infokito

jembatan informasi kito


Waktu di Indonesia: WIB

Pemprov Sumsel Kembangkan Susu Kerbau

IndeksDownloadGaleriPromosiPranalaCari

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menjalin kerja sama dengan Pemerintah Italia mengembangkan susu kerbau di Sumsel. Kerja sama ini dimaksudkan untuk meningkatkan produktivitas susu kerbau menjadi 20 liter per ekor per hari .

”Kerja sama bidang peternakan ini merupakan permintaan pihak Italia melalui pemerintah pusat,” kata Gubernur Sumsel Syahrial Oesman seusai pertemuan dengan pihak Italia di Griya Agung, Palembang, Senin (18/2) kemarin.

Menurut Gubernur, kerja sama ini tidak memerlukan anggaran besar sehingga tidak memberatkan, khususnya bagi masyarakat pemilik hewan. Dalam kerja sama ini dilakukan terhadap pelatihan peternak. Biayanya ditanggung pemprov melalui pos bantuan. Program ini bakal dilakukan dengan rekayasa genetik. Nantinya, kerbau-kerbau milik rakyat disuntikkan dengan sperma beku yang dibawa langsung dari Italia.

Proses selanjutnya hingga produksi akan diserahkan langsung kepada pemilik kerbau. Untuk itu, beberapa peternak akan dikirim ke Italia untuk mendapatkan pelatihan bidang peternakan kerbau. Dinas peternakan dan pemerintah kabupaten/kota harus dapat memastikan tenaga yang dikirim itu merupakan peternak yang terlibat langsung dengan peternakan.

”Jangan nanti yang dikirim untuk mendapatkan pelatihan malah kepala dinas peternakan, berarti itu tidak benar,” kata Gubernur.

Sementara itu, perwakilan Italia, Prof Antonio Bonghese, mengatakan, kerbau dapat diberdayakan untuk menghasilkan susu layaknya sapi perah. Di Italia, satu ekor kerbau dapat menghasilkan susu segar sebanyak 20 liter per hari.

”Banyak kerbau yang dipelihara masyarakat di Sumsel, tetapi hanya sebatas untuk diambil dagingnya. Sekarang, kita mencoba mengembangkan kerbau menjadi kerbau perah dengan produksi yang dapat meningkatkan pendapatan petani,” papar Antonio, didampingi Atase Pertanian RI di Roma Erizal Sodikun, Senin kemarin.

Nantinya, kata Antonio, kerbau-kerbau yang ada di Sumsel akan didata dan diteliti lebih lanjut, kemudian dipisahkan dari kerbau yang memiliki penyakit. Selanjutnya, hewan tersebut akan disuntikkan dengan sperma kerbau unggul yang ada di Italia.

Sebelum melakukan pertemuan dengan gubernur, Antonio mengaku telah melakukan penelitian tahap awal di beberapa kabupaten/kota di Sumsel. Selama melakukan penelitian tahap awal diketahui sebagian besar masyarakat memelihara kerbau dengan cara tradisional. Bahkan, binatang itu dilepaskan begitu saja di hutan pinggir desa sehingga tidak banyak memberikan peningkatan ekonomi bagi petani.

Atase Pertanian RI di Roma, Erizal Sodikun, menerangkan, sebenarnya negara-negara Eropa belum bebas dari penyakit kuku dan lainnya. Masih ada larangan dari Deptan untuk mengimpor bibit hewan tersebut dari Italia.

Namun, berdasarkan pertemuan kedua negara melalui menteri pertanian disebutkan, Deptan dapat mengizinkan impor sperma beku dari Italia dengan sertifikasi tertentu. ”Deptan sudah memberikan lampu hijau. Ini juga tidak mengimpor hewan secara langsung, kita hanya membutuhkan sperma beku itu,” katanya. (berli zulkanedi/SINDO)

203 hit

harga emasworld monitoralmanak 2026


Flash SIM Card Arab Saudi untuk Haji & Umrah | Kuota Internet
GPS Tracking untuk Android dan iPhone
MiTag Androind & iPhone | GPS Tracking
Air Zam Zam Kemasan 1 Liter

2 responses to “Pemprov Sumsel Kembangkan Susu Kerbau”

  1. Avatar ulfiarahmi

    apa gizi dan hal lain yang bermanfaat dalam susu sapi ini?

  2. Avatar Djoko
    Djoko

    sudah lebih 1 tahun, bagaimana realisasinya?

Tinggalkan Balasan



kembali ke atas

jembatan informasi kito


Embed Weather on Website with cuacalab.id

Jadwal Sholat Kota Palembang


Let's connect

Eksplorasi konten lain dari infokito

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca