infokito

jembatan informasi kito


Waktu di Indonesia: WIB

Masjid Nabawi Rencananya akan Dibuka 24 Jam

IndeksDownloadGaleriPromosiPranalaCari

Inilah kebijakan baru Kerajaan Arab Saudi menyambut musim haji tahun 1428 Hijriah atau 2007 Masehi. Jika sebelumnya Masjid yang di bagian belakang terdapat Makam Rasulullah SAW ini hanya ditutup enam jam pada malam hari, maka pada musim haji kali ini, Masjid dibuka 24 jam penuh setiap hari. Kebijakan ini tentu memudahkan jamaah haji yang ingin berziarah dan beribadah di Masjid Nabawi.

Kebijakan memang baru diberlakukan pada tahun ini. Pada tahun-tahun sebelumnya, dengan berbagai pertimbangan, termasuk pertimbangan keamanan, semua pintu masuk Masjid Nabawi ditutup dari pukul 22.00 hingga pukul 03.00 Waktu Arab Saudi (WAS). 

Mish’al bin Salim, salah seorang petugas penjaga pintu Masjid Nabawi, membenarkan adanya peraturan baru tersebut. Menurutnya, sejak tahun ini Masjid Nabawi akan dibuka 24 jam setiap harinya pada bulan Ramadhan serta pada musim haji.

Namun demikian, Kata Mish’al, tidak semua pintu masjid dibuka pada tengah malam. ”Hanya pintu 1 dan pintu 2 yang dibuka, selain itu akan ditutup,” kata dia kepada wartawan yang bergabung dalam Media Center Haji (MCH). Jamaah yang datang dari arah pintu lainnya, kata dia, silakan memutar jika ingin masuk masjid.

Pintu 1 dan pintu 2 adalah pintu mengakses Masjid Nabawi paling dekat dengan posisi makam Nabi Muhammad dan Raudhah. Kebijakan baru itu disambut baik oleh petugas pelayanan haji. Sekretaris panitia penyelenggara ibadah haji (PPIH) Indonesia untuk daerah kerja (Daker) Madinah, Mucholi Djimun, mengatakan dengan adanya kebijakan baru tersebut diharapkan para jamaah calon haji tidak perlu lagi perlu berebut masuk.

Semua calon jamaah haji dari Indonesia, sebelum diantar ke Makkah untuk berhaji, terlebih dahulu akan diinapkan di Madinah selama sembilan hari untuk memberi kesempatan melakukan arba’in (shalat berjamaah 40 waktu berturut-turut di Masjid Nabawi), mengunjungi makam Nabi Muhammad dan mengunjungi Raudhah, serta berziarah di Baqi dan tempat-tempat bersejarah lainnya.

Mucholi memaparkan pada tahun-tahun sebelumnya, sejak tengah malam puluhan ribu jamaah selalu berjubel di depan pintu masjid meski masih ditutup. Hal itu dilakukan untuk mendapat tempat di dalam Masjid Nabawi. Beberapa tahun terakhir musim haji bertepatan dengan musim dingin di Madinah sehingga kondisi ini sering menggangu kesehatan jamaah.

”Biasanya mereka akan menunggu berjam-jam di pelataran masjid dalam cuaca sangat dingin. Tidak sedikit yang sakit karenanya. Dengan kebijakan baru ini, diharapkan jamaah menjadi lebih longgar waktu dan tempatnya untuk memasuki masjid, tanpa perlu berdesakan,” ujarnya.

Kebijakan untuk membuka Masjid Nabawi di Madinah selama 24 jam penuh pada musim haji tahun ini disusul dengan perluasan ruang shalat untuk jamaah perempuan dan juga kesempatan untuk memasuki Raudhah selepas Isya bagi kaum Hawa.

Abdul Wahid Hattab, juru bicara Kepresidenan Pengelola Masjid Nabawi, mengatakan rencana itu diberlakukan pada musim haji kali ini dengan berbagai pertimbangan. Yang pertama adalah jamaah wanita cukup banyak sehingga bisa mengurangi kepadatan arus menuju Raudhah.

Dia juga mengatakan Raudhah adalah lokasi amat istimewa yang berada di tengah Masjid Nabawi. Area Raudhah itu mencakup jarak antara makam Rasul SAW dan Mimbarnya yang berada di tengah Masjid. Dalam Islam, Raudhah menempati posisi istimewa karena Rasul bersabda bahwa wilayah antara rumah dan mimbarnya adalah taman surga yang jika seoarang Muslim berdoa, maka tidak ada lain bagi Allah kecuali mengabulkannya.

”Pada waktu puncak, area Raudhah untuk perempuan juga diperluas,” kata Hattab sebagaimana dikutip dari Arab News edisi Sabtu (17/11). Presiden Pengelola Masjid Nabawi membuka kesempatan bagi kaum perempuan untuk masuk Raudhah selepas Isya menyusul perluasan operasional Masjid Nawabi menjadi 24 jam sehari.

”Kami memang membuka ziarah untuk malam hari bagi kaum perempuan,” kata Hattab lagi. Waktu ziarah ke Raudhah untuk perempuan adalah selepas Isya hingga pukul 12.00 dini hari. Sedangkan, sebelumnya ziarah ke Raudhah dan Makam Rasul bagi kaum Hawa diperkenankan pada pukul 07.00-11 pagi waktu Madinah dan selepas Zuhur mulai pukul 01.30-03.00 sore waktu Madinah.

Musim haji tahun ini akan ada 440 petugas lelaki dan 450 petugas perempuan yang bekerja sebagai supervisor di lingkungan Masjid Nabawi. Sedangkan untuk pemeliharaan dan kebersihan pekerja yang terlibat mencapai 2.800 orang. Mengenai akomodasi untuk jamaah haji berkebutuhan khusus, menurut Hattab, ada lift serta ruang khusus untuk mereka termasuk penerjemah bahasa untuk jamaah dari penjuru dunia. Hattab menyebutkan terdapat 2 ribu kursi roda untuk jamaah haji yang tersedia di Pintu nomor 7.

Kadija, staf pengelola Masjid Nabawi, mengajak jamaah untuk tiba di Masjid Nabawi sebelum shalat dan meninggalkan masjid setelah waktu shalat untuk mengurangi kepadatan di jalur pejalan kaki dan menghindari terjadinya pengumpulan massa yang begitu besar. Dia juga mengingatkan jamaah untuk tidak membawa tas dan barang terlalu besar dan banyak ke dalam masjid.

”Silakan tinggalkan handphone, kamera dan makanan di luar masjid,” kata dia. Ada locker yang bisa digunakan jamaah untuk menyimpan barang tersebut di bagian depan masjid. Dengan terlebih dahulu menyimpan kamera dan handphone di locker menurut dia, pemeriksaan pun menjadi lebih mudah. [mch/tid/rep]

109 hit

harga emasworld monitoralmanak 2026


Flash SIM Card Arab Saudi untuk Haji & Umrah | Kuota Internet
GPS Tracking untuk Android dan iPhone
MiTag Androind & iPhone | GPS Tracking
Air Zam Zam Kemasan 1 Liter

Tinggalkan Balasan



kembali ke atas

jembatan informasi kito


Embed Weather on Website with cuacalab.id

Jadwal Sholat Kota Palembang


Let's connect

Eksplorasi konten lain dari infokito

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca