Mengantisipasi datangnya hari raya Desember 2007 yaitu Idul Adha, Natal, dan Tahun Baru, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Palembang terus melakukan monitoring terhadap harga kebutuhan pokok di pasar-pasar tradisional.Pasalnya, menjelang hari raya biasanya akan berimbas pada naiknya harga-harga kebutuhan pokok. Kepala Disperindag Kota Palembang Wantjik Badaruddin melalui Kasubdin Perdagangan Yustianus mengatakan, pihaknya rutin melakukan pemantauan di pasar-pasar tradisional seperti Pasar Cinde, Pasar KM 5, dan pasar 16 Ilir setiap hari. Apabila terjadi perubahan harga di pasaran, baik itu kenaikan atau penurunan harga kebutuhan pokok di pasaran, pihaknya akan segera mengetahuinya.
”Berdasarkan hasil pemantauan kita, saat ini belum terjadi kenaikan harga kebutuhan pokok,” ujarnya. Bahkan, jelas Yustianus, saat ini harga kebutuhan pokok cenderung mengalami penurunan, seperti harga gula yang sebelumnya seharga Rp6.500 per kg menjadi Rp6.200. Kalaupun terjadi kenaikan, saat ini kemungkinan hanyalah disebabkan oleh keadaan situasional yang terjadi di pasaran.
Karena kebutuhan masyarakat pada akhir tahun cenderung mengalami peningkatan, di saat itulah dimanfaatkan oleh pedagang untuk bermain harga guna mendapatkan keuntungan yang lebih. Kepala Dinas Pertanian Kota Palembang Sri Dewi Titisari mengatakan, menjelang hari raya kurban, Kota Palembang memiliki persediaan daging yang cukup. ”Dalam sehari kita siapkan pemotongan sapi sebanyak 60 ekor, stok kita cukup,” ujarnya. Mengenai tingginya permintaan sapi menjelang Idul Adha, menurut Titi, pihaknya tidak mengalami kendala dengan hal tersebut. (berli zulkanedi/sindo)










![[Haji 2026] Dikelola Resmi, Pembayaran Dam Jemaah Haji Indonesia Jadi Catatan Sejarah](https://infokito.blog/wp-content/uploads/2025/12/wp-17651238078967579517144181915436.jpg)









Tinggalkan Balasan