Masalah banjir yang kerap menengelamkan ribuan hektar sawah di wilayah Belitang dan sekitarnya dalam Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur (OKUT) salah satunnya akibat tidak mampunya aliran sungai Macak dan Sungai Belitang menampung debit air yang melimpah dari saluran pembuangan irigasi Komering disamping derasnya curah hujan yang kerap mengguyur kawasan ini.
Bupati OKUT, H Herman Deru SH, disela-sela kegiatan launching pelaksanaan pembangunan saluran sekunder irigasi komering tahap II fase II di Belitang III, Selasa (1/4) mengatakan aliran sungai Macak sepanjang 60 Km dan sungai Belitang dengan panjang 61 Km tak mampu menampung pembuangan air irigasi dan luapan air hujan akibat terjadinya pendangkalan. Kondisi tersebut telah berlangsung cukup lama.
“Ke depan kita mengharapkan tidak ada lagi kawasan pemukiman dan lahan pertanian yang tergenang banjir akibat dari dangkalnya kedua saluran sungai tersebut,” ucap Deru.
Salah satu langah yang telah dilakukan Pemkab OKUT untuk menanggulangi banjir di wilayah Belitang dan sekitarnya menurut Bupati, Pemkab OKUT telah melakukan upaya normalisasi sepanjang 10 Km di aliran sungai Macak pada tahun 2007 lalu dengan dana APBD OKUT sebesar Rp 1 miliar.
Program ini akan dilanjutkan dengan pengerjaan normalisasi tahap ke dua pada tahun 2008 ini dengan menggunakan dana APBD OKUT sebesar Rp 2 miliar.
“Mengingat normalisasi sungai Macak dan sungai Belitang membutuhkan dana yang cukup besar, Pemkab OKUT memohon perhatian dan dukungan khusus dari Pemprov dan Pemerintah Pusat untuk pendanaan lebih lanjut normalisasi kedua sungai tersebut,” harapnya. (Herman/SRIPO)










![[Haji 2026] Dikelola Resmi, Pembayaran Dam Jemaah Haji Indonesia Jadi Catatan Sejarah](https://infokito.blog/wp-content/uploads/2025/12/wp-17651238078967579517144181915436.jpg)









Tinggalkan Balasan