Berdasarkan saksi-saksi, diduga ada warga Jerman yang terlibat dalam hilangnya 5 arca koleksi Museum Radya Pustaka Solo. Saat ini, polisi tengah menyelidiki hal tersebut.
Kapolda Jateng Irjen Dody Sumantyawan HS mengatakan, kepolisian masih mengembangkan kemungkinan adanya keterlibatan warga negara asing yang belum diketahui namanya itu. Namun hingga kini, peran orang tersebut belum diketahui.
Apakah WNA tersebut akan membawa ke luar negeri arca berusia ratusan tahun itu? “Belum sampai ke sana. Yang jelas, barang-barang itu ditemukan di Jakarta. Pemiliknya adalah orang kedua,” kata dia saat melepas 5 arca yang hendak dibawa ke Solo di Mapolda, Jalan Pahlawan Semarang, Rabu (21/11/2007).
Kepolisian masih menunggu selesainya pemeriksaan terhadap saksi-saksi, terutama penadah benda purbakala bernama Heru Suryanto (55) asal Sukoharjo. Heru inilah yang diduga kuat mengeluarkan 5 arca dari museum dengan memberikan uang kepada Mbah Hadi.
“Pembeli atau pemilik arca yang tinggal di Jakarta itu nanti juga akan diperiksa. Tapi saat tim kami ke sana, orang itu tidak ada di rumah. Ya, barangnya saja yang dibawa untuk diperiksa dulu,” jelas dia.
Poltabes Solo menetapkan Kepala Museum Radya Pustaka, KRH Darmodipuro alias Mbah Hadi (69), dua pegawai museum, Jarwadi (37) dan Suparjo alias Gatot (38), dan penadah benda purbakala Heru Suryanto, sebagai tersangka. Penyelidikan kasus tersebut terus berlanjut hingga kini.
Kelima arca batu yang sempat hilang itu adalah arca Mahakala, Shiwa Mahadewa, Agastya dan 2 arca Durga Mahesa Sura Madini. Arca-arca tersebut berasal dari abad ke-9 saat pembangunan Candi Prambanan, Yogyakarta.
Namun, Sekitar pukul 11.30 WIB tadi, kelima arca tersebut diberangkatkan ke Solo. Benda-benda bersejarah itu dimasukkan ke kotak kayu dan diangkut dengan mobil pick up AD 1911 HU.(detiknet)











![[2026] Proyek Perluasan dan Pendalaman Kolam Retensi Simpang Polda](https://infokito.blog/wp-content/uploads/2018/07/logoagplg.jpg)









Tinggalkan Balasan