Pemerintah Kabupaten OKU Timur bersama investor menyiapkan dana sebesar Rp12,5 miliar untuk mengembangkan pabrik biofuel. Rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) OKU Timur sebagai pilot project biofuel tanaman jarak pagar (Jatropha carcuri) sebagai bahan bakar alternatif segera terealisasi.
Pemkab OKU Timur berhasil meyakinkan General Manager PT PLN Pembangkitan Sumbagsel Ir Maryun Sanusi serta Direktur PT Jatropa Indonesia Rizka Armadhana untuk menjalin kerja sama perihal pembelian hasil produksi tanaman jarak milik petani OKU Timur.
Deputi Perkembangan Riset Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kementerian Negara Riset dan Teknologi Dr Ir Bambang Sajito Pratomosunu mengatakan, pembangunan pabrik biodiesel (biofuel) di Desa Tumi Jaya, Kecamatan Jayapura, Kabupaten OKU Timur, telah diserahterimakan dari Kementerian Negara Riset dan Teknologi kepada Pemkab OKU Timur.
Dia menuturkan, ke depan Kabupaten OKU Timur tidak hanya sebagai lumbung pangan, tetapi daerah penghasil biodiesel.
“Sebanyak 3 unit mesin pengolah biji jarak dibangun menggunakan dana sebesar Rp5 miliar dan pabrik biodiesel menggunakan dana sebesar Rp 8,5 miliar. Setiap mesin mampu menghasilkan 2 ton JCO setiap hari atau 6 ton JCO per hari dari ketiga mesin yang kemudian diolah menjadi 6 ton biodiesel setiap hari,” ucapnya didampingi Direktur PT Jatropa Indonesia Rizka Armadhana ini.
General Manager PT PLN Pembangkitan Sumbagsel Ir Maryun Sanusi menuturkan, pihaknya sangat senang dengan kebijakan Pemkab OKU Timur sebagai pilot project biofuel. PT PLN Pembangkitan Sumbagsel akan menjaga kerja sama dengan Pemkab OKU Timur dan investor untuk membeli hasil produksi jarak petani.
“Saat ini PLN cabang Sumbagsel menggunakan pembangkit listrik tenaga diesel yang menggunakan bahan bakar solar. Dengan adanya pabrik biofeul ini, diharapkan dapat memenuhi kebutuhan bahan bakar pembangkit listrik sehingga tidak terjadi byar-pet lagi,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati OKU Timur H Herman Deru SH optimistis keberadaan pabrik biofeul dapat mencapai hasil produksi sesuai target. “Sekarang kita sudah memiliki 3 unit mesin untuk mengolah biji jarak menjadi JCO yang merupakan bahan baku biodiesel. Guna mempercepat beroperasinya ketiga mesin dan pabrik,kita membentuk unit pelaksana teknis dinas (UPTD),” ungkapnya.
Kepala Bappeda OKU Timur Ir Saiman Kesumadharma mengatakan, dengan diserahkannya kepemilikan pabrik pengolahan minyak jarak pagar, maka Pemkab OKU Timur memiliki wewenang penuh untuk mencari investor yang akan menanamkan modal di bidang pengolahan minyak jarak pagar.
“Untuk tahap awal ini, kita memastikan terlebih dahulu bahwa kondisi pabrik dalam kondisi baik 100%. Selanjutnya, kita mencari investor untuk mengembangkan usaha ini,” katanya. Dia mengatakan,Kementerian Negara Riset dan Teknologi telah menyiapkan sekitar 42.000 bibit jarak dari Agro Techno Park Indralaya ke OKU Timur untuk dibagikan kepada petani.
“Mengenai bahan baku jarak,saat ini luas lahan yang telah tertanami bibit jarak pagar sudah ada sekitar 1.200 hektare lebih. Kita juga menyiapkan lahan untuk menampung pemindahan bibit unggul jarak dari Agro Techno Park ke sini (OKU Timur),” tandasnya. (m marzuki/SINDO)


















Tinggalkan Balasan