Kabupaten OKI optimis mampu menjadi sentra penghasil ternak di Prov Sumatra Selatan (Sumsel). Mengingat, pasokan ternak yang terus meningkat setiap tahunnya. “Tahun ini (2007), kita belum memiliki data valid mengenai jumlah ternak di OKI, apakah mengalami kenaikan atau penurunan. Kita belum tahu,”kata Kepala Bidang Program pada Dinas Peternakan Kab OKU Jaka S di kantornya, Kayuagung, Rabu (21/11) kemarin.Namun data 2006, menyebutkan, urutan teratas didominasi ayam buras sebanyak 629.100 ekor, disusul itik sebanyak 115.610 ekor, ayam ras pedaging sebanyak 61.800 ekor, sapi potong sebanyak 25.433 ekor, kambing 18.047 ekor dan kerbau 11.330 ekor. “Untuk ayam buras memang mengalami penurunan dibandingkan 2005 yang mencapai 674.809,” sebut Jaka.
Dia menjelaskan, untuk ternak kerbau, sebagian besar berada di Kec Pampangan, Pangkalan Lampam, dan Jejawi. Sementara sapi, rata-rata berada di Kec Tanjung Lubuk,Pedamaran Timur, Mesuji Raya, Mesuji Induk, dan Lempuing. Untuk ayam buras, hampir rata-rata semua warga OKU memelihara jenis hewan ternak tersebut. Kab OKI sendiri, tegas dia, merupakan salah satu daerah penghasil ternak di Provinsi Sumsel. Namun, Jaka tidak mengetahui persis, OKI berada pada urutan ke berapa.
Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Hewan pada Dinas Peternakan Sumarni menambahkan, sebagai upaya pencegahan dan pemberantasan penyakit pada hewan ternak, pihaknya sudah melakukan sosialisasi ke masyarakat khususnya yang menyerang jenis unggas, seperti virus avian influenza (AI/flu burung). “Khusus jenis ayam, tahun lalu kita sudah sosialisasi ke masyarakat dan rumah makan mengenai bahaya virus flu burung,” ungkap Sumarni.Sementara itu, pada hewan ternak sapi,setiap satu tahun sekali,pihaknya memberikan vaksinasi Septicemia Epicootika (SE) di beberapa kecamatan di OKI.
“Tapi, untuk Kec Cengal dan Tulung Selapan, kita belum ke sana, karena keterbatasan tenaga teknis peternakan,” tandasnya. Sumarni menuturkan, langkah- langkah yang dilakukan sebagai bentuk pencegahan virus flu burung menggunakan sandi “TUMPAS”. Artinya, tidak perlu panik dan khawatir yang berlebihan, usahakan kebersihan kandang unggas, mencuci tangan dengan sabun sesudah kontak langsung unggas, proteksi anak-anak dan lanjut usia kontak langsung dengan unggas, terutama pada unggas yang sakit. (CR-05/sindo)


















Tinggalkan Balasan