Sekitar lima hektar padi lebak milik petani di Desa Lubuk Karet, Kecamatan Betung, Kabupaten Banyuasin, Sumsel, gagal panen diduga karena terendam limbah pabrik CPO yang berada di dekat lokasi persawahan.
Mat Kasim, salah satu petani yang gagal panen, Senin (29/10), mengatakan, kegagalan panen terparah tahun ini. Awalnya, panen selalu merosot sejak di sekitar sawahnya berdiri pabrik CPO (minyak sawit mentah) PT KSL pada 2004. Padi yang tumbuh tampak subur karena berdaun lebat, tetapi bulirnya kosong dan air sungai dekat sawah tampak hitam.
“Tahun ini untuk mendapatkan dua pikul gabah dari satu hektar saja sulit. Biasanya kami bisa memanen empat ton gabah per hektar,” kata Mat Kasim yang menanam padi di sawah itu sejak tahun 1980-an.
Menurut Kepala Bidang Lingkungan Hidup Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Banyuasin Enry Yusran, pihaknya sudah mengambil sampel air yang merendam sawah untuk diteliti. Hasilnya, keasaman air masih normal.
“Kami sudah melarang PT KSL untuk membuang limbah ke sungai karena belum memenuhi standar baku mutu. Pabrik itu memiliki tujuh kolam penampungan limbah, mungkin ada kebocoran di kolam,” kata Enry.
Manager PT KSL Chandiran menegaskan, limbah yang merusak padi itu bukan dari pabriknya. “Tidak ada limbah dari pabrik kami. Itu bukan limbah, tapi air biasa,” katanya. (WAD/kmps)









![[Asy Syamailul Muhammadiyyah] Uban dan Semir Rambut Rasulullah SAW](https://infokito.blog/wp-content/uploads/2025/12/wp-1765125866195614023860891978010.jpg)
![[Asy Syamailul Muhammadiyyah] Cara Bersisir Rasulullah SAW](https://infokito.blog/wp-content/uploads/2026/08/be6149a6-8ba4-4cc1-980b-d9d2c0148971_169.jpeg)
![[Asy Syamailul Muhammadiyyah] Rambut Rasulullah SAW](https://infokito.blog/wp-content/uploads/2022/12/wp-1670064751787.jpg)








Tinggalkan Balasan