Kepala Dinas Peternakan (Disnak) Provinsi Sumsel Hasjal Fauzi menargetkan, pada 2009 Sumsel sudah swasembada daging. Diterangkan, kebutuhan Sumsel terhadap daging setiap tahunnya mencapai 70.000 ton, sedangkan produksi daerah hanya mampu 46.000 ton.”Dengan selisih gap yang begitu jauh, maka kita coba program peningkatan produksi daging hingga 5 tahun ke depan,” ujarnya Rabu (21/11) kemarin. Minimnya produksi daging, jelas Hasjal, disebabkan populasi tidak berimbang, sedangkan kebutuhan daging menunjukkan kecenderungan meningkat. Jumlah penduduk yang terus bertambah, akan meningkatkan kebutuhan masyarakat terutama pada hari-hari besar keagamaan.
”Saat ini kita memiliki sentra produksi daging misalkan saja di Kab OKU Timur, OKI, Musi Rawas, Muara Enim, Musi Banyuasin, Banyuasin,dan OKU,” jelasnya. Wakil Kepala Disnak Prov Sumsel Yusrizal Muis mengatakan, kekurangan daging dari Sumsel biasanya diambil dari daerah lain, seperti Jakarta dan Lampung. Pada waktu tertentu, seperti hari besar keagamaan buka, pihaknya menyediakan pasokan daging impor seperti yang ada di mal atau pusat perbelanjaan modern.
”Kita tetap menjaga stok daging yang ada meskipun terkadang kerap kekurangan,” imbuhnya. Dia mengatakan, untuk Sumsel sendiri, hingga 2006 lalu biasanya pasokan daging meningkat mencapai 10% dari bulan-bulan biasa. (siera syailendra/sindo)










![[Haji 2026] Dikelola Resmi, Pembayaran Dam Jemaah Haji Indonesia Jadi Catatan Sejarah](https://infokito.blog/wp-content/uploads/2025/12/wp-17651238078967579517144181915436.jpg)









Tinggalkan Balasan