2 Desember 1956
Revolusi Fidel Castro Dimulai
Tanggal 2 Desember memiliki sejarah tersendiri bagi Fidel Castro dan revolusi Kuba yang dipimpinnya. Saat itu, Kuba dikuasai oleh rezim Jenderal Fulgencio Batista yang despotik dan korup. Sebelumnya, pada 26 Juli 1953, Castro juga pernah melakukan perlawanan, namun mengalami kekalahan dan dia dijebloskan ke penjara presidio modelo di Isla de Pinos. Perlawanan ini ditandai dengan penyerbuan Barak Moncada oleh ratusan gerilyawan bersenjata. Banyak korban berjatuhan dalam pertempuran ini.
Dua tahun kemudian, yaitu tahun 1955, karena adanya tekanan dari para pimpinan sipil yang beroposisi, Castro dibebaskan dari penjara dan dibuang ke Mexico. Selama mas pembuangan ini, Castro juga bertemu dengan Ernesto “Che” Guevara, yang ikut mendukung perjuangan mereka. Para revolusioner Kuba ini dididik oleh Alberto Bayo, seorang pimpinan militer dalam perang sipil di Spanyol.
Pada tanggal 2 Desember 1956, Castro dan 82 pasukannya mendarat di Kuba dan melakukan perlawanan gerilya di pegunungan Sierra Maestra, sebelah tenggara Kuba. Banyak pasukan yang terbunuh, hanya sedikit yang bisa menyelamatkan diri. Diantara mereka yang selamat yaitu Fidel Castro, Ernesto ‘Che’ Guevara, Camilo Cienfuegos, and Raúl Castro, yang menjadi penggerak utama pergerakan.
Dari tahun 1956 hingga pertengahan tahun 1958, perjuangan Castro, yang dibantu oleh Frank País, Ramos Latour, Huber Matos, dan lainnya, mulai menunjukkan hasil. Pasukan-pasukan Batista yang ditempatkan di pegunungan Sierra Maestra dapat dikalahkan. Dalam perang La Plata, yang berlangsung dari 11 hingga 21 Juli 1958, pasukan Castro berhasil mengalahkan pasukan Batista.
Kemenangan demi kemenangan berhasil diraih pasukan Castro. Kota Guisa, Maffo, Contramaestre, Central Oriente, daratan Cauto berhasil ditaklukkan. Menyusul kota Yaguajay dan Santa Clara. Kekalahan-kekalahan ini menyebabkan Batista panik. Batista akhirnya kabur ke Republik Dominika pada tanggal 1 Januari 1959. Pasukan Revolusioner pimpinan Guevara and Cienfuegos memasuki ibukota Havana pada 2 Januari 1959. Castro sendiri baru tiba di Havana pada 8 Januari 1959.
Castro kemudian mengambil alih kekuasaan dan aksi poliknya yang pertama adalah menasionalisasi industri-industri Kuba yang sebelumnya dikuasai AS. Perlawanan Castro melawan AS inilah yang menyebabkan Kuba dijatuhi embargo dan blokade ekonomi oleh AS. Pada tanggal 2 Desember 1976, Castro diangkat sebagai presiden dan kemudian ia mengangkat diri sebagai presiden seumur hidup. [triyono-infokito]



















Tinggalkan Balasan