Penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) Provinsi Sumatera Selatan serentak September mendatang. Menurut Sekda Drs H Musyrif Suwardi HN MM, kuota CPNS tahun 2009 ini mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Ini terkait dengan anggaran yang harus disiapkan oleh pemerintah untuk membayar gaji PNS.
“Budgeting salah satu yang memberatkan karena menjadi beban pemerintah. Makanya kuota untuk kita tahun ini khususnya dari pelamar umum sedikit berkurang,” jelas Musyrif, kemarin. Khusus honorer yang diangkat tahun ini sebanyak 140 orang dari total 200-an. “Sisanya, sekitar 60 orang lagi bakal diangkat tahun 2010.”
Kata sekda Sumsel itu, masuk dalam pengangkatan para sekretaris desa (sekdes). Hanya saja, mulai tahun ini tidak ada lagi penerimaan tenaga honorer. Pendek kata, pemerintah tinggal menghabiskan pengangkatan tenaga honorer dalam database yang tersisa. Sayang, belum diketahui persis berapa kuota CPNS seluruh daerah di Sumsel. Ini karena masing-masing kabupaten/kota sudah mengurus administrasi. Tidak lagi tersentral ke provinsi.
Lanjutnya, penerimaan CPNS tahun ini didominasi tenaga teknis dan fungsional. Antara lain, dokter, paramedik dan tenaga pendidik/pengajar. Nah, syarat agar bisa lulus menjadi PNS tak hanya lulus tahapan seleksi. Namun berbagai kelebihan dari CPNS pun menjadi pertimbangan. “Di antaranya mungkin ada yang lulus sarjana cumlaude atau punya prestasi di tingkat nasional dan internasional. Itu menjadi penilaian tersendiri,” bebernya.
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sumsel Drs Muzakir mengatakan, Pemprov Sumsel telah mengajukan formasi CPNS kepada pusat. Dalam formasi itu, diajukan 300 CPNS dari kalangan umum. Sementara dari tenaga honorer yang tersisa dan belum diangkat sekitar 220 orang. Namun, belum diketahui berapa kuota pasti untuk tahun ini. Muzakir sendiri hingga kemarin masih mengikuti rapat di Jakarta.
Sebelum ini, ia menyatakan, seiring dengan diterapkannya program sekolah gratis dan berobat gratis di Sumsel, maka kebutuhan tenaga kesehatan dan guru masih dominan. Kedua layanan dasar itu perlu tenaga andal di bidang masing-masing. Pada penerimaan CPNS 2008, Pemprov Sumsel mendapatkan jatah 217 orang dari pelamar umum. Setelah melalui empat tahapan tes, kuota tersebut hanya terpenuhi 202. Sebanyak 15 formasi, kosong karena tidak ada pesertanya atau ada peserta tapi tidak memenuhi syarat.
Saat itu, ada tiga daerah yang menerapkan sistem seleksi empat tahap yakni Pemprov Sumsel, Muba dan Palembang. Mulai tahun ini, seluruh kabupaten/kota di Sumsel akan menerapkan sistem serupa. Ini dimaksudkan untuk menjaga kualitas PNS yang nantinya diterima. “Untuk pemprov sendiri, kita mulai menerapkan sistem online. Lamaran peserta cukup dikirim via web hingga tak harus memadati kantor Pos lagi,” tukasnya.(sumeks)


















Tinggalkan Balasan