infokito

jembatan informasi kito


Waktu di Indonesia: WIB

65% Hutan OKUS Kritis

IndeksDownloadGaleriPromosiPranalaCari

Kesungguhan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) OKU Selatan dalam menangani kerusakan hutan di wilayah OKU Selatan masih banyak diragukan berbagai pihak. Dari sekitar 180.000 hektare lahan, termasuk hutan suaka alam, lindung, hutan produksi terbatas,dan hutan produksi tetap, 65% kini kondisinya makin kritis. Kawasan hutan tersebut bahkan mulai dijarah para perambah hutan. Demikian dilaporkan harian sindo.

Anggota Dewan Fraksi Partai PDI Perjuangan Al Junaidi mengaku heran karena ulah perambah hutan tersebut malah didiamkan. Persetujuan pembukaan jalan dengan cara membelah hutan suaka alam di Desa Gunung Raya dipersoalkan Pemkab OKU Selatan dinilai memiliki kontribusi pada aksi perusakan hutan.

“Seharusnya, rehabilitasi hutan menjadi skala prioritas pemerintah, bukan hanya dari segi pembangunannya saja. Sebab, hutan juga merupakan salah satu faktor sumber kehidupan manusia,” kata Al Junaidi.

Hal senada disampaikan anggota Fraksi PBB Jaryadi. Dia mengungkapkan, kerusakan kawasan hutan terjadi akibat tidak adanya ketegasan dari pihak terkait, dalam hal ini Dinas Kehutanan dan Perkebunan, sehingga banyak para perambah hutan dengan leluasa menghabisi hutan untuk kepentingan pribadi. Namun, dirinya sendiri bersama-sama masyarakat terus berupaya melakukan penanaman pohon kembali terhadap hutan yang dinilai mengalami kritis, salah satunya kawasan hutan di Kec Buay Pemaca.

“Saya bersama kelompok tani karet, pada awal Agustus lalu telah melakukan penanaman 2.000 bibit karet di kawasan hutan di Kec Buay Pemaca. Hal itu,selain untuk membantu masyarakat, juga salah satu cara untuk mengatasi kerusakan hutan,” ungkap Jaryadi.

Terpisah, Wakil Bupati OKU Selatan H Wancik Rasyid melalui sambungan telepon kemarin (19/11), menepis keraguan tersebut. Bahkan, Pemkab telah berusaha maksimal menyelamatkan hutan di wilayah OKU Selatan. Pihaknya telah berusaha keras melakukan reforestasi hutan melalui program rehabilitasi hutan secara lestari.

Setidaknya, sebuah langkah nyata telah diaplikasikan dalam program tersebut. Sebanyak 617 KK yang tinggal di pemukiman kawasan hutan suaka alam di Desa Gunung Raya, Kec Buay Pemaca, tersebut telah dipindahkan ke daerah Rantau Kumpai, Kec Baturaja Timur, Kab OKU. “Itu salah satu bentuk kepedulian kita terhadap kelestarian hutan. Secara formal, kawasan hutan telah terbebas dari aksi pemukiman,” kata Wancik.

Dia mengatakan tidak segan-segan melakukan tindakan serupa terhadap kawasan-kawasan hutan yang menjadi tempat pemukiman penduduk. Bahkan, ketegasan itu berlanjut ke wilayah perbatasan yang kurang terpantau. “Rehabilitasi hutan dan kelestarian hutan merupakan skala prioritas pemerintah daerah, tidak ada yang dinomorduakan. Sebab, kita menyadari pentingnya hutan bagi sumber kehidupan manusia,” tandas Wancik.

Sementara itu, Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Jauhari Adibaya mengungkapkan, untuk mengatasi kerusakan hutan yang ada di wilayah OKU Selatan, pihaknya telah melakukan penanaman bibit karet melalui kelompok tani karet.

Hal itu dilakukan untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di OKU Selatan, khususnya para petani karet dengan sistem perkebunan karet rakyat. Program ini diterapkan terhadap 300 hektare lahan milik petani yang telah siap tanam yang tersebar di lima kecamatan, meliputi Kec Simpang, Muaradua, Buay Pemaca, Buay Sandang Aji, Buay Runjung. Dalam program tersebut, para petani hanya menyiapkan lahan. Sedangkan, Pemkab OKU Selatan memberikan bantuan berupa bibit, pupuk, dan biaya pengolahan lahan.

“Lahan seluas 300 hektare saat ini telah ditanami karet, yang masing-masing kecamatan terbagi 12 kelompok tani. Setiap kelompok tani telah diberi bantuan bibit karet sebanyak 135.000 batang bibit karet,” kata Jauhari. Selain memberikan bantuan bibit karet, Pemkab OKU Selatan juga memberikan bantuan berupa pupuk NPK 30.000kg, pupuk herbisida 1.200liter, Punggi Sida 300 kg, dan dana bantuan pengolahan lahan sebesar 300 juta. Semuanya itu diambil dari anggaran dana APBD OKU Selatan tahun 2007. (ashariansyah/sindo)

102 hit

harga emasworld monitoralmanak 2026


Flash SIM Card Arab Saudi untuk Haji & Umrah | Kuota Internet
GPS Tracking untuk Android dan iPhone
MiTag Androind & iPhone | GPS Tracking
Air Zam Zam Kemasan 1 Liter

3 responses to “65% Hutan OKUS Kritis”

  1. Avatar theny_ranau@yahoo.co.id

    harusnya pelaku perusakan hutan ditindak tegas n diberikan hukuman yg seberat2 nya,,,,,

    mudah2n aparat penegak hukum benar2 serius menangani masalah ini…karna dah banyak kasus serupa yg terjadi didaerah2 lain yg penanganannya sangat tidak sesuai dengan harapan masyarakat,,,,
    semua terjadi tak lain dan tak bukan karna adanya aparat2 pemerintah yg terlibat didalam nya,,,,,,

  2. Avatar AKU anak KISAM TINGGI
    AKU anak KISAM TINGGI

    krskan hutan di sejnlh kcmtn d oku itu hmpir 90% oknum dan para pejabt ikt trlbt
    gmn mw majuuuuuuu

  3. Avatar marlio andriansi
    marlio andriansi

    Kepda Yth,
    Bapak/ibu, Pemimpin KAB.OKU Selatan.
    Seiring waktu, Kabupaten oku selatan merupakan kawasan perbukitan, ta’lain ta’ bukan. semua kawasan perbukitan itu kan habis..Hutan Lindung, Maka semua itu akan menjadi dampak, bajir, Lunsur, dan Pulusi Udara tidak segar lagi. Dengan adanya teguran, himbawan pihak Pemerintah Pusat, kawasan Oku Selatan akan menjadi salah satu kawasan yang Percontohan Hutan lindun. maka Pihan Pemerintah Daerah di wajibkan untuk memelihara Hutan lIndung.
    Pemerintah Pusat Memantau bahwa, di Kecamatan Kisam Tinggi. Beberapa Kawasan Hutan Lindung Menagalami Kerusakan SangatParah, Sekitar 70% Hutan Lindung Rusak. Maka Pemerintah Pusat dan WHO. Akan Melakukan Peninjawan Kelukasi Tersebut.
    Terima Kasih Atas Semua nya.

Tinggalkan Balasan



kembali ke atas

jembatan informasi kito


Embed Weather on Website with cuacalab.id

Jadwal Sholat Kota Palembang


Let's connect

Eksplorasi konten lain dari infokito

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca