Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dan Pemerintah Kota Palembang menganggarkan dana sebanyak Rp 5 miliar untuk kegiatan promosi dan periklanan program Visit Musi 2008. Sejumlah pengamat pariwisata menilai hal tersebut kurang tepat, karena seharusnya pemerintah lebih memprioritaskan penggunaan dana untuk membangun kesiapan di tingkat internal.
Menurut Wakil Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Palembang Didi Mardieno Yunada, Kamis (29/11) di ruang kerjanya, dana sebanyak itu digunakan untuk kepentingan belanja iklan sebanyak Rp 4,5 miliar dan kepentingan promosi internal sebanyak Rp 500 juta.
“Khusus untuk dana belanja iklan dan promosi ini dialokasikan sekitar 25 persen dari total anggaran Visit Musi 2008. Kami melihat salah satu tolok ukur keberhasilan adalah dari iklan dan promosi ini,” kata dia.
Mengenai program promosi, lanjut Didi, sudah difokuskan ke wilayah Sumatera bagian selatan serta di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya. Bentuk promosi ini antara lain pemasangan baliho, poster, dan iklan, pada tempat- tempat publik. Kawasan yang menjadi pusat pemasangan misalnya di bandara, terminal, dan tempat publik lainnya.
Secara keseluruhan, Didi menjelaskan, program Visit Musi 2008 terdiri dari 61 unit kegiatan yang bersifat internasional, nasional, dan regional. Beberapa kegiatan unggulan misalnya, bersifat internasional, seperti lomba triathlon, lomba memancing, dan aero-modelling.
“Sedangkan kegiatan nasional misalnya Festival Sriwijaya. Sedangkan untuk kegiatan regional difokuskan pada festival seni-budaya yang ada di masing-masing kabupaten-kota,” kata Didi.
Menurut pengamat pariwisata sekaligus staf pengajar Unsri Syamsurijal, pemerintah seharusnya lebih memprioritaskan pada penanganan internal, bukannya memboroskan dana untuk iklan dan promosi.
Dan mencontohkan kondisi air Sungai Musi yang saat ini justru keruh. Hal itu menunjukkan tidak ada perhatian terhadap obyek wisata.
“Kalau pemerintah mau serius, benahi juga Sungai Musi. Kalau perlu, semua kotoran dan sampah yang berasal dari aliran hulu dibersihkan,” tutur dia. (ONI/kmps)










![[Haji 2026] Dikelola Resmi, Pembayaran Dam Jemaah Haji Indonesia Jadi Catatan Sejarah](https://infokito.blog/wp-content/uploads/2025/12/wp-17651238078967579517144181915436.jpg)









Tinggalkan Balasan