Berdasarkan hasil penelitian Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Korwil Sumsel dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Yayasan Intan Maharani (YIM) Palembang, sebanyak 90% remaja Kota Palembang pernah berhubungan seks.
“Penelitian ini dilakukan selama 1 tahun 4 bulan, dimulai pada 2007 hingga Januari 2008 melalui hasil konsultasi yang dilakukan kepada kelompok generasi muda risiko tinggi di beberapa wilayah, yakni Bukit Besar, Plaju, rumah susun, Sukarami, Sekip, dan wilayah Kampus,” ujar Syahri Direktur YIM Palembang kemarin.
Dia menjelaskan, dari enam wilayah tersebut, terdapat 1.300 responden pelajar, mahasiswa, dan remaja yang memiliki hobi dunia gemerlap (dugem) telah melakukan hubungan seks. “Usia yang rentan melakukan hubungan seks tersebut sekitar umur 14–24 tahun,” ungkapnya.
Selanjutnya, kata Syahri, berdasarkan hasil penelitian ini, pihaknya akan melakukan paparan kepada anggota Dewan Sumsel untuk mengambil langkah mengantisipasi permasalahan tersebut.
“Diharapkan adanya kemauan (goodwill) antara semua pihak untuk menyelesaikan masalah tersebut. Apalagi, permasalahannya terselubung sehingga hanya sedikit yang mengetahui permasalahan sebenarnya,” tegasnya.
Ketua Bidang Koordinasi Komisi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumsel Mgs H M Yunus Umril menegaskan, hampir 50% remaja Palembang berkelakuan baik di tingkat pelajar dan mahasiswa telah melakukan hubungan seks sebelum menikah.
“Hal ini menjadi salah satu penyebab maraknya kegiatan praktik aborsi. Harus diambil sikap dan tindakan untuk menyelesaikan semua permasalahan tersebut, bukan hanya tugas MUI,” tandasnya kemarin. (hengky chandra agoes/SINDO)










![[Haji 2026] Dikelola Resmi, Pembayaran Dam Jemaah Haji Indonesia Jadi Catatan Sejarah](https://infokito.blog/wp-content/uploads/2025/12/wp-17651238078967579517144181915436.jpg)









Tinggalkan Balasan