Sedikitnya 30 artefak atau benda purbakala diselamatkan ke Museum Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya atau TPKS, Selasa (22/7). Benda purbakala itu sebelumnya dibiarkan teronggok dalam gedung yang letaknya di dekat Museum TPKS dengan kondisi memprihatinkan.
Gedung tempat penyimpanan benda purbakala itu terletak di seberang kanal kompleks TPKS, Palembang. Pengamatan Kompas, kondisi gedung tersebut sangat tidak terawat. Dari luar, dinding gedung tersebut tampak retak-retak dan cat temboknya mengelupas.
Hampir seluruh plafon gedung hancur dan rontok menimpa puluhan benda purbakala yang disimpan di dalam gedung itu.
Pemindahan benda purbakala tersebut dilakukan dengan menggunakan gerobak. Sebagian benda purbakala berupa arca Buddha disimpan dalam museum, sedangkan beberapa arca lainnya diletakkan di depan museum.
Agus Widiatmoko, arkeolog dari Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Jambi, menjelaskan bahwa benda purbakala yang bernilai tinggi itu diselamatkan dengan cara dipindahkan ke Museum TPKS.
Menurut Agus, benda purbakala yang diselamatkan itu berasal dari masa Kerajaan Sriwijaya pada abad ke-7 hingga abad ke-13.
”Artefak yang diselamatkan berupa artefak tanah liat dari Candi Bumiayu di Muara Enim, tiga arca Buddha dari sekitar Palembang, dan dua kemudi perahu,” kata Agus.
Agus mengungkapkan, bukti peninggalan Sriwijaya di Sumatera Selatan hanya tinggal benda purbakala yang telantar tersebut. Bukti-bukti lain seperti istana ataupun candi sudah hancur. Jika benda-benda purbakala itu hancur, bukti-bukti Kerajaan Sriwijaya di Sumatera Selatan akan ikut hancur. Padahal, benda-benda tersebut menjadi bukti kebesaran Kerajaan Sriwijaya.
”Idealnya, pengelola TPKS dipegang satu dinas atau satu badan pengelola saja. Selama ini TPKS dikelola Dinas Pariwisata dan Dinas Pendidikan, jadi tidak efektif,” kata Agus.
Ribuan pengunjung
Pelaksanaan pameran kepurbakalaan bertemakan ”Sriwijaya: Bumi Bahari, Solusi untuk Negeri” di Museum TPKS telah dikunjungi sekitar 6.000 pengunjung. Pameran itu digelar mulai 16 Juni sampai 23 Juni.
Menurut anggota staf BP3 Jambi, Kristanto, pengunjung pameran adalah siswa sekolah dan warga yang tinggal di sekitar museum. Koleksi yang ditampilkan berupa benda purbakala pada masa pra-Sriwijaya seperti kendi, perhiasan, manik-manik, serta masa Sriwijaya berupa beberapa prasasti, arca, dan kemudi perahu. (WAD/kompas)









![[Asy Syamailul Muhammadiyyah] Uban dan Semir Rambut Rasulullah SAW](https://infokito.blog/wp-content/uploads/2025/12/wp-1765125866195614023860891978010.jpg)
![[Asy Syamailul Muhammadiyyah] Cara Bersisir Rasulullah SAW](https://infokito.blog/wp-content/uploads/2026/08/be6149a6-8ba4-4cc1-980b-d9d2c0148971_169.jpeg)
![[Asy Syamailul Muhammadiyyah] Rambut Rasulullah SAW](https://infokito.blog/wp-content/uploads/2022/12/wp-1670064751787.jpg)








Tinggalkan Balasan