Persiapan pemondokan dan makanan untuk jemaah haji Indonesia di Arafah dan Mina sudah dilakukan semaksimal mungkin. Itu sebabnya, jemaah haji Indonesia tidak perlu khawatir peristiwa tidak adanya makanan bagi jemaah haji di Arafah seperti tahun lalu terulang lagi.
“Makanan disajikan prasmanan atau kotak itu hanya teknis saja, tetapi yang lebih penting lagi di Armina (Arafah dan Mina) itu sudah tersedia makanannya,” ujar Kepala Staf Teknis Urusan Haji di Jeddah Nursamad Kamba yang dihubungi dari Jakarta, Jumat (30/11).
Menurut dia, semua proses haji berjalan normal-normal saja. Gelombang kedua jemaah haji Indonesia mulai tadi pagi sudah memasuki Mekkah dan langsung menjalankan umrah.
Media Center Haji Departemen Agama menyebutkan, seusai melakukan pengawasan langsung, anggota Tim Pengawas Pelaksanaan Haji 1428 H/2007 DPR Syafriansyah menilai penyelenggaraan gelombang pertama pelaksanaan haji Indonesia di Tanah Suci cukup baik. Namun, masih dijumpai beberapa kendala yang patut diperbaiki untuk penyelenggaraan haji tahun depan.
“Di Madinah, Mekkah, dan Jeddah, pelaksanaan haji berjalan lancar. Meskipun demikian, beberapa persoalan memang masih harus dibenahi, misalnya soal pemondokan, masalah katering, masalah kesehatan, dan penerbangan,” ujarnya.
Masalah lain yang masih bersifat krusial dan mendapat sorotan tim DPR adalah pemondokan. Kasus terbaru adalah protes jemaah asal Aceh, Selasa lalu, di Mekkah, akibat adanya pembatalan pemondokan. Mestinya soal pemondokon pada musim haji ini bisa lebih baik. Dibandingkan dengan tahun sebelumnya, lokasi pemondokan haji Indonesia di Mekkah sekarang lebih jauh dari Masjidil Haram.
Tentang katering, Syafriansyah menilai ada perbaikan meskipun sistem prasmanan yang dilaksanakan tetap menyimpan kekhawatiran. “Tim khawatir prasmanan akan menyita waktu dan tempat sehingga jemaah bisa tidak sempat makan atau ada yang tidak kebagian,” ujarnya. (MAM/kmps)


















Tinggalkan Balasan