Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang terus mengembangkan kawasan agropolitan di Kel Pulokerto, Kec Gandus, Palembang. Tahun 2008 ini, rencananya kawasan tersebut akan bertambah 200 hektare lagi.
Kepala Dinas Pertanian Kota Palembang Sri Dewi Titisari mengatakan, kawasan agropolitan yang sudah dikembangkan seluas 500 hektare. Rencananya, kawasan agropolitan ini akan bertambah hingga 900 hektare. Mengingat, potensi lahan yang tersedia cukup besar. Demikian laporan harian SINDO.
”Di areal tersebut cocok untuk lahan persawahan, tanaman pangan, perikanan, ataupun peternakan,” terang Titi di Palembang, Sabtu (26/1) kemarin. Pengoptimalan lahan itu, sambung dia, dilakukan dengan meningkatkan produksi beras. Caranya melalui penyediaan pupuk, benih unggul, dan teknologi. Jadi, kalau sebelumnya 1 hektare sawah menghasilkan 3,6 ton padi, maka dengan optimalisasi diharapkan mampu menghasilkan 5,1 ton padi.
Untuk mewujudkan itu, nanti pihaknya akan mengupayakan bantuan dana usaha tani dan pembangunan irigasi teknis. Sebab, selama ini penerapan pertanian di daerah yang sebagian berupa rawa itu dilakukan dengan normalisasi sungai, seperti Sungai Lacak, Rengas, atau Air Hitam.
Kondisi pengairannya juga belum memadai, sehingga aliran sungai yang masuk ke lahan pertanian akan diatur sedemikian rupa dengan pintu air. ”Pengembangan lahan akan kita laksanakan pada Juli mendatang,” ucapnya.
Konsep agropolitan yang dimulai sejak 2005 ini, diharapkan mampu memberdayakan masyarakat, karena program ini sendiri merupakan kerja sama antara pemerintah dengan Masyarakat Agrobisnis Indonesia (MAI). Sebab, empat tahun lalu, kondisi perekonomian dan infrastruktur sangat mengkhawatirkan. Namun, sejak pelaksanaan agropolitan, secara bertahap ekonomi meningkat dan infrastruktur terus bertambah.
Sementara itu, Sekretaris DPD MAI Rusli menuturkan, konsep agropolitan merupakan gabungan pertanian yang didukung fasilitas perkotaan. Konsep ini sebenarnya telah diadopsi sejak 2003 melalui persetujuan Mendagri, Menteri PU, dan Menteri Pertanian. ”Upaya kita dengan konsep ini mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ujarnya. (siera syailendra/SINDO)


















Tinggalkan Balasan