Warga Kecamatan Alang-Alang Lebar mengeluhkan kualitas air PT Adhya Tirta Sriwijaya (ATS). Pasalnya dalam beberapa waktu terakhir, airnya terlihat kotor dan mengeluarkan bau bahan kimia yang menyengat. Eddy, 25, warga Kompleks Maskarebet, Kelurahan Srijaya, Kecamatan Alang-Alang Lebar (AAL), mengungkapkan, air dari PTS tidak jernih dan mengeluarkan bau menyengat.
”Sudah lima bulan saya rasakan kualitas air yang tidak bagus,” ujarnya. Dia mengatakan, seluruh warga mengeluhkan kualitas air bersih itu khususnya di Blok A Kompleks Maskarebet.
”Kami juga mengeluhkan tagihan pemakaian air yang ditentukan tinggi, seperti tidak sesuai pemakaian. Bayangkan, harga tagihan sebulan biasanya Rp50.000, tetapi pada Juni lalu mencapai Rp200 ribu,” katanya.
Eddy menambahkan, warga menginginkan kejelasan mengenai kualitas air yang didistribusikan serta meminta pihak ATS memperjelas tagihan pemakaian air. Hal senada dikatakan Andi, 45, warga Kompleks Maskarebet. Dia membenarkan kualitas air PT ATS yang sering berwarna tidak jernih, dan berbau kaporit. Padahal, air itu dikonsumsi warga sebagai air minum sehari-hari.
”Kami takut bahan kimia itu mempengaruhi kesehatan. Banyak warga yang mengendapkan terlebih dulu sebelum dikonsumsi,” kata dia.
Menanggapi masalah itu, Kepala Bagian Teknik PT ATS Urip Anwar menjelaskan, permasalahan air keruh disebabkan pipa distribusi di kawasan tersebut mengalami kerusakan dan terdapat pipa distribusi yang bocor sehingga ada tanah yang terisap dan masuk ke dalam pipa.
”Kita sudah membersihkan pipa distribusi itu agar tidak mempengaruhi kualitas air,” ucapnya seraya menambahkan, penyebab lain kerusakan yakni ketika adanya pemadaman listrik secara mendadak dan berlangsung lama. Kondisi demikian sering merusak pipa distribusi.
Pemadaman secara mendadak juga sering menyulitkan operator, karena air yang masuk bercampur dengan bahan kimia sehingga menjadi tidak terkontrol. Pihaknya telah mengantisipasi kejadian tersebut, dan ATS tetap memperhatikan kualitas air yang didistribusikan ke pelanggan. Salah satu cara, yakni dengan mengadakan pemeriksaan rutin di Badan Teknik Kesehatan Lingkungan (BTKL) Kota Palembang.
”Selama ini, kualitas air bersih yang dihasilkan tidak berbahaya, berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium di BTKL setiap bulan,” tandasnya.
Ketika ditanya mengenai pembayaran rekening air yang meningkat, Urip mengaku masalah tersebut bukan wewenangnya, melainkan bagian keuangan. Namun, ATS tetap memberikan tagihan rekening setiap bulan kepada pelanggan. ”Jika pelanggan ingin menyampaikan keluhan, silakan datang ke ATS, dan pihak ATS telah menyediakan kartu pemeriksaan tagihan,” tuturnya. (hengky chandra agoes/SINDO)










![[Haji 2026] Dikelola Resmi, Pembayaran Dam Jemaah Haji Indonesia Jadi Catatan Sejarah](https://infokito.blog/wp-content/uploads/2025/12/wp-17651238078967579517144181915436.jpg)









Tinggalkan Balasan