Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Cipta Karya Provinsi Sumsel Eddy Hermanto mengatakan, penyediaan air bersih di Sumsel masih minim. Pasalnya, ada 8 kabupaten yang belum memiliki Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), terutama kabupaten yang baru saja dimekarkan.”Secara bertahap memang akan kita tingkatkan penyediaan air bersih untuk semua kabupaten/kota,” imbuh Eddy saat menghadiri Rakerda V REI Sumsel 2007 di Hotel Horison Palembang, Senin (5/11) kemarin. Menurut Eddy, masih banyak sarana dan prasarana air bersih yang harus dipenuhi.
Bahkan, peralatan yang sudah ada harus diperbaiki atau lebih ditingkatkan. Misalkan saja persoalan air bersih di OKU Timur dengan penambahan kapasitas dari 20 liter menjadi 60 liter. Begitu juga di OKU Selatan, Indralaya, dan OKI. ”Ketersediaan air bersih di Sumsel masih di bawah 40%,” ungkap dia. Eddy menjelaskan, permasalahan yang dihadapi karena jangkauan yang begitu luas dan banyaknya desa-desa terpencil. Ditambah sarana dan prasarana yang belum memadai.
Pada2007, jelas Eddy, anggaran dari APBN sebesar Rp20 miliar dan akan mengalami peningkatan pada 2008 sebesar Rp30 miliar. ”Nantinya, tiap desa yang mengalami kesulitan air akan menerima Rp500 juta,” tukas dia.
Sementara Ketua Komisi III DPRD Sumsel M Aliandra Gantada menuturkan, persoalan air bersih menjadi perhatian masyarakat. Ketersediaan air bersih merupakan hak dasar manusia yang harus dapat dipenuhi. Untuk di daerah terpencil, jelas Gantada, penyediaan air bersih bisa saja bukan melalui PDAM, namun melalui sumur pompa. Menurutnya penyediaan air bersih masih belum maksimal meskipun secara bertahap meningkat.
Permasalahan yang di hadapi pemerintah, ujarnya, jangkauan daerah yang begitu luas sehingga bagi daerah terpencil sulit dijangkau. Dari paparan PU Cipta Karya beberapa waktu lalu, daerah terpencil akan dibuatkan sistem Pamsimas dalam suatu kecamatan yang dikelola oleh masyarakat setempat. (siera syailendra/sindo)


















Tinggalkan Balasan