Berdasarkan data BPS Kab Mura, dari 242 desa yang ada di Kabupaten Mura, tercatat 117 desa masuk dalam kategori desa tertinggal.
“Data itu dari Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT). Jadi, dari 119 kab/kota di Indonesia, Kabupaten Mura termasuk yang tertinggal. Namun, kita akan terus melakukan pembenahan dan mencari strategi agar Kabupaten Mura tidak lagi dikatakan kabupaten tertinggal,” ungkap Sekda Mura Mukti Sulaiman kepada SINDO Jumat (18/4) kemarin.
Adapun kriteria tertinggal tersebut antara lain, masih sangat minimnya sarana dan prasarana serta infrastruktur di desa itu, yakni meliputi sarana jalan, air bersih, penerangan, kesehatan, dan pendidikan. Akan tetapi, Pemkab Mura di bawah kepemimpinan Bupati Mura Ridwan Mukti tidak akan berdiam diri dan terus melakukan pembenahan.
“Sejak Pak Ridwan Mukti memimpin pada 2005 lalu hingga sekarang, telah tampak perubahan mendasar khususnya di bidang infrastruktur,” katanya. Perubahan juga dapat dirasakan dari meningkatnya indeks pembangunan manusia (IPM) tiap tahunnya yang mengalami peningkatan. Pada 2005 lalu, IPM Mura mencapai 65%; 2006 mencapai 65,6 %; dan 2007 mencapai 70%.
Sementara, untuk kategori tertinggal di Sumsel, peringkat Kabupaten Mura saat ini mulai merangkak, dari sebelumnya posisi 14, kini menjadi peringkat 8.
“Insya Allah, pada 2010 nanti Kabupaten Mura tidak masuk kategori sebagai salah satu kabupaten tertinggal di Indonesia,” tandasnya.
Akan tetapi, Sekda mengakui, saat ini pihaknya sedang memikirkan strategi dan jalan keluar, bagaimana mengurangi bahkan menghilangkan citra Kabupaten Mura sebagai salah satu kabupaten tertinggal di Indonesia.
“Dengan dana yang kita miliki, baik berasal dari APBD, bagi hasil pajak, dan lain-lainnya, diharapkan dapat mewujudkan harapan Bupati menjadikan Kabupaten Mura sebagai gerbang investasi Sektor Barat di Sumsel,” ujarnya.
Camat Muara Lakitan Zulkarnain kepada SINDO mengungkapkan, dari 20 desa yang ada di wilayahnya, tercatat 7 desa dikategorikan terisolasi atau tertinggal. Ketujuh desa tersebut adalah Desa Mukti Karya, Sindang Jaya, Triagun Jaya,Harapan Makmur, Pian Jaya, dan Bumi Makmur.
“Yang mengakibatkan mereka terisolasi karena sarana infrastruktur seperti jalan, air bersih dan listrik belum masuk ke sana,” paparnya. (ade satia pratama)***Harian SINDO


















Tinggalkan Balasan