Rencana PDAM Tirta Musi Palembang mengambil alih (take over) manajemen PT Adhya Tirta Sriwijaya (ATS) disambut baik pihak perusahaan. Meskipun begitu, pihak PT ATS meminta PDAM menempuh prosedur yang tepat.
Manajer Umum PT ATS Mugiarto mengatakan, pengambilalihan manajemen serta konsep jual beli merupakan hal yang umum dilakukan. Namun, saat ini pihaknya masih terikat kontrak kerja sama dengan pemerintah provinsi tentang pengelolaan air bersih untuk wilayah Talang Kelapa dan sekitarnya hingga 20 tahun ke depan.
”Kami tidak ingin wanprestasi melanggar nota kesepahaman ini. Permasalahan ini terlebih dahulu harus dibahas bersama antara ATS, Pemkot, Pemprov, dan PDAM,” kata Mugiarto Senin (11/2) kemarin. Dia menjelaskan, bila PT ATS di-take over, akan berpengaruh terhadap kinerja karyawan yang berjumlah 38 orang dan para pelanggan. Pasalnya, saat ini pelanggan yang telah dikelola ATS berjumlah 8.500 pelanggan dengan berbagai wilayah jaringan.
Distribusi ATS, mulai dari wilayah perumahan Talang Kelapa, Maskarebet, Talang Buruk, Sukarami hingga Kebun Bunga. ”Adanya take over bisa berdampak positif atau juga bisa berdampak negatif,” ujarnya.
Menurut Mugiarto, ketertarikan PDAM untuk mentake over PT ATS bukan dikarenakan kondisi keuangan atau kinerja PT ATS yang memburuk, tetapi terlebih untuk mengejar target PDAM dalam memenuhi sambungan pelanggan hingga 80% tahun 2008. Dari posisi keuangan, pada 2007 PT ATS membukukan keuntungan hingga Rp2 miliar dan dapat dikategorikan cukup baik.
”Kami melihat proses ini cukup panjang, tetapi kalau pemkot bisa melakukan lebih cepat, itu lebih baik. Hal ini akan berdampak positif bagi kinerja perusahaan,” imbuhnya.
Saat ini, PT ATS baru memiliki empat water treatment plant (WTP) skala kecil yang berlokasi di Talang Kelapa. Masing-masing memiliki kapasitas sedot, mulai dari 130 m/detik, 2 x 50 liter/detik, 20 liter/detik, hingga 10 liter/detik.
Sementara itu, Direktur Umum PDAM Tirta Musi Palembang Syaiful DEA mengaku tertarik untuk men-take over PT ATS. Pihaknya tengah mempersiapkan dana dan manajemen sehingga layanan akan lebih baik lagi. ”Kita siap untuk membelinya. Saat ini, dana yang tersedia sekitar Rp4-5 miliar,” katanya.
Namun, jelas Syaiful, yang terpenting bagaimana seluruh warga Kota Palembang dapat menikmati air bersih. Untuk itu, PDAM terus menambah boster di beberapa kecamatan. Saat ini, prioritas pengembangan investasi PDAM, selain di water treatment plant (WTP), baru AAL dan WTP Kertapati, juga di Kalidoni, IT II, dan Plaju.
”Kita targetkan pada tahun ini warga di Kec Alang-Alang Lebar dapat menikmati air bersih. Karena kita sudah membeli tanah seluas 6.000 m3 di Jalan Soekarno Hatta untuk dibangun boster,” ungkapnya.
Wali Kota Palembang Eddy Santana Putra mengungkapkan, saat ini pemkot dan PDAM tengah melakukan nego harga dengan PT ATS. Bila PT ATS ingin menjual Rp3-5 miliar, pemkot siap membeli. ”Kita siap beli. Saat ini, kondisi PDAM sangat baik,” ungkapnya. (siera syailendra/SINDO)



















Tinggalkan Balasan