Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Prabumulih Lazuardi mengatakan, berdasarkan data yang dirilis Dinkes Kota Prabumulih 2007 ini, sebanyak dua pekerja seks komersial (PSK) di Prabumulih positif terinfeksi virus HIV/AIDS. Data tersebut diperoleh dari hasil pemeriksaan darah para PSK di lokalisasi yang ada di Kota Prabumulih.“Kita memang melakukan tes darah dan kesehatan para PSK secara berkala. Dalam tes darah yang dilakukan, terdapat dua darah milik PSK yang diketahui terinfeksi virus HIV/AIDS,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Prabumulih dr Lazuardi, saat menghadiri penyuluhan pembinaan PSK di lokalisasi Simpang Penimur, Kel Patih Galing,Kec Prabumulih Barat, Kamis (6/12) kemarin.
Menurut Lazuardi, dua PSK yang terinfeksi virus HIV tersebut diperkirakan tetap menjalani pekerjaannya seperti semula. Untuk itu, ia berharap agar masyarakat, terutama mereka yang suka melakukan hubungan seksual dengan PSK, harus berhati-hati dan selalu memakai pengaman (kondom) saat berhubungan. Ia mengaku, selain pihaknya, pembinaan terhadap PSK juga dilakukan oleh lembaga swadaya masyarakat yang terkait dengan masalah tersebut.
“Untuk di Prabumulih kita juga punya dua klinik, yaitu V City yang khusus menangani tes darah bagi para PSK. Klinik tersebut terdapat di RSUD Prabumulih dan di Kompleks Simpang Penimur (SP),” imbuh Lazuardi. Klinik tersebut, untuk Provinsi Sumsel, hanya terdapat empat buah, yaitu dua di Kota Palembang dan dua di Kota Prabumulih.
Kabag Sosial Setda Kota Prabumulih Haidir Wady mengatakan, pelaksanaan penyuluhan pencegahan penyakit menular seksual (PMS) di kalangan PSK dan masyarakat di Lokalisasi SP sebagai bentuk perhatian dari pihak Pemkot terhadap PSK. “Tentu saja kita berharap jumlah mereka tidak semakin bertambah dan mereka bisa kembali ke tengah kehidupan masyarakat biasa,” katanya. (sutami ismail/sindo)











![[2026] Proyek Perluasan dan Pendalaman Kolam Retensi Simpang Polda](https://infokito.blog/wp-content/uploads/2018/07/logoagplg.jpg)









Tinggalkan Balasan