infokito

jembatan informasi kito


Waktu di Indonesia: WIB

Melongok Dapur Katering Madinah

IndeksDownloadGaleriPromosiPranalaCari

Wangi harum masakan gulai daging menyergap dari pintu bagian belakang salah satu kompleks gedung di Haraj, dekat Kawasan Jabal Uhud, Madinah Arab Saudi. Aroma itu makin kuat saat pintu dibuka. Udara panas pun seolah menyergap wajah.

Kami berkesempatan mengunjungi dapur salah satu pengelola katering bagi jamaah Indonesia selama di Madinah. Di ruangan seluas 10×10 meter persegi itu koki menyiapkan makanan untuk jamaah yang sedang berarbain

Perusahaan itu bernama Al Muttahidah, salah satu penyokong dari United Catering yang dikontrak pemerintah Indonesia untuk memasok 37 ribu jamaah. Al Muttahidah memasok untuk 10 ribu porsi. Siang hari, Al Muttahidah memasak untuk 10.250 bungkus nasi. Tapi jangan bayangkan nasi bungkus sebagaimana di Tanah Air yang dibungkus kertas coklat biasa. Bungkusnya adalah alumunium foil. Sedangkan, untuk malam Al Muttahidah menyiapkan 10.050 bungkus.

”Rata-rata memang jumlah yang sama. Tapi bervariasi tergantung laporan kebutuhan makanan yang disediakan,” kata Muktamil, koordinator pelaksana katering di dapur perusahaan itu. Makanan diberikan dua kali sehari yakni siang dan malam.

Menunya nasi putih, lauk-pauk, dan sayuran. Di tempat terpisah, ada kerupuk, buah, dan air minu kemasan. Jangan tanya jumlah bahan mentahnya. Kata Muktamil, untuk makan siang, butuh beras 1,25 ton, daging ayam 1,5 ton, atau daging sapi 1 ton, sayuran berbagai jenis masing-masing satu ton. Bumbu-bumbu menyesuaikan. Al Muttahidah mempekerjakan 50 orang yang umumnya berasal dari Indonesia.

Di kawasan itu juga ada Haidery for Catering yang memasok untuk 25 ribu jamaah Indonesia. Perusahaan ini punya alat modern pengemas makanan sehingga dalam satu jam, 2.500 makanan siap dikemas alumunium foil. ”Dengan alat itu, kami sangat terbantu, terlebih lagi, kami harus mulai mendistribusikan makanannya pada pukul 09.00 WAS untuk makan siang, dan pukul 16.00 WAS untuk makan malam,” ujar salah satu pengelola perusahaan ini ketika menyambut kunjungan Tim Pengawas Haji Indonesia dari Komisi VIII DPR, beberapa waktu lalu.

Selain dua perusahaan itu, ada sekitar delapan lagi yang memasok kebutuhan makanan jamaah Indonesia. Contohnya, Patani melayani 15 ribu jamaah. Kesepuluh perusahaan katering itu dikontrak untuk memenuhi konsumsi sebanyak 194 ribu jamaah ONH Biasa.

Menurut Ketua Tim Pengawas Haji Indonesia, Said Abdullah, yang perlu diperhatikan dalam masalah katering adalah soal pemenuhan tuntutan yang disampaikan masyarakat atas penyediaan katering. Yang menjadi dasar dan persyaratan pemilihan katering adalah yang berkisar harga 250-260 riyal, rasa khas Indonesia, mempekerjaan tenaga kerja Indonesia, bumbu-bumbu yang cukup, dan tak memonopoli.

”Semua itu, saya lihat, cukup terpenuhi persyaratannya. Hanya, yang menjadi persoalan klasik dalam katering adalah distribusinya. Kita sudah mintakan hal ini untuk secepatnya diatasi,” paparnya. Rombongan tampak cukup puas dengan kondisi katering di Madinah. Hanya, masalah yang kemudian mencuat akhir-akhir ini membuat para anggota dewan berharap agar pemerintah berpikir ulang adalah teknis katering selama di Arafah dan Mina.

Berdasarkan kontrak yang sudah ditandatangani pemerintah Indonesia dengan pengelola katering, penyajian makanan dalam sistem prasmanan, bukan nasi kotak. Menurut Tim, prasmanan mungkin bisa diterapkan di Arafah namun sulit untuk Mina. Kalau pun pemerintah tetap dengan bunyi kontrak semula, ”Kami meminta agar dilakukan sosialisasi pada jamaah demi keamanan,” sambung Said.

Soal pengubahan sistem penyajian memang sudah diajukan oleh beberapa Pihak kepada pemerintah. Namun, semua itu berpulang kembali pada pemerintah, terlebih lagi, pelaksanaan ibadah puncak haji di Arafah, kemudian dilanjutkan di Mina, akan berjalan beberapa waktu lagi. Dihadapkan lagi dengan kebiasaan orang Indonesia yang sulit untuk melakukan antri yang tertib, maka sosialisasi prasmanan tentunya perlu tindakan yang cepat dan tepat. (republika)

•••

263 hit

harga emasworld monitoralmanak 2026


Flash SIM Card Arab Saudi untuk Haji & Umrah | Kuota Internet
GPS Tracking untuk Android dan iPhone
MiTag Androind & iPhone | GPS Tracking
Air Zam Zam Kemasan 1 Liter

Tinggalkan Balasan



kembali ke atas

jembatan informasi kito


Embed Weather on Website with cuacalab.id

Jadwal Sholat Kota Palembang


Let's connect

Eksplorasi konten lain dari infokito

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca