Tiga juta hektar daerah aliran sungai di Sumatera Selatan dalam kondisi kritis akibat alih fungsi lahan menjadi perkebunan, pembalakan hutan, maupun lahan eks hak pengelolaan hutan yang tidak diurus. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan bencana banjir di Sumsel.
Kepala Seksi Evaluasi Balai Pengelolaan DAS Sumsel Rukma Dayadi, Rabu (12/12), mengatakan, kerusakan DAS seluas tiga juta hektar merupakan 30 persen dari seluruh luas DAS di Sumsel.
“Dampak kerusakan DAS selain banjir adalah pendangkalan sungai. Setiap tahun Sungai Musi mengalami pendangkalan sekitar 15 ton sedimen per hektar. Sedangkan biaya pengerukannya sangat mahal,” kata Rukma.
Secara terpisah, Direktur Bina Rehabilitasi Hutan dan Lahan Departemen Kehutanan Djoko Winarno mengungkapkan, di seluruh Indonesia terdapat 500 DAS di mana 60 DAS dalam kondisi sangat kritis dan 222 DAS dalam kondisi kritis. Luas seluruh DAS yang sangat kritis dan kritis mencapai 59 juta hektar, di antara sebanyak 39 juta hektar berada dalam kawasan hutan.
Menurut Djoko Winarno, sebelumnya Gerakan Rehabilitasi Hutan dan Lahan (Gerhan) pada tahun 2003 hingga 2007 telah berhasil merehabilitasi dua juta hektar lahan kritis dengan biaya Rp 7,3 triliun.
Pada tahun 2008 ditargetkan rehabilitasi lahan seluas 1,7 juta hektar dengan dana yang dibutuhkan sebesar Rp 8,5 triliun. (wad/kmps)


















Tinggalkan Balasan