Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel segera mengirim tenaga ahli dari dinas peternakan ke Italia untuk belajar produksi susu kerbau. Kepala Dinas Peternakan Provinsi Sumsel Hasjal Fauzi mengatakan, saat ini tengah dilakukan persiapan pemberangkatan dan penentuan tenaga yang akan dikirimkan tersebut. Pengiriman tenaga untuk mendapat kan pelatihan tersebut merupakan tindak lanjut kerja sama yang telah dimulai antara Pemprov Sumsel dengan salah satu organisasi di Italia.
”Nantinya, selama berada di sana (Italia), semua biaya ditanggung pihak Italia. Sementara, Pemprov Sumsel hanya menyiapkan biaya keberangkatan dan kembali ke tanah air. Keberangkatannya dalam waktu dekat nanti kita kasih tahu,” ujarnya di Palembang Sabtu (19/4) kemarin.
Menurut Hasjal, Provinsi Sumsel merupakan daerah pertama di Indonesia yang dikunjungi peneliti dari Italia pada awal 2008 lalu. Dari penelitian tersebut, pihak Italia menawarkan kepada Pemprov untuk memberikan pelatihan dan juga tenaga ahli yang akan mendampingi peternak kerbau di Sumsel.
Tawaran tersebut, kata Hasjal, merupakan kesempatan yang sangat bagus guna meningkatkan dan mengembangkan peternakan kerbau di Sumsel, sehingga kerbau yang biasa dipelihara hanya untuk membajak atau diambil dagingnya, nantinya dengan metode tertentu dan pendampingan yang dilakukan langsung dari Italia. Ke depan, diharapkan kerbau tersebut dapat memproduksi susu sebanyak 20 liter per hari per ekornya.
”Masyarakat kita hanya memelihara sebagai usaha sampingan dan tidak diambil sama sekali susunya.Walaupun diambil susunya juga tidak banyak,” katanya.
Secara terpisah, Wakil Kepala Dinas Peternakan Sumsel Yusrizal Muis menambahkan, tenaga yang akan dikirim untuk mendapatkan pelatihan tersebut terdiri dari perwakilan dari provinsi dan kabupaten/kota yang terpilih. ”Penyediaan biaya keberangkatan juga dengan kebijakan sharing pendanaan antara APBD Provinsi dan kabupaten/kota yang terpilih,” ungkapnya.
Peserta dari kabupaten/kota memang belum ditentukan, karena masih dilihat kembali kabupaten/kota mana saja yang berpotensi untuk dikembangkan hewan ternak tersebut. Kerja sama ini juga merupakan atas permintaan pihak Italia melalui Pemerintah Pusat. (berli zulkanedi)***Harian SINDO


















Tinggalkan Balasan