Bupati OKU Timur (OKUT) H. Herman Deru, SH, MM, meresmikan pemasangan pertama mesin pengolah tebu pabrik gula Komering di OKUT pada Sabtu (20/06/09) lalu. Pabrik gula Komering PT. LPI yang menelan
biaya US$ 118,4 juta ini dibangun dengan kapasitas produksi 8.000 ribu ton hingga 10.000 ton perhari dan pembangunannya diperkirakan akan rampung pada bulan April 2010.
Direktur Utama diwakili Plantation Manager PT LPI Ir. H. Ishar Madi, MS. dalam sambutannya mengatakan keberadaan pabrik gula ini akan membawa kontribusi yang besar terhadap OKUT, antara lain akan meningkatkan pendapatan asli daerah, mengisi kekurangan pasokan gula nasional, serta pemanfaatan lahan masyarakat untuk dijadikan perkebunan tebu dalam bentuk kemitraan, serta membantu menggerakkan roda ekonomi daerah.
Pada saat ini kebutuhan gula nasional mencapai 3,5 juta ton pertahun, namun produksi nasional selama ini hanya mampu memasok gula sebanyak 2 ton pertahun. Sehingga masih terdapat kekurangan produksi sebanyak 1,5 juta ton lagi pertahun.
Dalam pembangunan pabrik gula Komering ini, masih menurut Daddy Hariadi, setidaknya dibutuhkan sebanyak 1000 tenaga kerja, dan setelah beroperasi membutuhkan tenaga kerja 2500 orang dimana pada saat masa giling dan masa tebang akan mencapai 10 ribu tenaga kerja.
Tampak di antara para undangan, Kapolda Sumsel Irjen Pol Sisno Adiwinoto menghadiri acara pemasangan pertama mesin pengolah tebu tersebut. Dalam sambutannya, Kapolda Irjen Sisno Adiwinoto mengatakan pihaknya siap mengamankan beroperasi pabrik gula Komering ini dari segala gangguan keamanan. “Polda Sumsel akan mendukung terciptanya iklim investasi yang kondusif di Sumatera Selatan,” kata Sisno.
Pabrik gula PT. LPI ini dibangun oleh kontraktor CAMCE Co.Ltd dan diharapkan dapat menampung seluruh hasil panen perkebunan tebu LPI seluas lebih 21 ribu hektar, dimana hasil produksinya nanti diberi label “Gula Komering” yang diproduksi dengan menggunakan standar ICUMSA 100 dan dengan menggunakan teknologi Advanced Defection Remelt Carbonation System sehingga gula yang dihasilkan akan lebih putih dan bebas sulfur.***sripo










![[Haji 2026] Dikelola Resmi, Pembayaran Dam Jemaah Haji Indonesia Jadi Catatan Sejarah](https://infokito.blog/wp-content/uploads/2025/12/wp-17651238078967579517144181915436.jpg)









Tinggalkan Balasan