Dua tim penemu dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) pada pertengahan 2007 mematenkan dua produk yang berhubungan dengan tempe. Kedua produk itu adalah Tempe Olahan dalam Kaleng dan Produk yang Dihasilkan Padanya serta `Bioproses Produksi Minyak Kelapa Menggunakan Ragi Tempe’. Yang pertama diajukan oleh tim yang terdiri dari HA Tenri A Karossi, Roy H Trisnamurti, Siti Isnijah, Lindayati Tanuwidjaja, dan Sumarsono. Mereka mematenkan tempe olahan dan produk turunannya , pada 17 April 2007. Sedangkan, yang kedua dipatenkan oleh Tami Idiyanti, Roy H Trisnamurti, Lindayati Tanuwidjaja, Broto S Kardono. Mereka memperoleh paten pada 29 Juni 2007.
Produk pertama berkaitan dengan teknologi pengawetan makanan, lebih khusus lagi proses pembuatan tempe olahan yang dikemas dalam kaleng. Caranya, tempe olahan dalam kondisi hampir matang dimasukkan ke dalam kaleng, selanjutnya berturut-turut diberi perlakuan, penimbangan, penambahan cairan bumbu plus santan panas, penghampaudaraan, serta tahap penutupan kaleng.
Setelah olahan tempe kaleng disterilisasi pada suhu, tekanan, dan waktu yang tepat, dengan kekhususan pada produk olahan tempe, selanjutnya produk kaleng tersebut segera didinginkan, dikeringkan, dan dikarantina selama 14 hari. Melalui proses tersebut dihasilkan produk tempe olahan dalam kaleng berisi tempe bacem, tempe kari, tempe stik, dan sejenisnya yang berasal dari bahan tempe kedelai segar sekurang-kurangnya sebanyak 55 persen berat netto dan dimasak dengan penambahan bumbu-bumbu dan bahan-bahan pendukung lainnya sampai 45 persen berat netto produk akhir.
Penemuan kedua adalah produksi minyak kelapa menggunakan ragi tempe. Ragi tempe digunakan sebagai perombak santan kelapa yang aman dan mudah digunakan sehingga proses pembuatan minyak kelapa tidak lagi menggunakan bahan kimia dan panas yang tinggi melainkan dengan fermentasi.
Sejauh ini paten tempe dimiliki oleh Amerika Serikat dan Jepang meski tempe merupakan makanan tradisional bangsa Indonesia. Atas penemuan tersebut, bulan lalu, LIPI dalam puncak peringatan HUT ke-40 memberikan penghargaan `Inventor Award 2007‘ terhadap kedua tim. Menurut Kepala Pusat Inovasi LIPI, Syahrul Aiman, penghargaan diberikan kepada peneliti LIPI yang mendapat sertifikasi paten untuk tahun ini. [republika]









![[Asy Syamailul Muhammadiyyah] Uban dan Semir Rambut Rasulullah SAW](https://infokito.blog/wp-content/uploads/2025/12/wp-1765125866195614023860891978010.jpg)
![[Asy Syamailul Muhammadiyyah] Cara Bersisir Rasulullah SAW](https://infokito.blog/wp-content/uploads/2026/08/be6149a6-8ba4-4cc1-980b-d9d2c0148971_169.jpeg)
![[Asy Syamailul Muhammadiyyah] Rambut Rasulullah SAW](https://infokito.blog/wp-content/uploads/2022/12/wp-1670064751787.jpg)








Tinggalkan Balasan