Beliaulah seorang imam yang ahli di berbagai bidang ilmu, pancaran cahaya yang terang benderang, sosok yang menyelami hakikat tawadhu’, dan pengemban Sir Al Mustatawi Al Imam Ubaidillah bin Ahmad bin Isa.

Beliau dikenal sebagai seorang imam yang sangat dermawan, ahli di berbagai bidang ilmu, kharismatik, ketakwaan yang sempurna, budi pekerti yang sangat luhur, selalu menghargai dan membalas kebaikan orang lain, bahkan keistimewaan beliau dalam sifat terpuji telah melambung tinggi.
Bahkan karena kerendahan hatinya yang terlalu mendalam dan sempurnanya kesadaran beliau terhadap diri sendiri beliau tidak memakai namanya Abdullah tetapi justru menggunakan kalimat yang lebih rendah lagi yaitu Ubaidillah (hamba Allah yang kecil), hal ini merupakan tanda pengagungannya terhadap Tuhannya dan bentuk kerendahan dirinya.
Beliau tidak mau kecuali memakai nama yang lebih merendahkan dirinya, padahal beliau adalah orang yang diberi keistimewaan oleh Allah dengan segenap sifat terpuji dan keistimewaan yang sangat besar, beliau diberi keturunan yang baik dan saleh, keberkahannyapun menyebar ke seluruh penjuru daerah itu, beliau mendapat karunia illahi yang bermanfaat bagi kebanyakan orang yang mana keberkahannya tidak pernah ada yang menandinginya, dengan demikian leluhur dan keturunannya menjadi sangat istimewa.
Syeikh As Sayyid Nurruddin Ali bin Abu Bakar memuji beliau dalam syairnya :
Afifuddin Abdullah betapa mulianya
Leluhur dan ulama yang besar itu
Beliaulah bapak para saadah sumber kemurahan hati
Dan lautan ilmu serta junjungan kami yang terpuji.

Beliau mengikuti pendidikan ayahnya yaitu Al Imam Ahmad bin Isa dan menimba ilmu darinya, disamping beliau juga menimba ilmu dari ulama-ulama masanya. Pada tahun 375 H sewaktu di Makkah beliau bertemu dengan Syeikh Abu Thalib Al Makki, beliau belajar dengannya kitab karya Syeikh Abu Thalib yaitu Qutul Qulub, hal ini diceritakan dalam kitab Al Yaqutus Tsamin.
Dalam kitab itu diceritakan sekelumit biografi beliau dan keistimewaan beliau, dan beliau juga dinyatakan sebagai salah satu ulama dan maha guru yang besar, hingga dikatakan, “Imam Abdullah ini bila ada orang sakit yang diletakkan di hadapannya lalu beliau hanya meniupnya saja atau mengusap tubuhnya saja pasti orang itu akan sembuh.”
Beliau dikenal memiliki kekeramatan yang banyak, dengan kepribadian yang luar bisa ini, diceritakan jika beliau telah memetik buah-buah kurmanya dan menempatkannya dalam tempatnya, maka kurma-kurma yang ada dalam rumahnya dari petikan yang lalu meski banyak jumlahnya, semua itu beliau sedekahkan dan beliau berkata, “Ini adalah sebagai ungkapan syukur atas nikmat Allah dan sekaligus untuk menolak bencana.”

Para ulama sejarah menyebutkan bahwa beliau dikenal sebagai orang yang memiliki perkebunan kurma yang banyak, beliaulah yang mewarisi dari ayahnya sitat zuhud, ilmu dan ibadahnya, sepeninggal ayahnya beliau berpindah ke desa Sumal dan menghadiahkan lahan tanah di Shauh kepada pembantunya Ja’far bin Mukhaddam, beliau menetap disana dan membeli lahan-lahan pertanian, juga menikahi salah seorang wanita di daerah itu hingga melahirkan anaknya yang bernama Jadid. Beliau meninggal di daerah itu sekitar tahun 383 H, banyak di kalangan penyair yang melantunkan bait puisi duka cita terhadap beliau dan di kalangan ulama dewasa ini banyak yang memujinya.***
Wallahu a’lam
***Rujukan: Riwayat dan Wasiat Para Wali & Shalihin; Al Habib Ahmad bin Zain Al Habsyi; Ahmad Yunus Al-Muhdhar; Cahaya Ilmu Publisher, 2022; halaman 196-198
kembali ke atas | indeks pilihan | download | iklan kecik










![[Asy Syamailul Muhammadiyyah] Uban dan Semir Rambut Rasulullah SAW](https://infokito.blog/wp-content/uploads/2025/12/wp-1765125866195614023860891978010.jpg)
![[Asy Syamailul Muhammadiyyah] Cara Bersisir Rasulullah SAW](https://infokito.blog/wp-content/uploads/2026/08/be6149a6-8ba4-4cc1-980b-d9d2c0148971_169.jpeg)
![[Asy Syamailul Muhammadiyyah] Rambut Rasulullah SAW](https://infokito.blog/wp-content/uploads/2022/12/wp-1670064751787.jpg)








Tinggalkan Balasan