Tragedi berdarah yang menimpa rakyat Palestina tidak berdosa ternyata menimbulkan keprihatinan semua pihak. Tidak terkecuali Pemkot Kota Palembang yang berencana membuka posko bantuan Palestina dengan menggalang dana bantuan dari masyarakat, khususnya PNS di lingkungan pemkot.
Wali Kota Palembang Eddy Santana Putra mengaku prihatin terhadap tragedi berkepanjangan itu. Sebagai solidaritas sesama umat manusia, sudah selayaknya korban-korban di Palestina diberikan bantuan. Untuk itu,pihaknya bersedia menampung semua bentuk bantuan yang diperuntukkan bagi jutaan umat muslim yang menjadi korban kebiadaban Israel.
“Bantuan itu harus ada. Kita bisa buka dompet sumbangan bagi mereka (warga Palestina). Bahkan, PNS akan diimbau untuk segera memberikan bantuan,” beber Eddy seusai penandatanganan komitmen bersama jajaran direksi PDAM di Hotel Swarna Dwipa, Palembang, kemarin.
Menurut Ketua DPD PDIP Sumsel ini, berbagai bentuk bantuan tidak cukup dari Pemkot Palembang saja, tetapi seluruh elemen masyarakat harus dapat membantu korban tidak berdosa tersebut.
Bahkan, dia meminta seluruh media cetak dan elektronik di Palembang membuka dompet bantuan bagi korban di Palestina.
“Saya rasa di koran-koran juga perlu membuka dompet sumbangan Palestina,” ujarnya. Eddy meminta jajaran di bawahnya dapat segera merealisasikan rencana tersebut. Mengenai mekanisme penyaluran bantuan, Eddy mengatakan, perlu dibuat posko,tergantung di mana ditempatkan posko bantuan tersebut.
Dengan begitu, masyarakat yang merasa empati terhadap perjuangan rakyat Palestina dapat turut membantu, meskipun tidak langsung ke Palestina. Mengenai jumlah bantuannya, disesuaikan dengan kemampuan masing-masing relawan. “Itu sebagai tanda kalau kita juga turut mendukung perjuangan mereka (rakyat Palestina),” papar Eddy.
Untuk sementara ini, bantuan berupa obat-obatan dari dana kas pemkot belum ada anggarannya. Kendati demikian, Eddy berharap keprihatinan itu bisa diwujudkan dengan memberikan sumbangan dalam bentuk apa pun.
Disinggung rencana aksi pengiriman laskar jihad dari berbagai ormas Islam, Eddy berharap para relawan yang menjadi laskar jihad harus memiliki keahlian tersendiri. Namun, dia menyarankan sebaiknya pengiriman bantuan dilakukan tentara Indonesia, bukan laskar jihad yang kian menggema sebagai wujud solidaritas sesama muslim.
Sementara itu, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Palembang Saim Marhadan menyambut langkah Wali Kota Palembang untuk membuka dompet sumbangan korban Palestina.
“Dalam minggu-minggu ini kami akan bertemu Wali Kota untuk segera membahas bantuan sumbangan korban Palestina. Kami akan dengar saran beliau (Wali Kota),” ungkap Saim. Agar efektif, bantuan yang disalurkan nanti berbentuk dana tunai yang ditransfer melalui rekening. (siera syailendra/SINDO)









![[Asy Syamailul Muhammadiyyah] Uban dan Semir Rambut Rasulullah SAW](https://infokito.blog/wp-content/uploads/2025/12/wp-1765125866195614023860891978010.jpg)
![[Asy Syamailul Muhammadiyyah] Cara Bersisir Rasulullah SAW](https://infokito.blog/wp-content/uploads/2026/08/be6149a6-8ba4-4cc1-980b-d9d2c0148971_169.jpeg)
![[Asy Syamailul Muhammadiyyah] Rambut Rasulullah SAW](https://infokito.blog/wp-content/uploads/2022/12/wp-1670064751787.jpg)








Tinggalkan Balasan