infokito

jembatan informasi kito


Waktu di Indonesia: WIB

Warga di Bantaran Sungai Batanghari Pakai Air Bercampur Limbah

IndeksDownloadGaleriPromosiPranalaCari

Masyarakat korban banjir yang tinggal di bantaran Sungai Batanghari terpaksa mandi dan mencuci dengan air yang bercampur limbah karet dan rumah tangga. Akibatnya, sebagian warga mulai mengeluh gatal-gatal.

Terlihat sumur milik sebagian warga ikut kebanjiran air Sungai Batanghari. Padahal, air yang meluap telah bercampur dengan limbah pengolahan karet dari pabrik di sekitar permukiman. Demikian dilaporkan harian KOMPAS.

Pabrik-pabrik tersebut memang membuang sisa hasil pengolahannya di tepi-tepi jalan sekitar permukiman selama hampir setahun terakhir. Hal itu seiring munculnya larangan pemerintah setempat untuk membuang limbah karet ke sungai. Namun dampaknya, air yang menggenangi rumah warga tersebut menjadi berwarna hitam pekat dan berbau tidak enak.

“Sebenarnya jijik juga melihat air sudah pekat dan bau, tetapi mau bagaimana lagi? Untuk mandi saja, tidak mungkin kami harus beli air kemasan,” tutur Ida, warga Sejinjang.

Dia sendiri saat ini selalu mengonsumsi air kemasan untuk minum sehari-hari. Ida mengaku tak mampu mengeluarkan uang lebih banyak untuk memenuhi kebutuhan air bersih untuk mandi dan mencuci.

Dengan adanya luapan air Batanghari yang membanjiri sumur hingga airnya kotor dan bau, mau tak mau Ida tetap memanfaatkan air sumurnya. Tetapi dampaknya, hampir sepekan terakhir ini Ida mulai mengalami gatal-gatal.

“Bagaimana kulit tidak rusak kalau airnya bercampur limbah pabrik, pekat, dan bau,” ujarnya.

Hal senada diutarakan Maimunah, warga setempat. Anak Maimunah, Mawar (4), saat ini juga mengalami gatal-gatal pada kulit dan flu akibat banjir yang terjadi belum lama ini. (ITA/kompas)

•••

133 hit

harga emasworld monitoralmanak 2026


Flash SIM Card Arab Saudi untuk Haji & Umrah | Kuota Internet
GPS Tracking untuk Android dan iPhone
MiTag Androind & iPhone | GPS Tracking
Air Zam Zam Kemasan 1 Liter

0600143947


Upah Minimum Provinsi (UMP) Sumatera Selatan Tahun 2026 [ detail ]

Rp3.942.963

Upah Minimum Kota (UMK) Palembang Tahun 2026 [ detail ]

Rp4.192.837

BI RATE


PERTALITE
Rp10.000

PERTAMAX
Rp16.650

PERTAMAX TURBO
Rp21.200

BIO SOLAR
Rp6.800

DEXLITE
Rp23.500

DEX
Rp25.350

BRIGHT GAS 12 KG
Rp230.000

BRIGHT GAS 5,5 KG
Rp111.000

Golongan Daya Listrik Tarif (Rp/kWh)
R-1 (Subsidi) 450 VA Rp415/kWh
R-1 (Subsidi) 900 VA Rp605/kWh
R-1 (Non-Subsidi) 900 VA Rp1.352/kWh
R-1 (Non-Subsidi) 1.300 VA – 2.200 VA Rp1.444,70/kWh
R-2 3.500 VA – 5.500 VA Rp1.699,53/kWh
R-3 ≥ 6.600 VA Rp1.699,53/kWh

2 responses to “Warga di Bantaran Sungai Batanghari Pakai Air Bercampur Limbah”

  1. Avatar MantoJawa

    saya ingin riset pemanfaatan (bukan pemurnian) limbah karet cair yang berwarna hitam
    mungkin gagal, tapi saya kira berhasil, tapi saya tidak punya sampel dan dana

  2. Avatar sifa
    sifa

    berapa kadar limbah yg ada di DAS batanghari?

    persentase yang tercemar?

    Thx

Tinggalkan Balasan



kembali ke atas

jembatan informasi kito


Embed Weather on Website with cuacalab.id

Jadwal Sholat Kota Palembang


Let's connect

Tulisan Terbaru

Tulisan Teratas

■■■ [dompet dhuafa] Satukan Solidaritas Bantu Palestina ■■■


Kenali Produk PT Pusri Palembang

Eksplorasi konten lain dari infokito

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca