencana Alam/Kebakaran mengatakan, walaupun belum ideal, namun dengan 35 personil yang ada saat ini dinilai masih mampu mencukupi untuk menangani bencana khususnya kebakaran yang terjadi di Muba. (CR-03/SINDO)










![[Haji 2026] Dikelola Resmi, Pembayaran Dam Jemaah Haji Indonesia Jadi Catatan Sejarah](https://infokito.blog/wp-content/uploads/2025/12/wp-17651238078967579517144181915436.jpg)









Tinggalkan Balasan