infokito

jembatan informasi kito


Waktu di Indonesia: WIB

Mahasiswa Ditembak di Tahanan, Keluarganya Ngadu ke Komnas

IndeksDownloadGaleriPromosiPranalaCari

Tubagus Noviarwan seorang mahasiswa di Palembang, Sumatera Selatan, tewas ditembak polisi di dalam tahanan. Keluarga Noviarwan pun mengadukan kejadian tersebut ke Komnas HAM dan Yayasan Lembaga Bantuan Hukum.

Noviarwan (21) yang tercatat sebagai mahasiswa Semester I Jurusan Akuntansi Universitas Indo Global Mandiri, Palembang dituduh polisi sebagai pencuri motor. Dia ditangkap polisi dari Polsekta VII Plaju pada tanggal 11 Februari 2008 di rumahnya Jl Ahmad Yani, Lorong Sikumbang No 24, Kelurahan 9/10 Ulu, Plaju.

Namun keesokan harinya, Noviarwan diketahui tewas akibat dianiaya di dalam tahanan dan mendapatkan luka tembakan. Merasa mendapatkan perlakuan tidak manusiawi, pihak keluarga, yaitu Litha Aprilianti, Marlin Adrian dan Sutrisman Dinah dengan didampingi LBH Palembang dan YLBHI mendatangi Komnas HAM, Jl Latuharhari, Jakarta, Jumat (22/2/2008) pukul 10.30 WIB.

Menurut Marlin Adrian, kakak Noviarwan, yang disesalkan pihak keluarga adalah tidak adanya informasi tentang keberadaan dan kondisi sang adik setelah ditangkap. “Kami sudah lapor ke Propam Polda dan hingga kini kami terus mendatangi semua lembaga hukum untuk menyelesaikan ini dan meminta keadilan,” katanya di kantor YLBHI, Jl Borobudur, Jakarta usai dari Komnas HAM.

Paman korban, Sutrisman Dinah menambahkan, keponakannya itu ditangkap polisi sekitar pukul 20.00 WIB di rumahnya, tanpa surat perintah penangkapan. Korban saat itu langsung dibawa ke Poltabes Palembang dan Komplek GOOr Jakabaring.

Pada pukul 00.00 WIB kakak korban, Marlin, mendatangi Polsekta VII Plaju menanyakan keberadaan Noviarwan. Namun dia tidak mendapatkan jawaban dan diminta datang keesokan harinya. Pukul 00.10 WIB, Lis Nurhayati, ibu korban, baru menerima surat penangkapan.

Alangkah kagetnya, pihak keluarga baru mengetahui Noviarwan telah dinyatakan meninggal dunia dan sudah berada di RSUP Mohammad Hoesin pada pukul 08.00 WIB. Lis menerima kabar anaknya meninggal dunia dari seorang anggota polisi bernama Briptu Sandre, yang mengatakan korban berada di kamar mayat setelah ditembak Kepala Unit Reserse Polsekta VII Plaju.

“Kami sangat terpukul dan kecewa dengan sikap polisi yang tertutup, apalagi berbuat tidak manusiawi. Padahal, Noviarwan tidak pernah berbuat kriminal atau disebut residivis,” ujar Sutrisman dengan nada sedih.

Sutrisman mengaku, sebelumnya Noviarwan dan dua rekannya terlibat perkelahian seru dengan tiga orang sebayanya. Saat terjadi perkelahian itu, kedua kelompok yang berkelahi ini menggunakan kendaraan motor.

“Saya tidak tahu penyebab perkelahian, tapi itu terjadi di tempat ramai. Kalau mencuri, pasti dia dipukulin orang sekampung, ini tidak,” tandasnya.

Pihak Komnas HAM yang diwakili oleh komisioner Nur Kholis, Jhonny S Simanjuntak, dan Syafruddin Ngulma Simeuleu berjanji akan menyurati pihak Polda Sumsel dan Poltabes Palembang untuk menanyakan kasus yang ditanganinya itu. Komnas HAM meminta agar pihak kepolisian bisa merespon suratnya pada waktu 10 hari ke depan. [detik/infokito]

15 hit

harga emasworld monitoralmanak 2026


Flash SIM Card Arab Saudi untuk Haji & Umrah | Kuota Internet
GPS Tracking untuk Android dan iPhone
MiTag Androind & iPhone | GPS Tracking
Air Zam Zam Kemasan 1 Liter

0600137768


Upah Minimum Provinsi (UMP) Sumatera Selatan Tahun 2026 [ detail ]

Rp3.942.963

Upah Minimum Kota (UMK) Palembang Tahun 2026 [ detail ]

Rp4.192.837

BI RATE


PERTALITE
Rp10.000

PERTAMAX
Rp16.300

PERTAMAX TURBO
Rp20.000

BIO SOLAR
Rp6.800

DEXLITE
Rp24.200

DEX
Rp25.750

BRIGHT GAS 12 KG
Rp220.000

BRIGHT GAS 5,5 KG
Rp106.000

Golongan Daya Listrik Tarif (Rp/kWh)
R-1 (Subsidi) 450 VA Rp415/kWh
R-1 (Subsidi) 900 VA Rp605/kWh
R-1 (Non-Subsidi) 900 VA Rp1.352/kWh
R-1 (Non-Subsidi) 1.300 VA – 2.200 VA Rp1.444,70/kWh
R-2 3.500 VA – 5.500 VA Rp1.699,53/kWh
R-3 ≥ 6.600 VA Rp1.699,53/kWh

4 responses to “Mahasiswa Ditembak di Tahanan, Keluarganya Ngadu ke Komnas”

  1. Avatar RETORIKA-1000DS

    memalukan 😕

  2. Avatar tedi.T
    tedi.T

    tidak profesional.itulah akibatnya kalau yang jadi polisi waktu tes masuk karena nyogok. dan yang masuk polisi itu memang karena tidak ada jalan lain. ndaftar kemana-mana ngak diterima kebetulan orang tua punya diut .rata-rata begitu

  3. Avatar alina
    alina

    kejar terussss.. kl pun si korban benar2 brsalah atas tindak kriminalnya hukaman nya ga akan smpai tembak dikepala donk… apalagi kl baca dr beritanya belum jelas ksalahannya apa,.,. Tolong dunk Pak Polisi PROSEDUR ny dibenahi, teruss tindakan untuk si OKNUM diPERTEGAS… kl pun si korban adalah adik saya, saya akan kejar terussss tuh siOKNUM sampe ke ketiak ibu nya….

  4. Avatar chiko

    anak k*mp*ng polisi yang nembak itu ……. memang di mano – mano polisi itu makan haram …. paling sikok dua yang jujur .. itu pun kalau masih ado…polisi memang pecak la hebat nian …… mentang – mentang pakek seragam … sekendak dio bae… aku dak kenal samo korban , tp aku prihatin samao beliau …. dugaan dio maling motor … walaupun dio bener maling motor ,… dak seharusnyo dio di hukum sekejam itu … paling hargo motor 20 jutaan. oi..polisi kalau kau memang melawan nian …. tangkep koruptor yang maling duit negara miliyaran … kalu koruptor pantes di tembak …. tap kalu korban … sangat dak pantes…..

Tinggalkan Balasan



kembali ke atas

jembatan informasi kito


Embed Weather on Website with cuacalab.id

Jadwal Sholat Kota Palembang


Let's connect

Tulisan Terbaru

Tulisan Teratas

■■■ [dompet dhuafa] Satukan Solidaritas Bantu Palestina ■■■


Kenali Produk PT Pusri Palembang

Eksplorasi konten lain dari infokito

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca