Sektor pertanian di Kabupaten Muba belum mampu memotivasi para petani untuk mengembangkan produk persawahan. Hal itu disebabkan masih rendahnya pendapatan petani. Akibatnya, hasil persawahan pun berkualitas rendah. Pengembangan komoditas unggulan pertanian Muba, seperti padi, jagung, dan palawija, masih kalah jika dibandingkan sektor perkebunan. Kebun kelapa sawit dan karet dinilai lebih menjanjikan kesejahteraan bagi para petani dan terbukti sektor tersebut maju cukup pesat.
“Banyak faktor yang menyebabkan rendahnya mutu produk. Di antaranya, persoalan kepemilikan areal persawahan yang masih terbatas dan penanganan pascapanen yang belum maksimal,” kata Kepala Bagian Tata Usaha Dinas Pertanian Kabupaten MubaAhmad Juahir Selasa (6/5) kemarin.
Staf Sub Bagian Perencanaan dan Pelaporan Dessy Natalia menyebutkan, peningkatan mutu hasil produksi beras Muba bisa ditingkatkan. Menurutnya, potensi sawah pasang surut mencapai 30.000 hektare, sawah lebak mencapai 20.000 hektare, dan sawah tadah hujan mencapai 425 hektare. “Kita berupaya keras meningkatkan pendapatan petani dengan program berkelanjutan. Kita terus menggali potensilahanyangsebenarnya cukup potensial,” katanya. (retno palupi)


















Tinggalkan Balasan