infokito

jembatan informasi kito


Waktu di Indonesia: WIB

Banyuasin Pusat Rawa Terbesar

IndeksDownloadGaleriPromosiPranalaCari

Berdasarkan data yang tercatat di Pusat Data Rawa Sumsel, ternyata Banyuasin merupakan pusat rawa terbesar di Indonesia bahkan di dunia. Dalam data disebutkan, Banyuasin memiliki rawa dengan luas sekitar 88.000 hektare atau 80% wilayah Banyuasin terdiri dari daerah rawa-rawa.Rawa-rawa tersebut berupa lebak, lahan pasang surut, dan wilayah perairan. Karena itu pula, pemerintah pusat mengarahkan para transmigrasi ke Banyuasin. ”Bicara soal rawa, belajarlah ke Banyuasin karena kita punya banyak data tentang rawa. Dari 1976 rawa di Banyuasin telah dideklamasikan pemerintah melalui Departemen Transmigrasi. Pemerintah pula yang kemudian membuat drainase, irigasi sekunder dan primer dan semuanya atas bantuan dari Belanda. Sekarang, rawa kami merupakan tempat laboratorium dan pusat rawa di Indonesia bahkan di dunia,” ungkap Bupati Banyuasin Amiruddin Inoed dengan nada bangga.

Orang nomor satu di Banyuasin ini mengatakan, wilayah Banyuasin sangat cocok untuk agroteknologi di bidang pertanian, begitu juga dengan pengembangan sain pertanian. Bahkan, Amiruddin menambahkan, saat ini Universitas Sriwijaya (Unsri) telah memiliki fakultas yang mempelajari mengenai rawa. Data rawanya sendiri diperoleh dari daerah Banyuasin terutama di Muara Telang.

”Sudah banyak yang belajar ke sini (Banyuasin), misalnya saja Kota Sambas, Kaltim, DPRD dari beberapa provinsi bahkan dari negara Belanda pun melakukan penelitian rawa ke Banyuasin. Selain itu,beberapa perguruan tinggi pun telah melakukan penelitian rawa di tempat kita,” kata Amiruddin.

Lebih jauh pria asal Muaraenim ini memaparkan, ada beberapa kendala yang dihadapi pihaknya terkait besarnya daerah rawa di Banyuasin, di antaranya pendangkalan rawa yang berakibat pada pendangkalan saluran irigasi. Karena itu, kata Amiruddin, sejak 1976 atau selama 30 tahun, irigasi di Banyuasin belum pernah diperbaiki baik oleh pemerintah pusat. Perbaikan yang pernah dilakukan hanya sebatas dari pihak kabupaten dan provinsi saja.

”Karena itu, ke depan, kami sangat berharap pemerintah pusat melalui APBN (Anggaran Pendapatan Belanja Nasional), dapat menganggarkan perbaikan irigasi yang saat ini telah mengalami pendangkalan,” harap Amiruddin. Dijelaskan Amiruddin, akibat pendangkalan irigasi, padi yang menjadi tanaman pokok untuk daerah rawa tidak dapat menghasilkan secara maksimal. Sebab, selama ini petani hanya bisa melakukan penanaman sebanyak satu kali setahun. Padahal, apabila irigasi-irigasi tersebut berfungsi dengan baik, para petani dapat melakukan penanaman padi sebanyak dua kali dalam setahun.

”Kalau sekarang kita bisa menyumbang sebagai pemasok beras di Sumsel sebanyak 28%. Namun, jika semua irigasi di Banyuasin diperbaiki, bisa dipastikan petani dapat meningkat pasokan produksi padinya lebih dari 30%,” katanya.

Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pengairan Banyuasin Rislani tak menampik kalau hampir sebagian besar irigasi di Banyuasin dalam keadaan tidak berfungsi dengan baik. Akibatnya, hasil produksi pangan pun mengalami penurunan. ”Rencananya melalui dana APBD 2008 akan diperbaiki irigasi yang berada di empat kecamatan. (jemi astuti/sindo)

•••

1,462 hit

harga emasworld monitoralmanak 2026


Flash SIM Card Arab Saudi untuk Haji & Umrah | Kuota Internet
GPS Tracking untuk Android dan iPhone
MiTag Androind & iPhone | GPS Tracking
Air Zam Zam Kemasan 1 Liter

Tinggalkan Balasan



kembali ke atas

jembatan informasi kito


Embed Weather on Website with cuacalab.id

Jadwal Sholat Kota Palembang


Let's connect

Eksplorasi konten lain dari infokito

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca