Jujur merupakan modal dasar seorang pebisnis yang beretika dan berakhlak. Orang akan respek kepada seorang pedagang yang jujuur dibanding dengan yang tidak jujur.
Rasulullah Saw pernah bersabda, “Tetapkanlah kejujuran karena sesungguhnya kejujuran mengantarkan kepada kebaikan dan sesungguhnya kebaikan mengantarkan kepada surga.”

Kejujuran sangat penting dalam hidup. Bersikap jujur artinya membebaskan kita dari golongan orang-orang munafik. Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah Saw, “Tanda-tanda orang munafik ada tiga, yaitu bila berbicara dusta, bila berjanji tidak ditepati, dan bila diamanati dia berkhianat.” (HR.Muslim)
Allah akan membukakan pintu rezeki-Nya kepada pedagang yang jujur. Orang yang berkata-kata benar dalam hal apapun termasuk berbisnis juga termasuk orang yang bertakwa. Allah Swt menjanjikan hal ini dalam firman-Nya, “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar.” (QS. Al-Ahzab [33]: 70)
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَقُوْلُوْا قَوْلًا سَدِيْدًاۙ
Baca Juga
Ketika berbisnis, Rasulullah selalu jujur dalam menjelaskan kelebihan dan kelemahan barang yang dijualnya. Tidak ada yang disembunyikan dan ditutup-tutupi. Semua kondisi barangnya diceritakan secara detail. Beliau tidak menipu pelanggan dengan hanya menjelaskan sisi baik dari produknya saja. Kejujuran inilah yang menimbulkan kesan yang sangat positif di mata pelanggan beliau.
Hal ini kemudian membawa beliau mendapat gelar Al-Amin alias orang yang jujur dan terpercaya. Pada masa itu mendapatkan pengakuan dari masyarakat Makkah amatlah luar biasa. Mereka memang orang-orang yang masih memegang adat jahiliyah, namun mereka juga tak segan-segan memuji orang lain, jika memang pada kenyataannya orang tersebut layak untuk mendapatkannya.
Berdasarkan pengalaman serta pendapat dari pebisnis yang telah sukses dapat disimpulkan bahwa rasa percaya adalah hal yang terpenting dalam dunia bisnis. Untuk dapat memulai atau melakukan usaha bisnis, harus dimulai dengan rasa percaya kepada pihak lain. Untuk membangun rasa percaya antar pelaku bisnis, diperlukan kejujuran. Karena rasa percaya tidak akan terbentuk dari kebohongan. Sifat jujur harus dibangun kepada semua pihak pelaku bisnis, baik pemerintah, pelanggan, pemegang saham maupun kepada karyawan dan lainnya. Jika sifat jujur tidak dibangun pada usaha bisnis, dapat dipastikan usaha bisnis tersebut tidak akan bertahan lama dan akan bangkrut.
Dengan adanya sifat jujur pada semua pelaku bisnis maka usaha bisnis akan berjalan baik, serta tidak ada pihak yang dirugikan. Sebagai pelaku bisnis, dalam usaha bisnis apapun semua pihak harus diperlakukan secara adil dengan berpatokan pada norma hukum serta sifat dasar manusia. Dengan adanya sifat jujur dan berterus terang tanpa adanya pihak yang dibohongi akan menimbulkan keadilan bagi semua pihak.***
Wallahu a’lam
***Rujukan: 88 Strategi Bisnis ala Rasulullah yang Tak Pernah Rugi; Ahmad Jarifin; 2019; halaman 23-24









![[Asy Syamailul Muhammadiyyah] Uban dan Semir Rambut Rasulullah SAW](https://infokito.blog/wp-content/uploads/2025/12/wp-1765125866195614023860891978010.jpg)
![[Asy Syamailul Muhammadiyyah] Cara Bersisir Rasulullah SAW](https://infokito.blog/wp-content/uploads/2026/08/be6149a6-8ba4-4cc1-980b-d9d2c0148971_169.jpeg)
![[Asy Syamailul Muhammadiyyah] Rambut Rasulullah SAW](https://infokito.blog/wp-content/uploads/2022/12/wp-1670064751787.jpg)








Tinggalkan Balasan