infokito

jembatan informasi kito


Waktu di Indonesia: WIB

Gubernur Syahrial Oesman Penuhi Panggilan KPK

IndeksDownloadGaleriPromosiPranalaCari

Gubernur Sumsel Ir H Syahrial Oesman memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Sat II Tipikor Direskrim Polda Sumsel, Rabu (7/5). Selain Syahrial, Direktur PT Chandratex Indo Arta, Chandra Antonio juga diperiksa KPK.

Setelah diperiksa sekitar delapan jam, pukul 17.55 Syahrial pun keluar ruangan. Wartawan yang menungguinya dari pagi lega karena Syahrial bersedia memberikan statemen.

“Wah banyak nian wartawan. Jangan banyak igo nanyo yo. Aku la banyak ditanyoi,” kata Syahrial apa adanya.

Dalam pemeriksaan yang dipimpin Kompol Roni Santana Tarigan itu, Syahrial mengaku ditanyai banyak hal.
“Banyak pertanyaan yang dilontarkan. Tak terhitung lagi bahkan sampai ke nasib juga,” katanya disambut ketawa wartawan.

Menurutnya, pemeriksaan yang dilakukan tim penyidik terhadapnya terkait pengembangan kasus Tanjung Api Api. Ia diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Sarjan Taher, anggota DPR RI yang terkait dengan dana pembebasan lahan mangrove di kawasan Tanjung Api Api yaitu terkait izin pembebasan lahan.

Sedangkan untuk yang lain-lain, Syahrial mengatakan karena masih dalam proses maka dirinya tak bisa memberikan komentar lebih. “Sudah ya, makasih ya lama menunggu saya. Maaf saya buru-buru,” kata Syahrial sambil memasuki mobil BG 1 dan berlalu dari lokasi gedung pemeriksaan.

Syahrial kemarin didampingi pengacara H Chairul S Matdiah SH dan empat pengacara dari Kantor Pengacara H Chairul S Matdiah serta pengacara H Bambang Hariyanto SH.

Chandra Dicekal

Sementara Chandra Antonio yang diperiksa sekitar 12 jam akhirnya dinyatakan dicekal. Pencekalan itu berdasarkan permintaan KPK kepada Direktorat Jenderal Imigrasi Departemen Hukum dan HAM melalui surat Kep-119B/01/IV/2008 tertanggal 30 April 2008. Selain Chandra, Sarjan Taher sudah lebih dulu dicekal.

“Ya benar kita minta pencekalan itu,” ujar juru bicara KPK Johan Budi SP di Kantor KPK, Rabu (7/5).
Sementara itu Chandra berhasil mengecoh para wartawan. Dia keluar melalui pintu belakang gedung dan langsung naik ke dalam mobilnya. Sehingga tidak ada seorang wartawan pun yang berhasil mewawancarainya.

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Ito Sumardi DS mengatakan bahwa Polda Sumsel siap membantu KPK. “Kita siap membantu KPK dan salah satunya saat ini kita menyiapkan tempat untuk pemeriksaan,” kata Ito.
Kedatangan Syahrial di Polda disambut Kapolda Sumsel Irjen Pol Ito Sumardi DS. Sempat terdengar perbincangan keduanya bahwa Syahrial baru sampai di Palembang semalam. Syahrial menjalani pemeriksaan di Ruang Kasat Tipikor Dit Reskrim Polda Sumsel.

Syahrial diperiksa oleh salah satu anggota tim KPK yaitu AKP Budi Sukmowibowo, SIK. Sedangkan Chandra diperiksa oleh salah seorang anggota KPK AKP Bagus Suropratomo, Sik. Sedangkan ketua tim KPK tersebut adalah Kompol Roni Santana Tarigan.

Selama menjalani pemeriksaan keduanya tidak keluar dari ruangan. Untuk beristirahat, makan, minum dan salat gubernur tetap berada di dalam ruang pemeriksaan tersebut. Ajudan Gubernur Sumsel mengambilkan sepasang sandal jepit warna putih ketika memasuki waktu shalat dzuhur. Bahkan saat makan siang pun diantarkan untuk mereka berdua. Adapun makan siangnya adalah brengkes tempoyak dan udang.

Empat Ruangan Disegel

Sementara itu, tim penyidik KPK didampingi empat personil Tipikor Polda Sumsel kemarin siang menggeledah empat ruang kerja di Pemprov Sumsel. Yakni, ruang kerja gubernur, ruang Sekdaprov Sumsel H Musyrif Suwardi, ruang biro keuangan dan ruang biro umum/perlengkapan Setdaprop Sumsel.

Pengeledahan bermula dari kedatangan dua anggota KPK yang menghadap Musyrif Suwardi. Setelah menjelaskan kedatangan, tim KPK meminta kunci empat ruangan tersebut. Begitu kunci didapat, Tim KPK langsung mengunci keempat ruangan ini dan disterilkan.

Tidak lama kemudian, rombongan Tim KPK lainnya naik ke lantai II dan langsung melakukan pengeledahan ruang kerja gubernur dan Sekda. Di ruangan ini, staf gubernur dan Sekretaris Daerah tidak diperkenankan menyetuh apapun di ruangan ini dan mereka menjadi saksi pengeledahan.

KPK juga menyita satu CPU komputer dari ruangan Biro Keuangan dan membawanya ke ruang kerja Gubernur Sumsel. Tidak ada keterangan resmi baik dari Tim Penyidik KPK maupun dari Humas Setdaprov Sumsel.
Semua pegawai di lingkungan Pemprov Sumsel tutup mulut bahkan staf gubernur pun diminta keluar dari ruangan dan mengungsi ke ruangan Wakil Gubernur H Mahyuddin NS. Pemeriksaan berlanjut sampai semalam.

Sementara itu, di Banyuasin Kantor Dinas Kehutanan dan Perkebunan Banyuasin mendadak lengang. Pasalnya, dikabarkan tim KPK akan memeriksa kantor itu. Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Banyuasin Ali Imron Bamin MSi bahkan sama sekali tidak terlihat di kantor. Demikian pula dengan sejumlah kepala bidang yang tadinya hadir mulai menghilang meninggalkan ruang kerja. (cw5/cw6/sin/saf/sta/ndr/st4)***Harian SRIPO

•••

57 hit

harga emasworld monitoralmanak 2026


Flash SIM Card Arab Saudi untuk Haji & Umrah | Kuota Internet
GPS Tracking untuk Android dan iPhone
MiTag Androind & iPhone | GPS Tracking
Air Zam Zam Kemasan 1 Liter

Tinggalkan Balasan



kembali ke atas

jembatan informasi kito


Embed Weather on Website with cuacalab.id

Jadwal Sholat Kota Palembang


Let's connect

Eksplorasi konten lain dari infokito

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca