Investor asal China, Tianjin Machinery Export and Import Co Ltd,segera membangun pabrik pengelolaan karet di Kabupaten OKU. Rencana ini tertuang pada pertemuan jajaran Direksi Tianjin Machinery Export and Import Co Ltd yang diwakili Jiang Qing Fa, Jop Wiwiya, Donk Yu Feng, Zheng Yu Jun, Xu Guang Gao, Herman Kusuma Widjaja dengan Bupati OKU H Eddy Yusuf yang didampingi Wakil Bupati Yulius Nawawi, berikut jajaran pejabat dinas bersangkutan di ruang Abdi Praja Pemkab OKU, Jumat kemarin.
Menurut Juru Bicara Perusahaan Herman Kusuma Widjaja yang juga Development Senior Manager CV Teknik Tambang Borneo mengatakan, dipilihnya Kabupaten OKU sebagai lokasi investasi pertama BUMN asal China ini karena kualitas getah karet asal Kabupaten OKU memenuhi standar internasional.
Ditambah kepercayaan investor terhadap iklim investasi yang berkembang di Kabupaten OKU saat ini. “Meski begitu, dengan bahan mentahnya yang melimpah. Pabrik pengelolaan karet ini nantinya diambil dari olahan petani dan akan diproduksi sampai tahapan Standar Indonesia Rubber (SIR),”kata dia.
Untuk sementara, hasil produksi pabrik 100 persen akan diekspor ke China, yakni untuk memenuhi kebutuhan dasar pembuatan ban. “Pada tahap selanjutnya bisa dimungkinkan pabrik ban didirikan di Kabupaten OKU,” ujar Herman seraya menyebut kebutuhan Indonesia akan ban terbilang besar.
Agar kegiatan berjalan lancar, pihaknya telah membicarakan sistem pengangkutan melalui jasa PT KAI karena dinilai lebih efisien dan murah. Hanya saja, untuk lokasi pabrik yang akan didirikan, pihaknya akan membicarakan secara internal dengan beberapa grup Tianjin Machinery Export and Import Co Ltd yang ada di Indonesia. ”Yang jelas lokasi pabrik mesti dekat dengan sumber air,” katanya.
Dia mengungkapkan, perusahaan menargetkan investasi ini berjalan 6 bulan ke depan. ”Setelah meeting, kita akan lakukan MoU (perjanjian kerja sama), menyurvei lokasi, dan mengurus perizinan lainnya, termasuk membicarakan soal lokasi lahan seluas 10 hektare yang akan dijadikan lokasi pabrik.Apakah lahan itu akan dibeli atau disewa,” katanya.
Mengenai dampak lingkungan yang ditimbulkan pabrik, terutama dalam hal pencemaran sungai, dengan tegas Herman mengatakan bahwa pabrik yang akan didirikan dijamin tidak mencemari sungai karena pabrik karet tidak mengeluarkan limbah. “Air hanya digunakan untuk mencuci,” katanya.
Herman belum tahu persis berapa besar nilai investasi yang akan dikucurkan untuk rencana ini, termasuk besaran produksi pabrik. ”Masih harus dibicarakan lagi dalam meeting,” tuturnya.
Bupati OKU H Eddy Yusuf menyambut positif rencana investasi perusahaan Tianjin Machinery. Sebelumnya, rombongan investor nasional yang dipimpin Bambang Trihatmodjo membicarakan soal investasi serupa dengannya. Dia tidak akan mempersulit dan siap membantu persoalan yang menyangkut percepatan pembangunan pabrik secara formal.
“Para petani karet tidak perlu khawatir lagi harus menjual karetnya kepada tengkulak karena tidak mampu diserap perusahaan,” katanya sambil menginformasikan bahwa satu desa kecil di Kabupaten OKU mampu menghasilkan sekitar 20.000 ton per minggu.
Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan OKU Singgih Himawan, lokasi pabrik belum bisa ditentukan. Perusahaan masih harus melakukan studi dan survei terlebih dulu. “Kita tunggu saja karena kita juga tetap berkoordinasi dengan perusahaan,” ujarnya. (jimmy octa harto/SINDO)










![[Haji 2026] Dikelola Resmi, Pembayaran Dam Jemaah Haji Indonesia Jadi Catatan Sejarah](https://infokito.blog/wp-content/uploads/2025/12/wp-17651238078967579517144181915436.jpg)









Tinggalkan Balasan