infokito

jembatan informasi kito


Waktu di Indonesia: WIB

Orang yang Pertama Kali Membukukan Hadis

IndeksDownloadGaleriPromosiPranalaCari

Orang yang pertama kali membukukan hadis Nabi saw ialah Imam Muhammad bin Syihab Az-Zuhri. Beliau adalah ulama besar dari golongan tabi’in dan salah seorang ulama ahli hadis terkenal dari penduduk Madinah. Beliau lahir pada tahun 51 H dan wafat pada tahun 124 H dalam usia 73 tahun.

Beliau membukukan hadis pada awal abad kedua Hijriah di kala kendali khalifah dipegang Umar bin Abdul Aziz yang dinobatkan pada tahun 99 H. Umar bin Abdul Aziz merupakan seorang khalifah dari dinasti Umawiyah yang terkenal adil dan wara’, sehingga beliau dipandang sebagai Khalifah Rasyidin yang kelima dan beliaulah yang menyuruh Imam Muhammad bin Syihab Az-Zuhri agar membukukan hadis-hadis Nabi Muhammad saw. Beliau khawatir apabila tidak segera dibukukan, mungkin hadis-hadis itu akan lenyap dari permukaan bumi dibawa bersama oleh para penghafalnya ke alam barzakh.

wp-1670064738966

Syekh Hafizh Hasan Al-Mas’udi telah menuturkan sebagai berikut:

“Adapun orang yang pertama kali membukukan hadis ialah Imam Muhammad bin Syihab Az-Zuhri pada masa Khalifah Umar bin Abdul Aziz, atas perintah beliau setelah wafatnya Nabi Muhammad saw.” (Kitab Minhatul Mughiits fill ‘Ilmi Mushthalahil Hadiits, halaman 4)

Namun sangat disayangkan, kitab hadis yang disusun oleh Imam Az-Zuhri ini sekarang sudah tidak diketahui lagi berada dimana.

Kitab hadis yang paling tua yang ada di tangan umat Islam dewasa ini ialah kitab Al-Muwatha’ karya Imam Malik (wafat 179 H / 798 M) atas permohonan Khlalifah Al-Manshur ketika dia pergi beribadah haji pada tahun 143 H.

Dengan demikian, dapat kita ketahui bawha kitab hadis Al-Muwatha’ karya Imam Malik dikarang pada abad kedua Hijriah.

Adapun kitab hadis yang sangat populer di kalangan umat Islam adalah kitab Shahih Bukhari, kitab hadis yang isinya hadis-hadis yang sahih saja, tidak bercampur dengan hadis-hadis hasan atau dhaif. Kitab ini muncul pada abad ketiga Hirjiah.

wp-1673616516346

Imam Bukhari dilahirkan di Bukhara, sebuah kota di Uzbekistan, pada tahun 194 H (810 M). Beliau wafat di Khartanh, suatu kota kecil yang jaraknya dua farsakh dari kota Samarkand, pada tanggal 30 Ramadhan tahun 256 H (870 M). Jadi Imam Bukhari lahir setelah 70 tahun wafatnya Imam Muhammad bin Syihab Az-Zuhri rahimahullah. (Baca Kitab Sejarah dan Pengantar Ilmu Haids, halaman 105 & 235; dan Kitab Pokok-Pokok Ilmu Dirayah Hadits I, halaman 153; keduanya karya Prof. Dr. T.M. Hasbi Ash-Shiddieqy).***

Wallahu a’lam

***Rujukan: Umat Bertanya Ulama Menjawab Seri B; Drs. K.H. Ahmad Dimyathi Badruzzaman, M.Ag; halaman 11-12

kembali ke atas | indeks

4 hit

harga emasworld monitoralmanak 2026


Flash SIM Card Arab Saudi untuk Haji & Umrah | Kuota Internet
GPS Tracking untuk Android dan iPhone
MiTag Androind & iPhone | GPS Tracking
Air Zam Zam Kemasan 1 Liter

0600137768


Upah Minimum Provinsi (UMP) Sumatera Selatan Tahun 2026 [ detail ]

Rp3.942.963

Upah Minimum Kota (UMK) Palembang Tahun 2026 [ detail ]

Rp4.192.837

BI RATE


PERTALITE
Rp10.000

PERTAMAX
Rp16.300

PERTAMAX TURBO
Rp20.000

BIO SOLAR
Rp6.800

DEXLITE
Rp24.200

DEX
Rp25.750

BRIGHT GAS 12 KG
Rp220.000

BRIGHT GAS 5,5 KG
Rp106.000

Golongan Daya Listrik Tarif (Rp/kWh)
R-1 (Subsidi) 450 VA Rp415/kWh
R-1 (Subsidi) 900 VA Rp605/kWh
R-1 (Non-Subsidi) 900 VA Rp1.352/kWh
R-1 (Non-Subsidi) 1.300 VA – 2.200 VA Rp1.444,70/kWh
R-2 3.500 VA – 5.500 VA Rp1.699,53/kWh
R-3 ≥ 6.600 VA Rp1.699,53/kWh

Tinggalkan Balasan



kembali ke atas

jembatan informasi kito


Embed Weather on Website with cuacalab.id

Jadwal Sholat Kota Palembang


Let's connect

Tulisan Terbaru

Tulisan Teratas

■■■ [dompet dhuafa] Satukan Solidaritas Bantu Palestina ■■■


Kenali Produk PT Pusri Palembang

Eksplorasi konten lain dari infokito

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca